Pesona Gunung Kerinci: Menjelajah Atap Sumatra hingga Danau Gunung Tujuh

Gunung Kerinci, Atap Sumatra dengan hutan hujan tropis, satwa langka, dan lanskap Jambi.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesona Gunung Kerinci: Menjelajah Atap Sumatra hingga Danau Gunung Tujuh
(Foto: wikipedia/AI)

Pesona Gunung Kerinci: Menjelajah Atap Sumatra hingga Danau Gunung Tujuh (Foto: wikipedia/AI)

Khabaroo.com – Gunung Kerinci berdiri di perbatasan Jambi dan Sumatra Barat. Dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini menjadi puncak tertinggi di Pulau Sumatra sekaligus salah satu gunung berapi paling terkenal di Indonesia. Julukannya pun tak berlebihan: Atap Sumatra. Namun, Kerinci bukan hanya tentang ketinggian. Kawasan di sekitarnya menyimpan kekayaan alam yang jauh lebih luas, terutama karena gunung ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Gunung Api Aktif di Jantung Bukit Barisan

Gunung Kerinci merupakan gunung api aktif bertipe stratovolcano. Letaknya berada di jalur Cincin Api Pasifik, kawasan yang di kenal memiliki aktivitas vulkanik tinggi. Kawah utamanya berukuran sekitar 400 × 120 meter. Asap belerang dapat terlihat keluar secara berkala, menjadi pengingat bahwa gunung ini masih terus bergerak secara geologis.

Karakter tersebut pula yang membuat Gunung Kerinci menarik bagi pendaki sekaligus peneliti. Di satu sisi, lerengnya menawarkan pengalaman petualangan. Di sisi lain, kawasan ini menjadi ruang penting untuk penelitian mengenai gunung api, geologi, ekosistem hutan, dan keanekaragaman hayati.

Ketika Hutan Menjadi Bagian dari Perjalanan

Semakin jauh meninggalkan permukiman, suasana berubah. Suara kendaraan perlahan hilang. Pepohonan menjadi lebih rapat. Jalur tanah, akar pohon, dan udara lembap mulai mendominasi perjalanan. Gunung Kerinci berada dalam kawasan TNKS, salah satu kawasan konservasi terbesar di Indonesia yang juga masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Hutan di kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai tumbuhan dan satwa langka. Beberapa flora yang dapat di temukan antara lain Rafflesia arnoldii, Amorphophallus titanum, serta beragam jenis anggrek hutan. Sementara itu, kawasan konservasi ini juga menjadi habitat satwa di lindungi seperti Harimau Sumatra, Gajah Sumatra, Tapir, dan Beruang Madu. Karena itu, mendaki Kerinci bukan semata perjalanan menuju puncak. Setiap langkah berlangsung di tengah ekosistem yang harus di jaga.

Menuju Kersik Tuo, Gerbang Pendakian Kerinci

Perjalanan menuju Gunung Kerinci umumnya di mulai dari Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. Kota terdekat adalah Sungai Penuh. Bagi wisatawan dari luar daerah, terdapat dua rute perjalanan yang umum digunakan.

1. Melalui Padang

Rute Padang banyak di pilih karena waktu perjalanan darat relatif lebih singkat. Perjalanan di mulai dari Bandara Internasional Minangkabau, kemudian di lanjutkan menuju Kersik Tuo melalui Solok dan Muara Labuh. Waktu perjalanan darat sekitar 8–9 jam, tergantung kondisi jalan dan lalu lintas.

2. Melalui Jambi

Pilihan lainnya adalah terbang menuju Bandara Sultan Thaha, Jambi. Dari sana, perjalanan di teruskan menuju Sungai Penuh dan Kersik Tuo. Waktu tempuh darat berkisar 12–14 jam. Perjalanan memang lebih panjang. Namun, jalur ini memberikan kesempatan untuk menikmati perubahan lanskap Jambi sebelum memasuki kawasan Kerinci. Untuk membuat perjalanan lebih terarah, wisatawan juga dapat menggunakan fitur AI Plan Your Trip untuk menyusun itinerary berdasarkan durasi, preferensi, dan aktivitas yang di inginkan.

Baca Juga :  HUT RI ke-81, DPRD Sungai Penuh Ikuti Sidang Tahunan MPR RI dan Pidato Kenegaraan

Menapaki Jalur Menuju Atap Sumatra

Pendakian resmi Gunung Kerinci di mulai dari Pos R10 atau Pintu Rimba di Desa Kersik Tuo. Perjalanan pulang-pergi umumnya membutuhkan waktu sekitar 2–3 hari, tergantung kondisi fisik, cuaca, dan kecepatan masing-masing pendaki.

Jalur yang di lewati mencakup beberapa titik penting:

  • Pos R10 (Pintu Rimba): titik registrasi sekaligus awal pendakian.
  • Pos 1 atau Batu Lumut: mulai memasuki jalur hutan.
  • Pos 2 atau Pondok Tengah: jalur semakin menanjak.
  • Pos 3 atau Batu Gadang: medan masih di dominasi hutan tropis.
  • Shelter 1 dan Shelter 2 (Pos Macan): tempat beristirahat sebelum menuju kawasan perkemahan.
  • Shelter 3 (Puncak Indah): lokasi utama untuk berkemah sebelum menuju puncak.
  • Puncak Kerinci (Tugu Yudha): titik tertinggi pada ketinggian 3.805 mdpl.

Biasanya, pendakian dari Shelter 3 menuju puncak dilakukan dini hari, sekitar pukul 02.00–03.00 WIB. Saat langit masih gelap, langkah pendaki mulai bergerak perlahan. Medannya pun berubah. Hutan berganti jalur pasir vulkanis dan bebatuan lepas. Setiap pijakan harus di perhitungkan karena permukaan yang mudah bergeser dapat membuat perjalanan semakin berat.

Lalu, setelah perjuangan panjang, garis cakrawala mulai berubah. Jika cuaca bersahabat, panorama luas Sumatra terbentang dari ketinggian. Di titik itulah julukan Atap Sumatra terasa benar-benar nyata.

Mengapa Pendakian Kerinci Tidak Bisa Di sepelekan?

Keindahan Kerinci datang bersama tantangan, Jalur pendakiannya relatif panjang dengan perbedaan elevasi yang besar. Pendaki juga harus menghadapi tanjakan, akar pohon, pasir vulkanis, hingga bebatuan lepas. Cuaca menjadi faktor lain yang tidak boleh di abaikan. Kondisi di gunung dapat berubah dengan cepat. Karena itu, persiapan fisik, perlengkapan, logistik, dan kemampuan membaca kondisi alam menjadi bagian penting sebelum berangkat. Pendaki juga wajib mematuhi aturan pengelola serta menjaga etika selama berada di kawasan konservasi. Jangan meninggalkan sampah. Jangan merusak vegetasi. Dan jangan membawa pulang apa pun selain pengalaman.

Kapan Waktu yang Tepat Mendaki Gunung Kerinci?

Periode April hingga Oktober umumnya menjadi waktu yang banyak di pilih pendaki karena bertepatan dengan musim kemarau. Pada periode tersebut, curah hujan cenderung lebih rendah sehingga jalur relatif lebih kering dan kondisi cuaca dapat lebih stabil di bandingkan musim hujan. Meski begitu, kondisi gunung tetap dapat berubah sewaktu-waktu. informasi terbaru mengenai cuaca, aktivitas vulkanik, kondisi jalur, serta aturan pendakian tetap perlu di periksa sebelum perjalanan.

Harga Tiket Masuk Gunung Kerinci

Berdasarkan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tercantum dalam informasi yang menjadi rujukan artikel ini, tiket masuk kawasan pendakian disebut sebesar:

  • WNI: Rp20.000 per orang
  • WNA: Rp20.000 per orang

Pendaki tetap perlu melakukan registrasi sesuai ketentuan pengelola. Dokumen dan perlengkapan yang di persyaratkan juga harus di siapkan sebelum memulai pendakian.

Baca Juga :  Pesona Penglipuran Bali Mendunia, Masuk Daftar Kota Kecil Terindah

Catatan: tarif dan ketentuan pendakian dapat berubah. Pendaki sebaiknya mengecek informasi resmi pengelola sebelum berangkat.

Jangan Langsung Pulang, Ada Banyak Destinasi di Sekitar Kerinci

Petualangan tidak harus berhenti setelah turun dari Gunung Kerinci. Kawasan Kerinci menyimpan sejumlah destinasi yang dapat menjadi pelengkap perjalanan.

1. Danau Gunung Tujuh

Bayangkan sebuah danau luas yang di kelilingi barisan pegunungan. Udara dingin menyelimuti permukaannya, sementara kabut perlahan bergerak di antara pepohonan. Itulah suasana yang dapat di temukan di Danau Gunung Tujuh. Danau vulkanik ini berada di ketinggian sekitar 1.950 mdpl dan di kenal sebagai salah satu danau vulkanik tertinggi di Asia Tenggara. Lokasinya berada di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Untuk mencapainya, pengunjung perlu melakukan trekking sekitar 2–3 jam dari pintu masuk. Aktivitas yang umum dilakukan antara lain trekking, berkemah, dan menikmati panorama alam.

Lokasi: Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi
Jam operasional: 06.00–17.00 WIB
Harga tiket: sekitar Rp7.000–Rp20.000, belum termasuk parkir atau pemandu

2. Danau Kerinci

Jika ingin menikmati suasana yang lebih santai, Danau Kerinci bisa menjadi pilihan. Danau ini merupakan salah satu destinasi wisata utama di Kabupaten Kerinci sekaligus danau air tawar terbesar di Provinsi Jambi. Dari tepian danau, lanskap perbukitan menjadi latar yang menenangkan. Gunung Kerinci juga menjadi bagian dari panorama kawasan tersebut. Danau Kerinci tidak hanya menawarkan pemandangan. Ada pula Festival Danau Kerinci yang menghadirkan seni, budaya, dan kuliner lokal.

Lokasi: Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci
Jam operasional: 24 jam
Harga tiket: retribusi sekitar Rp5.000–Rp10.000

3. Air Terjun Telun Berasap

Setelah gunung dan danau, perjalanan dapat di lanjutkan menuju air terjun, Namanya Telun Berasap. Derasnya air yang jatuh dari ketinggian menghasilkan kabut air sehingga dari kejauhan tampak seperti asap. Dari situlah nama Telun Berasap berasal. Akses menuju lokasi relatif mudah dan kawasan ini telah di lengkapi sejumlah fasilitas dasar.

Lokasi: Desa Telun Berasap, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci
Jam operasional: 08.00–17.00 WIB
Harga tiket: sekitar Rp10.000–Rp15.000 per orang

Kerinci Bukan Sekadar Tentang Puncak

Gunung Kerinci begitu kuat dalam ingatan para pendaki, Bukan hanya karena ketinggiannya. Ada udara dingin Kayu Aro, suara hutan yang menemani perjalananpasir vulkanis yang membuat langkah semakin berat. Ada rasa lelah ketika mendekati puncak.

Lalu, ketika matahari perlahan muncul dari balik cakrawala, semua terasa sepadan. Namun, di balik pengalaman tersebut terdapat pesan yang lebih besar. Gunung Kerinci adalah bagian dari lanskap ekologis yang jauh lebih luas. Ia menjadi rumah bagi hutan, tumbuhan langka, dan satwa yang tidak bisa di gantikan begitu saja. Karena itu, perjalanan terbaik ke Kerinci bukan hanya perjalanan untuk menaklukkan puncak. Melainkan perjalanan untuk memahami alam, menikmati keindahannya, sekaligus ikut menjaganya.

(A/*)

Berita Terkait

Kerinci Simpan Pesona Lain, 3 Danau dan Rawa Ini Punya Lanskap Spektakuler
Jelajahi 6 Air Terjun Eksotis di Kerinci, Ada yang Butuh Trekking 3 Jam
Liburan ke Banyuwangi? Ini 5 Destinasi Hits yang Wajib Dikunjungi
EIGER Nature, Destinasi Baru di Bogor yang Mengajak Wisatawan Lebih Dekat dengan Alam
Danau Kaco Kerinci, Pesona Aquarium Alami Tersembunyi di Tengah Hutan
Pesona Penglipuran Bali Mendunia, Masuk Daftar Kota Kecil Terindah
Liburan ke Tanjung Lesung? Ini 7 Aktivitas Seru yang Wajib Dicoba
Lagi Cari Kuliner Nusantara? Ini 5 Restoran Indonesia Terbaik di Jakarta
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 19:00 WIB

Kerinci Simpan Pesona Lain, 3 Danau dan Rawa Ini Punya Lanskap Spektakuler

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Jelajahi 6 Air Terjun Eksotis di Kerinci, Ada yang Butuh Trekking 3 Jam

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Liburan ke Banyuwangi? Ini 5 Destinasi Hits yang Wajib Dikunjungi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:00 WIB

EIGER Nature, Destinasi Baru di Bogor yang Mengajak Wisatawan Lebih Dekat dengan Alam

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Danau Kaco Kerinci, Pesona Aquarium Alami Tersembunyi di Tengah Hutan

Berita Terbaru