Khabaroo.com – Surabaya selama ini di kenal sebagai Kota Pahlawan. Namun, wajah kota terbesar kedua di Indonesia itu terus berkembang menjadi destinasi wisata urban yang memadukan sejarah, budaya, dan ruang publik modern. Transformasi tersebut terlihat dari munculnya berbagai kawasan wisata yang tak hanya menarik secara visual, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang kuat.
sejumlah lokasi di Surabaya kini menjadi tujuan favorit wisatawan lokal maupun luar daerah, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Berdasarkan rekomendasi Santika, ada tiga destinasi yang layak masuk bucket list. Masing-masing menawarkan karakter berbeda, mulai dari bangunan bergaya Tiongkok yang megah, wisata religi di tepi laut, hingga koridor bersejarah yang hidup sepanjang malam.
Pagoda Tian Ti, Ikon Megah Bernuansa Tiongkok
Di kawasan Kenjeran Park berdiri Pagoda Tian Ti, salah satu bangunan paling mencolok di Surabaya. Pagoda ini di bangun sebagai replika Temple of Heaven yang berada di Beijing, China.
Arsitektur Megah Jadi Daya Tarik Utama
Dengan tinggi sekitar 58 meter, bangunan tersebut tampil megah berkat dominasi warna merah dan emas yang menjadi ciri khas arsitektur Tiongkok. Sejak di resmikan pada 2010, Pagoda Tian Ti berkembang menjadi salah satu objek wisata favorit sekaligus lokasi berburu foto dan sesi pre-wedding. Meski mengusung nuansa budaya Tiongkok, kawasan ini di buka sebagai destinasi wisata yang dapat di kunjungi masyarakat dari berbagai agama, suku, maupun latar belakang budaya. Konsep tersebut membuat Pagoda Tian Ti menjadi simbol keterbukaan sekaligus keberagaman di Surabaya.
Sanggar Agung Temple, Perpaduan Wisata Religi dan Panorama Laut
Tak jauh dari Pagoda Tian Ti, terdapat Kelenteng Sanggar Agung yang menjadi salah satu ikon wisata religi di Surabaya.
Sunset dan Patung Dewi Kwan Im Jadi Magnet Wisatawan
Daya tarik utamanya adalah patung Dewi Kwan Im raksasa yang berdiri menghadap Laut Jawa dan di apit dua naga besar. Pemandangan tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu spot fotografi paling terkenal di pesisir Kenjeran. Arsitektur kelenteng memadukan unsur budaya Tiongkok, Jawa, dan Bali sehingga menghadirkan karakter bangunan yang unik. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, Sanggar Agung juga di kenal sebagai Gerbang Samudra serta menjadi lokasi prosesi pelarungan abu jenazah.
Pengelola menyediakan dua akses berbeda, yakni jalur khusus bagi umat yang beribadah dan jalur wisata untuk para pengunjung. Pemisahan ini dilakukan agar aktivitas keagamaan tetap berlangsung dengan khidmat tanpa mengurangi kenyamanan wisatawan. Menjelang matahari terbenam, kawasan ini biasanya di penuhi pengunjung yang ingin menikmati panorama sunset dengan latar laut lepas.
Jalan Tunjungan, Kawasan Heritage yang Selalu Hidup
Jika ingin menikmati sisi modern Surabaya tanpa meninggalkan jejak sejarahnya, Jalan Tunjungan menjadi destinasi yang tidak boleh di lewatkan.
Pusat Kuliner, Wisata Malam, dan Bangunan Bersejarah
Koridor legendaris ini telah menjadi pusat perdagangan sejak masa kolonial. Kini, kawasan tersebut bertransformasi menjadi ruang publik yang di penuhi aktivitas seni, kuliner, hingga hiburan melalui program Tunjungan Romansa. Deretan bangunan berarsitektur lawas seperti Gedung Siola dan Hotel Majapahit tetap di pertahankan sehingga menghadirkan nuansa klasik di tengah perkembangan kota.
Saat malam tiba, Jalan Tunjungan berubah menjadi salah satu titik paling ramai di Surabaya. Ribuan orang datang untuk menikmati kuliner, berjalan santai, hingga mengabadikan suasana kota yang di penuhi lampu dan bangunan heritage. Nilai sejarah kawasan ini juga sangat kuat. Tercatat terdapat 12 bangunan yang telah di tetapkan sebagai cagar budaya, menjadikan Jalan Tunjungan bukan hanya pusat hiburan, tetapi juga saksi perjalanan panjang perkembangan Kota Surabaya.
Tiga Destinasi yang Wajib Masuk Daftar Liburan di Surabaya
Perkembangan destinasi wisata di Surabaya menunjukkan bahwa kota ini tidak hanya mengandalkan statusnya sebagai Kota Pahlawan. Perpaduan antara pelestarian bangunan bersejarah, wisata budaya, serta pengembangan ruang publik berhasil menciptakan pengalaman wisata yang lebih beragam. Bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan singkat tanpa harus keluar kota, tiga destinasi tersebut menawarkan pengalaman berbeda dalam satu perjalanan. Mulai dari menikmati kemegahan arsitektur, merasakan suasana religi di tepi laut, hingga menyusuri koridor bersejarah yang tetap hidup di era modern.
(A/*)










