Khabaroo.com – Singkong Thailand bisa menjadi alternatif sarapan yang sederhana, mengenyangkan, dan relatif mudah dibuat. Bahan utamanya juga mudah ditemukan di pasar maupun toko kelontong. Dengan tambahan santan, gula, maizena, dan Frisian Flag Creamy Kental Manis, singkong rebus berubah menjadi hidangan dengan tekstur lembut serta kuah creamy. Dari sisi biaya, olahan berbahan singkong menarik untuk menu keluarga karena bahan dasarnya termasuk komoditas pangan yang umum digunakan di Indonesia. Resep ini menghasilkan 3 porsi dengan waktu memasak sekitar 45 menit.
Singkong Thailand, dari Umbi Sederhana Jadi Menu Bernilai Tambah
Singkong selama ini identik dengan makanan tradisional seperti singkong rebus, goreng, atau kukus. Padahal, bahan tersebut bisa diolah menjadi hidangan dengan tampilan dan cita rasa berbeda. Singkong Thailand menawarkan konsep sederhana. Singkong direbus hingga empuk, kemudian disiram saus santan yang dibuat creamy.
Tambahan kental manis memberikan rasa lebih milky. Sementara itu, maizena berfungsi membantu menghasilkan tekstur saus yang lebih kental. keluarga, menu ini dapat menjadi pilihan sarapan atau camilan. Bagi pelaku usaha rumahan, konsep serupa juga berpeluang dikembangkan menjadi dessert dalam kemasan.
Resep Singkong Thailand
Waktu memasak: 45 menit
Tingkat kesulitan: Mudah
Hasil: 3 porsi
Asal masakan: Thailand
Kategori: Kudapan
Bahan Singkong
- 1/2 kg singkong
- Garam secukupnya
- 1 lembar daun pandan
Bahan Saus Creamy
- 500 gram santan sedang
- 2 sdm gula pasir
- 1 sdm maizena, larutkan
- 200 ml Frisian Flag Creamy Kental Manis
- Garam secukupnya
- 1 lembar daun pandan, ikat simpul
Cara Membuat Singkong Thailand
1. Rebus Singkong hingga Empuk
Kupas singkong, lalu cuci sampai bersih, Rebus singkong bersama garam dan daun pandan. Masak hingga teksturnya benar-benar empuk. Setelah matang, angkat dan sisihkan.
2. Buat Saus Creamy
Masukkan santan, gula pasir, garam, dan daun pandan ke dalam panci, Tambahkan Frisian Flag Creamy Kental Manis. Aduk hingga seluruh bahan tercampur. Masak dengan api yang sesuai hingga mendidih.
3. Kentalkan Saus
Tuangkan larutan maizena secara perlahan sambil terus diaduk. Masak hingga saus berubah menjadi lebih kental. Setelah mencapai tekstur yang di inginkan, matikan api.
4. Sajikan
Letakkan singkong yang sudah empuk di atas piring. Tuangkan saus creamy secukupnya di atas singkong, Singkong Thailand siap disajikan selagi hangat.
Peluang Ekonomi dari Olahan Singkong
Nilai tambah menjadi salah satu alasan singkong menarik untuk dikembangkan menjadi produk kuliner. Bahan baku yang sederhana dapat di ubah menjadi menu dengan tampilan lebih modern. Konsep ini memungkinkan pelaku usaha rumahan menjualnya sebagai sarapan, kudapan, dessert, atau makanan dalam kemasan.
Kuncinya ada pada pengendalian biaya. Pelaku usaha perlu menghitung harga singkong, santan, pemanis, maizena, kemasan, gas, hingga biaya tenaga sebelum menentukan harga jual. Dengan begitu, harga jual tidak hanya menutup biaya produksi, tetapi juga memberikan margin keuntungan yang sehat.
Tips agar Singkong Lebih Lembut
Pilih singkong yang kondisinya baik dan tidak terlalu keras. Kupas serta cuci bersih sebelum di rebus. Pastikan singkong matang hingga bagian dalamnya empuk. Singkong yang belum cukup matang dapat membuat tekstur hidangan terasa keras. Untuk saus, aduk secara konsisten setelah maizena di tambahkan. Cara ini membantu menghasilkan kuah creamy yang lebih merata dan tidak mudah menggumpal.
Singkong Thailand, Sederhana tetapi Bisa Jadi Ide Bisnis
Resep ini menunjukkan bahwa bahan pangan sederhana dapat memiliki nilai tambah ketika di olah dengan konsep yang berbeda. Dengan 1/2 kg singkong, resep menghasilkan 3 porsi. Waktu memasaknya juga relatif singkat, yakni sekitar 45 menit. keluarga, Singkong Thailand bisa menjadi variasi sarapan atau camilan. Sementara bagi pelaku usaha kecil, resep ini dapat menjadi inspirasi produk kuliner rumahan dengan kemasan yang lebih praktis. Yang terpenting, hitung biaya produksi secara rinci sebelum menjadikannya produk jualan. Selisih antara modal dan harga jual akan menentukan apakah usaha tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.
(A/*)










