Khabaroo.com – Open Tournament Tenis Lapangan Piala Panglima TNI 2026, Turnamen yang di siapkan Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Kodau) I itu akan berlangsung pada 6–14 September 2026. Ajang tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Target penyelenggara cukup besar. Sekitar 500 atlet di harapkan turun ke lapangan, mulai dari petenis pemula, pemain dengan Peringkat Nasional Pelti (PNP), hingga atlet profesional.
Bukan Sekadar Turnamen Tenis
Pangkodau I Marsekal Muda TNI Erwin Sugiandi mengatakan turnamen ini di rancang sebagai ruang pertemuan antara TNI dan masyarakat. Menurut dia, olahraga menjadi salah satu cara untuk membangun interaksi yang lebih dekat. Tenis di pilih karena dapat di mainkan oleh masyarakat dari berbagai kelompok. “Ini bukti kemanunggalan TNI kepada rakyat, wujud interaksi TNI dengan masyarakat, dan TNI hadir di tengah rakyat,” kata Erwin dalam konferensi pers di Halim, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2026).
Ia juga menilai anggapan tenis sebagai olahraga eksklusif perlu di ubah, “Tenis bukan olahraga mahal, semua bisa memainkannya,” ujarnya. Pernyataan tersebut menjadi salah satu alasan turnamen di buka secara luas. Dengan begitu, kompetisi tidak hanya menjadi panggung bagi pemain elite, tetapi juga memberi kesempatan kepada petenis yang sedang membangun pengalaman.
Enam Venue Di siapkan
Skala turnamen membuat pertandingan tidak di pusatkan di satu lokasi. Panitia menyiapkan enam lapangan tenis di Jakarta dan sekitarnya, Lokasi tersebut meliputi Lapangan Tenis Kemhan, Lapangan Tenis Kodau I, Lapangan Tenis Rinjani Halim, Lapangan Tenis Kodiklatau, Lapangan Tenis Koopsudnas, serta Lapangan Tenis dr. Esnawan Antariksa. Pembukaan turnamen di jadwalkan berlangsung 8 September 2026 di Lapangan Tenis Kemhan. Panglima TNI di rencanakan hadir dalam agenda tersebut. Sementara itu, pertandingan secara keseluruhan berlangsung hingga 14 September.
Peta Persaingan Mulai Terbentuk
Kehadiran pemain dengan PNP juga di proyeksikan membuat persaingan semakin ketat, Panitia bahkan telah menghubungi sejumlah pemain yang berada di peringkat tinggi PNP. Beberapa di antaranya disebut telah menyatakan ketertarikan untuk ambil bagian, Komposisi slot pun di buat cukup besar.
Untuk sektor putra, tersedia 64 slot kualifikasi dan 64 slot babak utama. Sektor putri memiliki 32 slot kualifikasi dan 32 slot babak utama. Pertandingan tidak berhenti pada nomor tunggal. Panitia juga membuka nomor ganda putra, ganda putri, ganda campuran, serta ganda Perwira Tinggi (PATI). Format tersebut membuat turnamen memiliki ruang kompetisi yang lebih luas. Pemain muda dapat memperoleh pengalaman, sementara atlet berpengalaman mendapat kesempatan menguji kemampuan menghadapi lawan dari berbagai latar.
Rp500 Juta dan Peluang Ekonomi untuk UMKM
Hadiah total Rp500 juta menjadi salah satu magnet utama. Namun, penyelenggara juga ingin dampak turnamen terasa di luar garis lapangan. Area UMKM akan di siapkan di enam titik venue pertandingan. Pelaku usaha di sekitar lokasi di beri ruang untuk menawarkan produk dan jasa kepada peserta maupun penonton.
Skema ini membuat perhelatan olahraga memiliki efek ekonomi yang lebih luas. Ketika ratusan atlet, tim pendukung, keluarga, dan penonton bergerak dari satu venue ke venue lain, kebutuhan konsumsi dan layanan ikut meningkat. Dengan kata lain, pertandingan tidak hanya menghasilkan pemenang di lapangan. Ada peluang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut mendapatkan manfaat dari keramaian turnamen.
Pendaftaran Di buka hingga 1 September
Pendaftaran peserta masih di buka hingga 1 September 2026. Biaya yang di tetapkan panitia sebesar Rp500 ribu per orang. Setelah pendaftaran di tutup, peserta akan memasuki rangkaian pertandingan yang berlangsung mulai 6 September. Dengan target 500 atlet, enam venue, sejumlah kategori pertandingan, dan hadiah Rp500 juta, Open Tournament Tenis Lapangan Piala Panglima TNI 2026 di proyeksikan menjadi salah satu agenda olahraga yang cukup besar dalam rangkaian HUT ke-81 TNI.
Lebih jauh, turnamen ini membawa dua misi sekaligus. Di satu sisi, ada kompetisi dan pembinaan atlet. Di sisi lain, terdapat upaya membuka ruang interaksi antara TNI, masyarakat, dan pelaku UMKM. Jika target peserta tercapai, lapangan tenis di Jakarta dan sekitarnya akan menjadi titik temu ratusan atlet pada September mendatang. Bukan hanya untuk menentukan siapa yang terbaik, tetapi juga untuk memperluas ekosistem olahraga tenis di Indonesia.
(A/*)










