Khabaroo.com – Kebutuhan listrik di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci terus bergerak naik. Bukan sekadar angka di atas kertas, pertumbuhan itu terlihat dari jumlah pelanggan PLN yang setiap tahun bertambah ratusan. Hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, jumlah pelanggan di wilayah kerja Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Sungai Penuh telah mencapai sekitar 87.000 pelanggan. Angka tersebut terus bertambah. Dalam setahun, PLN ULP Sungai Penuh mencatat kenaikan rata-rata sekitar 900 hingga 1.000 pelanggan.
Rumah Tangga Masih Mendominasi
Manajer ULP PLN Sungai Penuh, Eko Pitono, mengatakan mayoritas pelanggan baru berasal dari sektor rumah tangga. “Peningkatan pelanggan setiap tahunnya cukup signifikan, rata-rata sekitar 900 sampai 1.000 pelanggan dalam satu tahun. Mayoritas merupakan pelanggan rumah tangga,” kata Eko, Sabtu (22/8/2026).
Pertumbuhan ini menunjukkan kebutuhan listrik bukan lagi sekadar persoalan penerangan. Listrik menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kegiatan ekonomi dan pelayanan masyarakat. Jika tren penambahan pelanggan tersebut bertahan, beban pelayanan PLN juga akan ikut meningkat. Setiap sambungan baru membutuhkan jaringan yang mampu menyalurkan listrik secara aman dan stabil.
Koperasi Merah Putih hingga SPPG Ikut Mendorong Kebutuhan
Pertumbuhan pelanggan tidak hanya datang dari rumah tangga. Sejumlah fasilitas baru di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci juga membutuhkan sambungan listrik untuk menjalankan aktivitasnya. Di antaranya adalah Koperasi Merah Putih dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kehadiran fasilitas tersebut menambah titik kebutuhan energi di lapangan. Artinya, pertumbuhan konsumsi listrik berpotensi mengikuti perkembangan fasilitas pelayanan dan kegiatan ekonomi baru yang bermunculan di daerah. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa kebutuhan energi di wilayah tersebut semakin beragam. PLN tidak hanya menghadapi pertambahan jumlah pelanggan, tetapi juga harus mengantisipasi kebutuhan listrik dari fasilitas dengan aktivitas operasional yang berbeda.
87 Ribu Pelanggan Jadi Tantangan Baru PLN
Di balik pertumbuhan 87.000 pelanggan, ada pekerjaan besar yang harus dijaga PLN: memastikan listrik tetap tersedia ketika permintaan terus bertambah. Sebab, kenaikan jumlah pelanggan tidak boleh berhenti pada penambahan sambungan baru. Kualitas tegangan, keandalan jaringan, kecepatan pelayanan, serta kemampuan sistem menghadapi peningkatan beban menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Eko menyebut pertumbuhan pelanggan menjadi salah satu indikator bahwa kebutuhan masyarakat terhadap energi listrik terus meningkat. Situasi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi PLN ULP Sungai Penuh untuk menjaga ketersediaan dan pasokan listrik di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.
Pertumbuhan Pelanggan Harus Diikuti Keandalan
Pertumbuhan pelanggan pada akhirnya menjadi dua sisi mata uang. Di satu sisi, angka tersebut mencerminkan meningkatnya akses masyarakat terhadap listrik dan berkembangnya aktivitas di daerah. Namun di sisi lain, semakin banyak pelanggan berarti semakin besar pula tuntutan terhadap sistem kelistrikan.
PLN ULP Sungai Penuh terus berupaya memenuhi kebutuhan listrik masyarakat seiring pertumbuhan pelanggan. Langkah tersebut diperlukan agar ekspansi layanan tidak mengorbankan kualitas pelayanan. Dengan jumlah pelanggan yang kini mendekati 87.000, tantangan berikutnya bukan sekadar mengejar angka sambungan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap pelanggan mendapatkan listrik yang andal, efisien, dan berkelanjutan.
(A/*)










