Lobang Buaya: Saat Pembunuhan Misterius Membuka Luka Sejarah Indonesia

Teror pembunuhan dan ritual gelap menghantui Desa Lobang Buaya pada 1964.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 13:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lobang Buaya: Saat Pembunuhan Misterius Membuka Luka Sejarah Indonesia
(Foto: Film Lobang Buaya (1 Oktober 2026) karya Hanung Bramantyo
/rri/AI)

Lobang Buaya: Saat Pembunuhan Misterius Membuka Luka Sejarah Indonesia (Foto: Film Lobang Buaya (1 Oktober 2026) karya Hanung Bramantyo /rri/AI)

Khabaroo.com – Teror dalam Lobang Buaya, film horor terbaru Hanung Bramantyo, bergerak, Bukan sekadar menghadirkan sosok menyeramkan atau kejutan di tengah gelap, film ini mencoba membawa penonton masuk ke sebuah masa ketika ketakutan tidak hanya datang dari sesuatu yang tidak kasatmata, Ketakutan juga bisa lahir dari manusia. Film produksi Adhya Pictures dan Dapur Film tersebut telah merilis official trailer dan final poster. Lobang Buaya di jadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026.

Ketika Setiap Tanggal 30 Menjadi Ancaman

Dalam trailer, penonton di perkenalkan kepada Letnan Soegeng, di perankan Baskara Mahendra. Ia datang bukan sebagai pahlawan yang sudah mengetahui semua jawaban. Soegeng justru memasuki sebuah desa yang menyimpan terlalu banyak pertanyaan, Satu demi satu pembunuhan terjadi. Korban-korban di temukan dalam kondisi mengenaskan. Punggung mereka berlubang. Pada tubuh mereka terdapat sayatan dengan kata-kata seperti “Tamak”, “Lamis”, dan “Maruk”.

Jejak tersebut membuat kasus ini terasa lebih dari sekadar pembunuhan biasa, Ada pesan yang sengaja di tinggalkan.  seseorang yang ingin berbicara melalui kematian, Dan ada rahasia yang tampaknya sengaja di kubur.

Baskara Mahendra mengatakan perjalanan Soegeng akan membawa penonton mengikuti setiap petunjuk yang di temukan hingga perlahan mendekati sosok di balik pembunuhan berantai tersebut.

“Hantu Bolong” dan Desa yang Makin Di cekam Ketakutan

Warga membicarakan sosok bernama “Hantu Bolong”. Nama itu menyebar dari mulut ke mulut, Ketakutan ikut bergerak bersama cerita. Desa yang sebelumnya terasa biasa perlahan berubah menjadi ruang penuh kecurigaan, Tidak ada lagi kematian yang di anggap kebetulan. Di tengah suasana tersebut, Soegeng harus memisahkan antara rumor, bukti, dan sesuatu yang jauh lebih gelap. Namun, penyelidikan itu ternyata hanya satu lapis dari teror yang di hadapi Soegeng.

Baca Juga :  Jelang 10 Tahun BLACKPINK, Rumor Lisa Absen Merebak hingga YG Turun tangan

Gangguan Arwah Mengusik Rumah Tangga Soegeng

Masalah mulai merembet ke kehidupan pribadi Soegeng setelah ia menjalani kehidupan bersama istri barunya, Arum Wangi, yang di perankan Carissa Perusset. Arum mengalami gangguan dari arwah seorang perempuan, Bukan sekadar penampakan. Arwah tersebut menuntut sesuatu yang lebih mengerikan: bagian tubuhnya harus di kembalikan, Kemudian terdengar sebuah panggilan, Ronggeng.

Nama itu menjadi salah satu pintu menuju misteri yang lebih besar. Apa hubungan Arum dengan arwah tersebut? Mengapa ia dipanggil sebagai Ronggeng? Dan mengapa gangguan itu muncul bersamaan dengan rangkaian pembunuhan di desa? Perlahan, batas antara teror di desa dan teror di rumah Soegeng menjadi semakin kabur.

Hanung Bramantyo dan Horor yang Berasal dari Ketakutan Kolektif

Di tangan Hanung Bramantyo, horor dalam Lobang Buaya tidak berhenti pada hantu. Ada sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan manusia: kekuasaan, korupsi, ketidakadilan, dan penindasan. Hanung menggunakan latar 1964 sebagai ruang untuk menggali rasa takut yang muncul ketika masyarakat berhadapan dengan sejarah kelam.

Menurut Hanung, ada topik dalam sejarah Indonesia yang selama bertahun-tahun terasa tabu untuk dibicarakan. Ketika masyarakat mengingat kembali peristiwa 1965, kata yang muncul dalam benaknya adalah “horor”. Karena itu, ia memilih genre horor sebagai bahasa untuk menyampaikan kegelisahan tersebut. Dengan pendekatan ini, sosok menyeramkan dalam film bukan satu-satunya sumber ketakutan. Manusia sendiri bisa menjadi monster ketika kekuasaan digunakan untuk menekan, ketika keserakahan di biarkan, dan ketika seseorang kehilangan batas antara benar dan salah.

Tahun 1964 yang Menjadi Pintu Menuju Sejarah Kelam

Cerita berlangsung pada 1964, satu tahun sebelum pergolakan sejarah yang kemudian terjadi pada 1965. Di Desa Lobang Buaya, pembunuhan terhadap sejumlah tokoh desa menciptakan ketegangan yang semakin besar. Sementara itu, masyarakat mulai terpecah oleh ketakutan dan rumor, Dalam situasi seperti itu, sebuah ritual gelap kemudian menjadi bagian penting dari misteri.

Baca Juga :  Trailer Lobang Buaya Bongkar Teror Pembunuhan Berantai, Ada Hantu Bolong

Kekacauan di desa ternyata tidak berdiri sendiri, Begitu pula gangguan yang di alami Arum. Keduanya perlahan mengarah pada sebuah rahasia yang berkaitan dengan ritual berbahaya dan perubahan arah sejarah. Di sinilah Lobang Buaya mencoba menawarkan lebih dari sekadar pertanyaan “siapa hantunya?”. Film ini mengajak penonton bertanya lebih jauh: siapa yang menciptakan ketakutan, siapa yang memanfaatkannya, dan siapa yang akhirnya menjadi korban?

Poster yang Menyimpan Teka-Teki

Final poster film memperkuat kesan tersebut, Terlihat sebuah tangan misterius seolah menembus punggung berlubang seorang perempuan. Visual itu sederhana, tetapi mengandung banyak pertanyaan.

Siapa perempuan tersebut? Tangan siapa yang muncul dari balik tubuhnya? Dan apa hubungan lubang di punggung dengan rangkaian pembunuhan yang terjadi setiap tanggal 30? Jawabannya tentu belum di buka. Justru teka-teki itulah yang menjadi daya tarik utama menjelang penayangan film.

Menunggu Teror di Bioskop

Dengan perpaduan misteri pembunuhan, horor supranatural, ritual gelap, dan latar sejarah Indonesia, Lobang Buaya mencoba menempatkan ketakutan pada dua sisi, Di satu sisi, ada arwah dan teror yang tidak terlihat. Di sisi lain, ada ketakutan yang lahir dari manusia dan sistem yang mengitarinya, Keduanya bertemu di sebuah desa pada 1964, Dan ketika kalender mendekati tanggal 30, kematian kembali menunggu.

Lobang Buaya akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.

(A/*)

Berita Terkait

Jangan Nonton Sendirian! Ini Rekomendasi 6 Film Horor Terbaru Tayang September 2026
BIFF 2026 Digelar, 4 Film Indonesia Siap Bawa Cerita Tanah Air ke Asia
Trailer Lobang Buaya Bongkar Teror Pembunuhan Berantai, Ada Hantu Bolong
Drama Cinta Terlarang Son Ye Jin dan Ji Chang Wook, The Scandal Siap Bikin Tegang
Teror The Further Menggila, Insidious Raup Rp187 Miliar dalam Sehari
Cuma 10–16 Menit per Episode, Ini 7 Drama China yang Enak Buat Maraton
Never After Dark: Saat Medium Berhadapan dengan Teror Mengerikan
Drakor Baru Suzy Bikin Penasaran, Lee Jong Won Jadi Salah Satu Selirnya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:00 WIB

Jangan Nonton Sendirian! Ini Rekomendasi 6 Film Horor Terbaru Tayang September 2026

Kamis, 3 September 2026 - 14:00 WIB

BIFF 2026 Digelar, 4 Film Indonesia Siap Bawa Cerita Tanah Air ke Asia

Selasa, 1 September 2026 - 13:00 WIB

Lobang Buaya: Saat Pembunuhan Misterius Membuka Luka Sejarah Indonesia

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Trailer Lobang Buaya Bongkar Teror Pembunuhan Berantai, Ada Hantu Bolong

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Drama Cinta Terlarang Son Ye Jin dan Ji Chang Wook, The Scandal Siap Bikin Tegang

Berita Terbaru