Khabaroo.com – Film Indonesia kembali menembus panggung internasional. Empat karya sineas Tanah Air masuk dalam program Busan International Film Festival (BIFF) 2026. BIFF 2026 akan menayangkan 315 film dari berbagai negara. Sebanyak 246 film berasal dari 59 negara, dengan 95 film menjalani pemutaran perdana di festival tersebut.
Dari daftar tersebut, empat film Indonesia masuk dalam sejumlah program kompetisi dan kurasi BIFF 2026.
1. IBUKU
IBUKU menjadi salah satu film Indonesia yang masuk kategori utama BIFF 2026. Film ini disutradarai Eddie Cahyono dan tercatat sebagai produksi kolaborasi Indonesia-Jepang. Christine Hakim menjadi pemeran utama. Ceritanya mengikuti seorang ibu yang berusaha menemui putrinya yang mendapat hukuman mati di Arab Saudi.
Sang putri menolak pertemuan tersebut. Luka dan pengkhianatan masa lalu membuat hubungan keduanya semakin rumit. Film ini juga mengangkat isu perempuan, hak asasi manusia, serta kehidupan pekerja migran.
2. Laut Bercerita
Laut Bercerita juga masuk kategori utama BIFF 2026, Yosep Anggi Noen menyutradarai film yang diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori tersebut. Ceritanya mengikuti Biru Laut, mahasiswa sekaligus aktivis yang memperjuangkan demokrasi pada era Orde Baru.
Perjuangannya berujung pada penculikan dan penghilangan secara paksa, Film ini akan menjalani world premiere di BIFF 2026 sebelum tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026. Reza Rahadian, Eva Celia, dan Dian Sastro menjadi bagian dari jajaran pemain.
3. Empat Musim Pertiwi
Empat Musim Pertiwi masuk program A Window on Asian Cinema, Kamila Andini menulis sekaligus menyutradarai film tersebut. Kisahnya berpusat pada Pertiwi, perempuan yang pulang ke kampung halaman setelah menjalani hukuman penjara selama 20 tahun.
Ia dipenjara karena membunuh pria yang mencoba memperkosanya. Kepulangannya kembali membuka trauma lama. Pertiwi juga harus menghadapi konflik keluarga dan stigma masyarakat. Putri Marino, Arya Saloka, dan Christine Hakim membintangi film ini.
4. αLPα
Film pendek αLPα berdurasi 19 menit, Dhiwangkara Seta menyutradarai film yang di bintangi Elang El Gibran dan Whani Darmawan tersebut. αLPα masuk program Wide Angle – Asian Short Film Competition.
Film ini bercerita tentang Banyu, vokalis punk yang di tangkap dan dikirim ke pusat rehabilitasi moral. Di sana, Banyu bertemu Deri, seorang ulama yang ternyata memiliki hubungan dengan masa lalunya. Banyu mencoba melawan sistem yang menahannya. Namun, upayanya mencari jalan keluar justru membawanya kembali kepada sosok yang paling ingin ia hindari.
Empat Film, Empat Isu Berbeda
Keempat film tersebut membawa cerita dengan tema yang beragam, IBUKU menyoroti keluarga, perempuan, HAM, dan pekerja migran. Laut Bercerita mengangkat demokrasi serta praktik penghilangan paksa. Sementara itu, Empat Musim Pertiwi berbicara tentang trauma dan stigma. αLPα menghadirkan cerita tentang kebebasan, sistem, dan masa lalu. Kehadiran empat film tersebut memperlihatkan semakin beragamnya cerita dari sineas Indonesia yang mendapat ruang di festival film Asia.
(A/*)










