Khabaroo.com, SUNGAI PENUH — Nuansa merah putih mulai memenuhi pesanan batik di Kota Sungai Penuh, Jambi, menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Bukan sekadar kain untuk upacara. Batik bernuansa kemerdekaan kini di buru warga untuk berbagai kegiatan sepanjang Agustus, mulai dari perlombaan, pertemuan, hingga acara seremonial.
Situasi itu ikut di rasakan pengrajin Batik Daun Sirih, Sestati Emika. Menurutnya, momentum HUT Kemerdekaan hampir selalu membawa kenaikan permintaan terhadap produk batik lokal. “Permintaan biasanya meningkat menjelang HUT RI. Motif merah putih paling banyak di minati karena sesuai dengan suasana kemerdekaan,” ujar Sestati, 8 Agustus 2026.
Produksi Naik, Pesanan Terus Berdatangan
Lonjakan permintaan mulai terlihat ketika masyarakat bersiap mengikuti berbagai agenda perayaan kemerdekaan. Motif merah putih menjadi salah satu pilihan utama. Perpaduan kedua warna tersebut di nilai memberikan kesan nasionalisme yang kuat ketika di kenakan.
Kenaikan permintaan bahkan membuat kapasitas produksi Batik Daun Sirih harus di tambah. Sestati mencatat, pesanan menjelang HUT ke-81 RI meningkat sekitar 20 hingga 30 persen di bandingkan kondisi normal.
Perubahan itu terlihat dari jumlah kain yang di produksi setiap hari. Dalam kondisi biasa, Sestati memproduksi sekitar 20 lembar kain batik per hari. Menjelang puncak perayaan kemerdekaan, produksinya meningkat menjadi sekitar 30 hingga 50 helai per hari. Angka tersebut menunjukkan bagaimana momentum nasional turut menciptakan efek langsung bagi pelaku usaha batik di daerah.
Tengkuluk Merah Putih Ikut Di buru
Produk pelengkap seperti tengkuluk dengan motif dan nuansa merah putih juga ikut masuk daftar pesanan pelanggan. Pilihan tersebut memperluas penggunaan produk batik lokal dalam berbagai kegiatan kemerdekaan. Masyarakat tidak hanya mencari pakaian, tetapi juga aksesori yang dapat memperkuat nuansa merah putih.
Bagi pengrajin, meningkatnya permintaan menjadi peluang untuk menggenjot penjualan sekaligus memperkenalkan identitas batik Sungai Penuh kepada konsumen. Namun, kenaikan produksi juga menuntut pengrajin bekerja lebih cepat untuk mengejar pesanan yang terus masuk sebelum rangkaian perayaan 17 Agustus berlangsung.
Harga Batik Daun Sirih Tembus Rp1,5 Juta
Batik Daun Sirih menyediakan beragam motif dengan tingkat kerumitan yang berbeda. Perbedaan proses pengerjaan tersebut membuat harga kain bervariasi. Sestati memasarkan batiknya mulai dari Rp150.000 hingga Rp1,5 juta per helai, Harga di tentukan berdasarkan motif, tingkat kesulitan, serta proses pembuatan kain. Dengan meningkatnya permintaan menjelang HUT RI, momentum Agustus bukan hanya menjadi perayaan nasional. Bagi pengrajin Sungai Penuh, bulan kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan produksi, mengejar omzet, sekaligus membawa batik khas daerah semakin di kenal.
Fakta Penting
- Kenaikan permintaan : sekitar 20–30 persen.
- Produksi normal : sekitar 20 lembar per hari.
- Produksi menjelang HUT RI : 30–50 helai per hari.
- Produk yang di minati : batik dan tengkuluk bernuansa merah putih.
- Harga batik : Rp150.000–Rp1,5 juta per helai.
- Lokasi pengrajin : Kota Sungai Penuh, Jambi.
- Momentum : HUT ke-81 Republik Indonesia.
- Tanggal keterangan : 8 Agustus 2026.
(A/*)










