Harga Cabai Keriting di Kerinci Bertahan Rp20 Ribu, Petani Harap Tetap Stabil

Harga cabai Kerinci bertahan Rp18.000-Rp20.000 per kilogram.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Cabai Keriting di Kerinci Bertahan Rp20 Ribu, Petani Harap Tetap Stabil
(Foto: Desi Hermila
/rri/AI)

Harga Cabai Keriting di Kerinci Bertahan Rp20 Ribu, Petani Harap Tetap Stabil (Foto: Desi Hermila /rri/AI)

Khabaroo.com – Harga cabai merah keriting di Kabupaten Kerinci belum menunjukkan perubahan besar. Di tengah biaya produksi yang terus menjadi perhatian, petani di Kecamatan Gunung Tujuh masih menjual hasil panen pada kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Kondisi tersebut menjadi kabar yang relatif melegakan bagi petani. Harga itu dinilai masih cukup untuk menopang biaya yang di keluarkan sejak masa tanam hingga tanaman memasuki masa panen. Namun, persoalannya bukan sekadar berapa harga cabai hari ini. Bagi petani, kestabilan harga justru menjadi faktor penting untuk menentukan apakah usaha tani masih layak di lanjutkan pada musim berikutnya.

Harga di Pengecer Lebih Tinggi

Perbedaan harga terlihat ketika cabai bergerak dari tangan petani menuju pasar. Di tingkat pengecer, cabai merah keriting saat ini di pasarkan sekitar Rp25.000 per kilogram. Sementara itu, petani menerima harga sekitar Rp18.000-Rp20.000 per kilogram. Selisih tersebut mencerminkan adanya biaya distribusi dan aktivitas perdagangan sebelum cabai sampai ke konsumen.

Petani cabai, Nasri, mengatakan harga di tingkat petani saat ini masih tergolong sesuai dengan kondisi biaya produksi. “Untuk harga di tingkat petani saat ini berkisar Rp18.000 sampai Rp20.000 per kilogram. Kalau di tingkat pengecer, harganya sekitar Rp25.000 per kilogram,” kata Nasri, Minggu (23/8/2026).

Baca Juga :  Merah Putih Segera Berkibar, 30 Paskibraka Sungai Penuh Resmi Dikukuhkan

Biaya Produksi Jadi Perhitungan Utama

Di balik angka Rp18.000-Rp20.000 per kilogram, terdapat sejumlah pengeluaran yang harus di tanggung petani. Mulai dari pembelian bibit, pupuk, obat-obatan, hingga biaya perawatan tanaman. Karena itu, harga jual di tingkat petani tidak bisa di lihat hanya dari nominalnya. Ketika biaya produksi naik, margin keuntungan petani otomatis ikut tertekan meskipun harga cabai terlihat cukup tinggi.

Feby juga menilai harga cabai merah keriting saat ini masih sejalan dengan biaya produksi yang di keluarkan petani. Menurut dia, harga tersebut masih memberikan ruang bagi petani untuk menutup kebutuhan selama proses budidaya sampai panen. Persoalan mulai muncul jika harga bergerak terlalu tajam. Penurunan harga saat panen raya, misalnya, dapat membuat pendapatan petani menyusut setelah seluruh biaya produksi terlanjur di keluarkan.

Petani Tak Hanya Mengejar Harga Tinggi

Petani di Gunung Tujuh, harga tinggi bukan satu-satunya tujuan. Yang lebih di butuhkan adalah pasar yang stabil dan bisa di prediksi. Pasalnya, cabai merupakan komoditas yang sensitif terhadap perubahan pasokan dan permintaan. Ketika produksi melimpah, harga berpotensi tertekan. Sebaliknya, pasokan yang terbatas dapat mendorong harga naik dan memengaruhi pengeluaran konsumen. Situasi itu membuat petani harus menghadapi risiko sejak awal musim tanam. Modal sudah di keluarkan berbulan-bulan sebelumnya, sedangkan harga jual baru di ketahui ketika hasil panen masuk pasar.

Baca Juga :  Danau Kaco Kerinci, Pesona Aquarium Alami Tersembunyi di Tengah Hutan

Stabilitas Harga Menentukan Masa Depan Petani

Kondisi harga pada Minggu (23/8/2026) menunjukkan cabai merah keriting di tingkat petani Gunung Tujuh masih berada pada rentang Rp18.000-Rp20.000 per kilogram. Di tingkat pengecer, nilainya sekitar Rp25.000 per kilogram. Angka tersebut memang masih di nilai cukup menopang biaya produksi. Namun, keberlanjutan usaha tani tidak hanya di tentukan oleh harga pada satu hari.

Petani membutuhkan kepastian agar perhitungan modal, biaya perawatan, dan potensi keuntungan dapat dilakukan dengan lebih rasional. Jika harga terlalu mudah berfluktuasi, risiko kerugian akan kembali berada di pundak petani. Harapan utama petani cabai di Kerinci bukan sekadar mendapatkan harga setinggi-tingginya. Mereka membutuhkan harga yang stabil, pasar yang sehat, dan keuntungan yang cukup layak untuk membuat usaha tani tetap berjalan.

(A/*)

Berita Terkait

ISPU Sungai Penuh Tembus 106, Kabut Asap Ancam Kualitas Udara
Wawako Azhar Buka Persoalan Aset Daerah di Hadapan Komisi II DPR
Wako Alfin dan Pangdam XX/TIB Perkuat Koordinasi TNI-Pemda
Sungai Penuh Punya Ambisi Baru, 219 Ribu Bibit Kopi Mulai Mengubah Renah Kayu Embun
Kabut Asap Mengancam Sungai Penuh, Tiga Dinas Langsung Bergerak
Mobil Dinas Dinkes Kerinci Ditahan Saat Razia, Administrasi Kendaraan Jadi Sorotan
Pemkot Sungai Penuh Kembali Ketuk Pintu BNPB, Infrastruktur Bencana Jadi Prioritas
Kabut Asap Kembali Selimuti Kerinci, Ini Imbauan Disdik untuk Siswa
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:00 WIB

ISPU Sungai Penuh Tembus 106, Kabut Asap Ancam Kualitas Udara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Wawako Azhar Buka Persoalan Aset Daerah di Hadapan Komisi II DPR

Sabtu, 19 September 2026 - 10:00 WIB

Wako Alfin dan Pangdam XX/TIB Perkuat Koordinasi TNI-Pemda

Minggu, 13 September 2026 - 10:00 WIB

Sungai Penuh Punya Ambisi Baru, 219 Ribu Bibit Kopi Mulai Mengubah Renah Kayu Embun

Sabtu, 12 September 2026 - 11:00 WIB

Kabut Asap Mengancam Sungai Penuh, Tiga Dinas Langsung Bergerak

Berita Terbaru

Football Manager 27 Hadirkan Manajer Kursi Roda (Foto: duniagames)

Game

Football Manager 27 Hadirkan Manajer Kursi Roda

Rabu, 21 Okt 2026 - 09:07 WIB

Cheat NFS Most Wanted PC dan PS2 Lengkap (Foto: duniagames)

Game

Cheat NFS Most Wanted PC dan PS2 Lengkap

Rabu, 21 Okt 2026 - 07:02 WIB

Cheat GTA 3 PC dan PS2 Lengkap, Uang hingga Tank (Foto: duniagames)

Game

Cheat GTA 3 PC dan PS2 Lengkap, Uang hingga Tank

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:58 WIB

Agentic AI Makin Kompleks, AMD Andalkan EPYC Venice (Foto: telset/AI)

Teknologi

Agentic AI Makin Kompleks, AMD Andalkan EPYC Venice

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:00 WIB