Khabaroo.com – SpaceX meluncurkan 29 satelit Starlink menggunakan roket Falcon 9 dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida, Amerika Serikat, Selasa (11/8/2026) pukul 11.58 waktu setempat, Peluncuran itu hanya berlangsung dalam hitungan menit. Namun, dampaknya jauh lebih panjang. Ke-29 satelit tersebut bergabung dengan ribuan satelit Starlink yang sudah mengorbit di Low Earth Orbit (LEO), Menurut astrofisikawan Jonathan McDowell, lebih dari 10.900 satelit Starlink saat ini masih aktif di orbit, Angka itu membuat Starlink menjadi konstelasi satelit terbesar yang pernah di bangun Dan SpaceX belum berniat berhenti.
100.000 Satelit Jadi Target Berikutnya
SpaceX disebut ingin memperbesar jaringan Starlink hingga 100.000 satelit. Jika target itu tercapai, jumlah satelit Starlink akan hampir sepuluh kali lipat di bandingkan jumlah aktif saat ini. Ambisi tersebut menunjukkan bagaimana Elon Musk melihat orbit Bumi sebagai infrastruktur baru untuk menopang konektivitas global.
Untuk mengejar target itu, SpaceX menyiapkan Starlink V3, Generasi terbaru ini di rancang memiliki kemampuan uplink dan downlink yang lebih besar di bandingkan satelit Starlink sebelumnya. Dengan teknologi tersebut, SpaceX ingin meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus memperluas kemampuan layanan internet berbasis satelit.
Falcon 9 Terus Menjadi Andalan
Falcon 9 yang bekerja hampir seperti kendaraan pengangkut rutin, Pada misi kali ini, booster tahap pertama menggunakan kode B1085. Roket tersebut sudah menjalani 18 penerbangan. Sekitar 8,5 menit setelah lepas landas, booster berhasil kembali ke Bumi dan mendarat di kapal drone SpaceX A Shortfall of Gravitas di Samudra Atlantik.
Pemandangan itu menjadi bagian yang semakin biasa dalam misi SpaceX, Roket naik menembus atmosfer. Muatan melanjutkan perjalanan ke angkasa. Sementara booster kembali untuk digunakan lagi. Di atasnya, tahap kedua Falcon 9 terus membawa 29 satelit menuju LEO, Jika seluruh tahapan berlangsung sesuai rencana, satelit-satelit tersebut di lepaskan sekitar 64 menit setelah peluncuran.
Sebagian Besar Peluncuran SpaceX untuk Starlink
Skala proyek Starlink juga terlihat dari aktivitas SpaceX sepanjang 2026, Dari 93 peluncuran Falcon 9 yang telah dilakukan, sebanyak 72 peluncuran digunakan untuk membangun dan memperluas jaringan Starlink. Artinya, sebagian besar aktivitas Falcon 9 kini berkaitan dengan satu proyek besar: memperbanyak satelit di orbit.
SpaceX, pola tersebut masuk akal, Semakin banyak satelit tersedia, semakin besar pula jaringan yang bisa di bangun. Namun, konsekuensinya juga ikut membesar karena orbit Bumi menjadi semakin padat.
B1085 Punya Riwayat Panjang
Booster B1085 bukan sekadar kendaraan untuk mengangkut satelit internet, Sebelumnya, booster ini pernah digunakan dalam misi Crew-9 menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). B1085 juga pernah membawa misi Fram2 yang melakukan penerbangan mengelilingi wilayah kutub Bumi.
Kini, booster tersebut kembali menjalankan tugasnya untuk Starlink, Penggunaan berulang seperti ini menjadi salah satu kekuatan utama sistem Falcon 9. SpaceX dapat menggunakan kembali bagian roket yang sebelumnya akan terbuang setelah satu kali penerbangan.
Ambisi Musk Tak Berhenti di Starlink
Target 100.000 satelit sudah terdengar ekstrem, Namun, ambisi Elon Musk di luar angkasa ternyata lebih jauh lagi, Musk pernah mengungkapkan gagasan untuk menempatkan 1 juta satelit pusat data AI di orbit Bumi. Jika gagasan itu benar-benar di wujudkan, fungsi orbit tidak lagi hanya berkaitan dengan komunikasi atau penelitian.
Angkasa bisa berubah menjadi bagian dari ekosistem komputasi, Bumi menjadi pusat aktivitas manusia. Orbit di atasnya menjadi lapisan infrastruktur baru, Di tengah gelapnya langit, satu per satu satelit terus bertambah Dan bagi SpaceX, perjalanan itu tampaknya baru di mulai.
(A/*)










