Khabaroo.com – Persebaya Surabaya memastikan satu tempat di partai final Piala Presiden Elite 2026 setelah menaklukkan Arema FC dengan skor tipis 1-0 pada semifinal yang berlangsung di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) malam WIB. Satu-satunya gol lahir dari sundulan Yuran Fernandes pada masa tambahan waktu babak pertama. Kemenangan ini mengantarkan Bajol Ijo bertemu Persib Bandung di laga puncak. Sehari sebelumnya, Maung Bandung lebih dulu memastikan tiket final usai menyingkirkan Persija Jakarta dengan skor 2-1 di stadion yang sama.
Persebaya Menekan Sejak Awal, Arema Sempat Kehilangan Gol
Persebaya langsung memperlihatkan ambisi sejak peluit kick-off di bunyikan. Tim asuhan Bernardo Tavares mengambil inisiatif serangan dan memaksa Arema FC bertahan lebih dalam. Dua peluang melalui situasi bola mati tercipta pada menit-menit awal setelah Miguel Pereira beberapa kali dilanggar di area berbahaya.
Tekanan tersebut belum langsung membuahkan hasil. Sebaliknya, Arema sempat mengejutkan lewat gol John Alfarizi pada menit ke-10. Namun, kegembiraan Singo Edan hanya berlangsung sesaat karena VAR memastikan sang pemain sudah berada dalam posisi offside sebelum bola bersarang ke gawang Ernando Ari.
Laga kemudian berkembang menjadi duel yang berlangsung keras. Intensitas tinggi membuat pelanggaran demi pelanggaran tak terhindarkan. Salah satu momen penting terjadi pada menit ke-37 ketika Matheus Blade melanggar Miguel Pereira. Wasit sempat mengeluarkan kartu merah, tetapi setelah meninjau tayangan VAR, hukuman di turunkan menjadi kartu kuning.
Pergantian Tavares Berbuah Manis, Yuran Jadi Penentu
Bernardo Tavares melakukan perubahan lebih cepat. Francisco Rivera masuk menggantikan Diogo Ramalho pada menit ke-27. Pergantian itu langsung meningkatkan kreativitas lini tengah Persebaya. Dampaknya terlihat menjelang turun minum. Pada menit ke-45+5, Rivera mengirimkan sepak pojok akurat ke kotak penalti. Yuran Fernandes memenangi duel udara dan melepaskan sundulan keras yang gagal di hentikan kiper Arema. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Singo Edan. Persebaya menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 sekaligus membawa momentum positif ke ruang ganti.
Kartu Merah Landis Mengubah Jalannya Pertandingan
Arema berusaha meningkatkan tempo permainan demi mengejar ketertinggalan. Tekanan sempat di berikan melalui sejumlah serangan cepat, tetapi pertahanan Persebaya tetap disiplin menjaga area pertahanan.
Momentum pertandingan berubah drastis pada menit ke-66. Landis mendapat kartu merah langsung setelah menghentikan Miguel Pereira yang berpeluang besar mencetak gol di depan kotak penalti. Keputusan tersebut membuat Arema harus bermain dengan 10 pemain hingga laga usai.
Unggul jumlah pemain membuat Persebaya semakin nyaman menguasai jalannya pertandingan. Bajol Ijo lebih banyak mengontrol penguasaan bola sekaligus memaksa Arema menguras tenaga untuk bertahan dan mengejar bola.
Final Sarat Gengsi Menanti Persebaya dan Persib
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan. Persebaya sukses mengamankan kemenangan sekaligus mengakhiri perlawanan Arema FC dalam duel yang berlangsung sengit sejak menit pertama. Hasil ini mempertemukan dua tim dengan performa paling konsisten sepanjang turnamen, yakni Persebaya Surabaya dan Persib Bandung. Final di prediksi berlangsung ketat karena kedua klub sama-sama menunjukkan efektivitas permainan, organisasi pertahanan yang solid, serta kemampuan memanfaatkan momentum di fase gugur.
(A/*)










