Khabaroo.com, Sungai Penuh – Pengadilan Agama (PA) Sungai Penuh kembali menegaskan pentingnya disiplin dan integritas aparatur. Pesan itu di sampaikan dalam apel pagi rutin yang berlangsung di halaman kantor PA Sungai Penuh, Senin (24/8/2026). Apel di pimpin Mohammad Ilhamuna, S.H.I., M.H. Dalam amanatnya, ia tidak hanya menyoroti kedisiplinan pegawai, tetapi juga mengaitkannya dengan kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.
Disiplin Waktu Jadi Fondasi
Ilhamuna mengingatkan seluruh aparatur agar tidak menganggap ketepatan waktu sebagai sekadar kewajiban administratif. Kedisiplinan harus terlihat sejak mengikuti apel pagi hingga menjalankan seluruh jam kerja yang telah di tetapkan. Menurutnya, konsistensi tersebut menjadi bagian dari profesionalitas setiap pegawai. Pesan itu penting karena pelayanan publik berhubungan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan kepastian, kecepatan, dan prosedur yang jelas.
Zero Corruption Bukan Sekadar Slogan
Seluruh aparatur PA Sungai Penuh di minta menerapkan prinsip zero corruption dalam menjalankan tugas. Pegawai di tegaskan harus menolak gratifikasi, suap, serta berbagai bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Langkah tersebut menjadi penting bagi lembaga peradilan. Sekecil apa pun pelanggaran integritas dapat berdampak besar terhadap kepercayaan publik. pencegahan tidak cukup dilakukan setelah terjadi pelanggaran. Integritas harus menjadi kebiasaan dalam setiap proses pelayanan dan pengambilan keputusan.
Marwah Lembaga Di pertaruhkan
Ilhamuna juga mengingatkan pegawai untuk menjaga marwah PA Sungai Penuh, Setiap aparatur di minta menghindari perbuatan tercela yang berpotensi mencoreng nama baik lembaga. Sikap pegawai, baik ketika menjalankan tugas maupun saat berada di tengah masyarakat, turut menentukan citra institusi. Dengan kata lain, reputasi lembaga tidak hanya di bangun melalui prestasi. Perilaku aparatur juga menjadi bagian penting dari penilaian masyarakat.
SIPP dan e-Court Jadi Indikator Kinerja
Seluruh jajaran di minta mengoptimalkan sejumlah indikator, termasuk Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), e-Court, mediasi, serta indikator pelayanan lainnya. Ilhamuna menegaskan kepatuhan terhadap aturan menjadi pondasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan. “Setiap pegawai PA Sungai Penuh harus mengikuti aturan yang berlaku yang menjadi pondasi utama di dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Mohammad Ilhamuna. Dorongan tersebut sekaligus di arahkan untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi PA Sungai Penuh. Targetnya bukan sekadar menjalankan rutinitas, tetapi mendorong satuan kerja mencapai peringkat kinerja yang lebih tinggi.
Apel Berakhir, Pesan Integritas Berlanjut
Apel pagi berlangsung tertib dan lancar. Setelah kegiatan, seluruh peserta mengikuti pembacaan doa bersama sebelum memulai aktivitas dan pelayanan kepada masyarakat, Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pekerjaan aparatur peradilan tidak berhenti pada penyelesaian administrasi.
Ada kepercayaan publik yang harus di jaga. Ada standar pelayanan yang harus di penuhi. Dan ada integritas yang tidak boleh di tawar. PA Sungai Penuh, tiga hal itu—disiplin, integritas, dan kinerja—menjadi satu rangkaian. Ketiganya menentukan seberapa kuat lembaga mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan peradilan.
(A/*)










