Bukan Sekadar Megapiksel, Sony dan TSMC Siapkan Sensor Kamera yang Lebih Hemat

Sony dan TSMC membentuk perusahaan patungan di Kumamoto, Jepang

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bukan Sekadar Megapiksel, Sony dan TSMC Siapkan Sensor Kamera yang Lebih Hemat
(Foto: gizmologi/AI)

Bukan Sekadar Megapiksel, Sony dan TSMC Siapkan Sensor Kamera yang Lebih Hemat (Foto: gizmologi/AI)

Khabaroo.com – Di balik foto yang tampak sederhana di layar smartphone, ada teknologi semikonduktor yang bekerja dalam hitungan sepersekian detik. Setiap kali tombol kamera di tekan, sensor menangkap cahaya, mengolah informasi visual, lalu mengubahnya menjadi gambar. Ketika pengguna merekam video 4K atau mengambil foto berulang kali, pekerjaan itu menjadi semakin berat.

Kini, Sony dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) ingin membawa teknologi tersebut ke tahap berikutnya. Kedua perusahaan sepakat membentuk perusahaan patungan untuk mengembangkan sekaligus memproduksi sensor gambar generasi baru. Nilai investasi awalnya mencapai sekitar US$4,69 miliar atau Rp83,6 triliun.

Proyek tersebut akan berpusat di Koshi, Prefektur Kumamoto, Jepang, dengan produksi massal di targetkan mulai 2029. Lokasi ini merupakan bagian dari fasilitas manufaktur Sony dan berada di kawasan yang juga menjadi basis operasi TSMC melalui Japan Advanced Semiconductor Manufacturing (JASM).

Sony Bawa Keahlian Sensor, TSMC Hadirkan Teknologi Produksi

Pembagian peran kedua perusahaan cukup jelas, Sony akan menjadi pemegang saham pengendali. Perusahaan Jepang itu menanamkan sekitar 465 miliar yen atau US$2,92 miliar melalui kombinasi dana tunai dan pengalihan aset, termasuk fasilitas pabrik baru Sony di Kumamoto. Di sisi lain, TSMC akan menyuntikkan sekitar 282 miliar yen atau US$1,77 miliar. Jika di gabungkan, nilai investasi awal mencapai sekitar 747 miliar yen atau US$4,69 miliar. Reuters menyebut perusahaan patungan tersebut akan mengembangkan dan memproduksi sensor gambar generasi baru, terutama untuk kebutuhan smartphone.

Sony akan membawa keahlian yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utamanya: desain dan pengembangan sensor gambar. TSMC mengambil bagian berbeda. Raksasa manufaktur chip asal Taiwan itu akan menyumbangkan teknologi proses serta pengalaman produksi semikonduktor skala besar. Dengan kata lain, Sony membawa “mata”, sedangkan TSMC membantu membangun dapur produksi yang lebih modern.

Dari Pabrik Kumamoto, Mereka Membidik 2029

Kawasan Kumamoto perlahan berubah menjadi salah satu titik penting industri semikonduktor Jepang. Di sanalah TSMC telah membangun jejak manufakturnya melalui JASM. Kini, Sony juga menempatkan fasilitas yang akan menjadi bagian penting dari kerja sama tersebut. Perusahaan patungan ini akan membangun lini pengembangan dan produksi sensor gambar. Produksi massal di perkirakan dimulai pada 2029.

Baca Juga :  Tak Butuh Waktu Lama, Qwen 3.8 Max Antar Alibaba Jadi Raja AI China

Namun, investasi tidak langsung di gelontorkan sekaligus. Sony dan TSMC menyatakan pendanaan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan tingkat permintaan. Keduanya juga membuka kemungkinan tambahan pendanaan untuk mengejar kapasitas produksi yang lebih besar, dengan asumsi adanya dukungan dari pemerintah Jepang. Rencana kerja sama ini sebenarnya bukan muncul tiba-tiba. Pada Mei 2026, Sony Semiconductor Solutions dan TSMC sudah mengumumkan memorandum of understanding (MOU) untuk membentuk kemitraan strategis dalam pengembangan serta manufaktur sensor gambar generasi berikutnya. Kini, rencana tersebut bergerak ke tahap yang lebih konkret.

Sensor Baru Tak Sekadar Mengejar Megapiksel

Bagi pengguna smartphone, perubahan terbesar mungkin tidak langsung terlihat dari angka megapiksel. Justru efisiensi bisa menjadi salah satu kunci. Sony sebelumnya menjelaskan bahwa mereka selama ini merancang dan memproduksi sensor kamera secara mandiri di Jepang. Melalui kerja sama dengan TSMC, Sony akan memanfaatkan teknologi fabrikasi chip yang lebih maju untuk sensor generasi berikutnya.

Harapannya bukan sekadar menghasilkan gambar yang lebih bagus. Sensor yang di buat dengan proses manufaktur lebih modern berpotensi bekerja lebih efisien. Dalam penggunaan sehari-hari, hal tersebut dapat membantu menekan konsumsi daya ketika kamera digunakan secara intensif.

Bayangkan pengguna sedang merekam video resolusi tinggi dalam waktu lama. Kamera bekerja tanpa henti. Sensor terus menangkap informasi. Prosesor mengolah data dalam jumlah besar. Baterai pun terkuras, sementara suhu perangkat perlahan meningkat. Di titik inilah sensor yang lebih efisien bisa memberikan perbedaan.

Kamera Smartphone Bisa Lebih Dingin dan Stabil

Efisiensi daya juga berkaitan dengan panas. Semakin berat pekerjaan perangkat, semakin besar pula tantangan untuk menjaga temperatur. Kondisi tersebut menjadi semakin penting ketika smartphone digunakan untuk merekam video resolusi tinggi dalam durasi panjang.

Baca Juga :  Apple Luncurkan iOS 26.6.1, Pengguna iPhone Disarankan Segera Update

Panas berlebih dapat mengganggu kestabilan performa. Jika sensor generasi baru mampu mengurangi konsumsi daya, secara tidak langsung beban panas perangkat juga berpotensi di tekan. Dampaknya bisa terasa ketika smartphone digunakan untuk merekam video dalam waktu lama.

Perangkat yang lebih terkendali temperaturnya berpeluang mempertahankan performa dengan lebih stabil. Frame drop pun berpotensi berkurang. Namun, perlu di catat, manfaat tersebut masih berupa potensi teknologi. Sony dan TSMC belum menjanjikan angka pasti mengenai seberapa besar penghematan daya atau penurunan suhu yang akan di capai sensor tersebut.

Pertarungan Kamera Smartphone Masuk ke Level Chip

Selama bertahun-tahun, persaingan kamera smartphone sering terlihat dari layar: jumlah megapiksel, ukuran sensor, kemampuan zoom, hingga fitur fotografi berbasis kecerdasan buatan. Tetapi di balik semua itu ada pertarungan yang jauh lebih dalam. Pertarungan tersebut terjadi di tingkat semikonduktor.

Kerja sama Sony dan TSMC memperlihatkan bahwa peningkatan kamera smartphone tidak hanya bergantung pada desain kamera atau algoritma pemrosesan gambar. Teknologi manufaktur chip juga semakin menentukan. Sony memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan sensor gambar. TSMC memiliki keunggulan pada proses manufaktur semikonduktor.

Ketika dua kekuatan itu di pertemukan, targetnya bukan sekadar membuat kamera lebih tajam. Mereka sedang mencoba membuat “mata” smartphone bekerja lebih efisien. Dan jika semuanya berjalan sesuai rencana, hasil kerja sama tersebut baru akan mulai terlihat dalam skala produksi massal pada 2029.

Artinya, kamera smartphone masa depan mungkin tidak hanya akan menghasilkan gambar yang lebih detail. Kamera juga berpotensi bekerja lebih lama, lebih hemat energi, dan lebih stabil ketika smartphone di paksa bekerja keras. Perubahan besar itu sedang di mulai dari sebuah pabrik di Kumamoto. Bukan dari layar smartphone. Melainkan dari chip kecil yang selama ini bekerja diam-diam di balik setiap foto.

(A/*)

Berita Terkait

Edit Reels Kini Lebih Praktis, Instagram First Draft Potong Klip Otomatis
Starlink Terus Membesar, Elon Musk Ingin Kepung Bumi dengan 100.000 Satelit
Siap Masuk Indonesia, Huawei Pura 90s Pro Max Tawarkan 7 Pilihan Warna
Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra Punya Fitur yang Bikin Multitasking Makin Ngebut
Apple Luncurkan iOS 26.6.1, Pengguna iPhone Disarankan Segera Update
Tampil Bak iPhone 17 Pro Max, 4 HP Android Ini Cuma Rp 1 Jutaan
Cari HP Samsung RAM 12GB Murah? Ini 5 Pilihan Mulai Rp7,2 Juta
Wajah DJI Osmo 360 II Mulai Terungkap, 8K 60fps Jadi Senjata Baru?
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Edit Reels Kini Lebih Praktis, Instagram First Draft Potong Klip Otomatis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Starlink Terus Membesar, Elon Musk Ingin Kepung Bumi dengan 100.000 Satelit

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Siap Masuk Indonesia, Huawei Pura 90s Pro Max Tawarkan 7 Pilihan Warna

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra Punya Fitur yang Bikin Multitasking Makin Ngebut

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Apple Luncurkan iOS 26.6.1, Pengguna iPhone Disarankan Segera Update

Berita Terbaru