Khabaroo.com – Kunjungan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul ke Markas Besar ASEAN di Jakarta menjadi lebih dari sekadar agenda diplomatik. Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyebut lawatan tersebut sebagai momen bersejarah yang menandai komitmen baru untuk memperkuat solidaritas regional. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (4/8/2026) itu dihadiri para perwakilan negara anggota ASEAN serta negara-negara mitra. Dalam sambutannya, Kao menilai waktu pelaksanaan kunjungan memiliki makna strategis karena berlangsung saat kawasan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, baik dari dalam maupun luar Asia Tenggara.
Kunjungan Perdana Setelah 17 Tahun
Kao mengungkapkan, kunjungan PM Thailand ke Sekretariat ASEAN kali ini merupakan yang pertama dalam 17 tahun. Sebelumnya, pemimpin Thailand terakhir yang mengunjungi Markas Besar ASEAN datang pada 2009. Rentang waktu yang panjang tersebut membuat kunjungan Anutin memiliki nilai simbolis tersendiri.
Di tengah perubahan lanskap politik, ekonomi, hingga keamanan kawasan, kehadiran langsung pemimpin Thailand dipandang sebagai sinyal penguatan komitmen terhadap kerja sama regional. “Kunjungan Perdana Menteri Thailand hari ini benar-benar bersejarah dan berlangsung pada saat yang sangat penting ketika ASEAN tengah menghadapi lingkungan strategis yang kompleks,” kata Kao Kim Hourn.
Tantangan Regional Menuntut Solidaritas ASEAN
Sekjen ASEAN menegaskan, dinamika global membuat negara-negara Asia Tenggara tidak bisa lagi menghadapi persoalan secara sendiri-sendiri. Persaingan geopolitik, perubahan ekonomi, dan tantangan lintas negara menuntut respons bersama yang lebih kuat. Menurut Kao, persatuan dan solidaritas menjadi kunci agar ASEAN mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas kawasan.
Ia juga mengingatkan pentingnya memegang nilai-nilai dasar ASEAN. Nilai tersebut mencakup perdamaian, saling menghormati, penyelesaian sengketa secara damai, dan kesetaraan berdasarkan hukum internasional. Prinsip-prinsip itu menjadi fondasi Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) yang tahun ini genap berusia 50 tahun.
Three Rs Jadi Arah Baru ASEAN
Kao mengapresiasi gagasan PM Anutin yang disampaikan dalam KTT ASEAN ke-48. Gagasan tersebut dikenal sebagai Three Rs, yaitu Regionalism, Resilience, dan Relevance. Menurutnya, konsep itu sejalan dengan kebutuhan ASEAN saat ini. Tujuannya memperkuat integrasi kawasan, meningkatkan ketahanan menghadapi krisis, dan menjaga relevansi organisasi di tengah perubahan global. Kao menambahkan, implementasi ASEAN Community Vision 2045 menuntut seluruh lembaga ASEAN tetap adaptif, relevan, dan mampu merespons tantangan baru dengan cepat.
Fokus pada Perdamaian hingga Perubahan Iklim
Sekretariat ASEAN, lanjut Kao, berkomitmen mendukung Thailand bersama seluruh negara anggota dalam menjalankan agenda jangka panjang organisasi. Prioritas tersebut mencakup menjaga perdamaian kawasan, memperkuat kemakmuran ekonomi, menghadapi dampak perubahan iklim, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Asia Tenggara. Komitmen itu dinilai menjadi fondasi penting agar ASEAN tetap menjadi kawasan yang stabil, inklusif, dan memiliki daya saing di tengah perubahan tatanan global.
Dampak Diplomatik bagi ASEAN
Kunjungan PM Thailand dipandang memperkuat posisi ASEAN sebagai forum utama kerja sama regional di Asia Tenggara. Selain mempererat hubungan antarnegara anggota, momentum ini juga memperlihatkan keseriusan organisasi dalam menjaga stabilitas politik dan mempercepat implementasi visi pembangunan hingga 2045. Di tengah meningkatnya tantangan strategis, sinyal persatuan dari para pemimpin kawasan menjadi modal penting bagi ASEAN untuk mempertahankan perannya sebagai salah satu blok regional paling berpengaruh di dunia.
(A/*)










