Sering Minum Manis Tiap Hari? Risiko Kanker Lambung Bisa Naik 2,45 Kali

Minuman manis setiap hari dikaitkan dengan risiko kanker lambung 2,45 kali lebih tinggi.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 21:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sering Minum Manis Tiap Hari? Risiko Kanker Lambung Bisa Naik 2,45 Kali
(Foto: Pinterest/rri
/AI)

Sering Minum Manis Tiap Hari? Risiko Kanker Lambung Bisa Naik 2,45 Kali (Foto: Pinterest/rri /AI)

Khabaroo.com – Kanker lambung mungkin tidak sepopuler kanker payudara atau paru-paru. Namun, penyakit ini termasuk salah satu penyebab kematian akibat kanker di dunia. Di Indonesia, kasus kanker juga terus menjadi perhatian. Data Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) berdasarkan GLOBOCAN mencatat lebih dari 408.000 kasus baru kanker di Indonesia. Angka kematiannya mendekati 243.000 jiwa per tahun.

Kemenkes menilai perubahan gaya hidup ikut berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker. Konsumsi makanan olahan dan minuman manis menjadi salah satu kebiasaan yang perlu di perhatikan.

Faktor Risiko Kanker Lambung

Infeksi bakteri Helicobacter pylori, merokok, konsumsi alkohol berat, usia, dan jenis kelamin pria termasuk faktor risikonya, Pola makan juga berpengaruh. Asupan tinggi garam, seperti ikan asin, serta konsumsi daging yang di bakar hingga hangus dapat meningkatkan risiko. Sebaliknya, konsumsi buah dan sayuran dapat membantu memberikan efek perlindungan.

Kini, peneliti juga menyoroti konsumsi minuman berpemanis atau Sugar-Sweetened Beverages (SSB). Jenisnya beragam. Mulai dari soda reguler, minuman energi, hingga jus kemasan dengan kandungan nutrisi rendah.

Minuman Manis dan Risiko Kanker Lambung

Studi yang di publikasikan dalam jurnal Gastro Hep Advances menganalisis hubungan antara konsumsi minuman manis dan kanker lambung. Peneliti menggunakan data dari dua studi kesehatan besar di Amerika Serikat, yakni Nurses’ Health Study dan Health Professionals Follow-up Study. Kedua studi tersebut memantau lebih dari 112.000 partisipan selama puluhan tahun.

Baca Juga :  Ngantuk tapi Takut Kebanyakan Kopi? Coba 5 Minuman Ini

Para peserta melaporkan pola konsumsi makanan dan minuman melalui kuesioner setiap empat tahun. Peneliti juga memantau riwayat kesehatan mereka. Peneliti kemudian membagi minuman ke dalam dua kelompok. Pertama, minuman yang mengandung gula atau SSB. Kedua, minuman dengan pemanis buatan atau Artificially Sweetened Beverages (ASB).

Risiko Bisa 2,45 Kali Lebih Tinggi

Selama masa pemantauan, peneliti menemukan 278 kasus kanker lambung. Peserta yang mengonsumsi sedikitnya satu porsi minuman manis per hari, sekitar 240 mililiter, memiliki risiko kanker lambung 2,45 kali lebih tinggi di bandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Dengan kata lain, risikonya meningkat lebih dari 100 persen dalam analisis tersebut. Jika di lihat berdasarkan jenis kelamin, peningkatan risiko pada wanita mendekati tiga kali lipat. Sementara pada pria, risikonya meningkat hampir dua kali lipat.

Tidak Bergantung pada Infeksi H. pylori

Peneliti tidak menemukan bahwa hubungan tersebut bergantung pada infeksi H. pylori. Artinya, konsumsi minuman manis di kaitkan dengan risiko kanker lambung melalui jalur yang tidak bergantung pada keberadaan bakteri tersebut. Peneliti juga menyoroti fruktosa. Jenis gula ini banyak di temukan dalam berbagai minuman kemasan dan menunjukkan hubungan positif dengan kejadian kanker lambung dalam analisis penelitian. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan antara konsumsi minuman berpemanis buatan atau ASB dengan peningkatan risiko kanker lambung.

Baca Juga :  Waspada Kabut Asap Karhutla, Paparan Lama Bisa Picu Kanker Paru

Jangan Langsung Menyimpulkan Sebab-Akibat

Penelitian tersebut bersifat observasional. Studi seperti ini dapat menunjukkan hubungan atau asosiasi, tetapi belum bisa memastikan bahwa konsumsi minuman manis secara langsung menyebabkan kanker lambung. Jumlah kasus kanker lambung yang di temukan juga relatif terbatas, yakni 278 kasus. Karena itu, peneliti masih membutuhkan studi lanjutan untuk memperkuat temuan tersebut.

Kurangi Minuman Manis dari Kebiasaan Harian

Terlepas dari keterbatasan penelitian, mengurangi konsumsi gula tetap menjadi langkah yang masuk akal untuk menjaga kesehatan, Caranya tidak harus ekstrem. Jika terbiasa minum soda atau minuman manis setiap hari, mulai dengan mengganti satu porsinya menggunakan air putih atau teh tanpa gula. Perubahan kecil tersebut bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi asupan gula sekaligus membangun pola hidup yang lebih sehat.

(A/*)

Berita Terkait

Waspada Kabut Asap Karhutla, Paparan Lama Bisa Picu Kanker Paru
Ngantuk tapi Takut Kebanyakan Kopi? Coba 5 Minuman Ini
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 18:00 WIB

Waspada Kabut Asap Karhutla, Paparan Lama Bisa Picu Kanker Paru

Selasa, 1 September 2026 - 21:00 WIB

Sering Minum Manis Tiap Hari? Risiko Kanker Lambung Bisa Naik 2,45 Kali

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ngantuk tapi Takut Kebanyakan Kopi? Coba 5 Minuman Ini

Berita Terbaru