Jambi Ukir Prestasi Nasional, Al Haris: Jangan Cepat Berpuas Diri

Apresiasi Kemendagri untuk Jambi atas Program 3 Juta Rumah dan bedah 250 rumah.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi Ukir Prestasi Nasional, Al Haris: Jangan Cepat Berpuas Diri
(Foto: dki-pj/infojambi/AI)

Jambi Ukir Prestasi Nasional, Al Haris: Jangan Cepat Berpuas Diri (Foto: dki-pj/infojambi/AI)

Khabaroo.com, JAMBI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi meraih penghargaan dalam Anugerah Pemerintah Daerah Berprestasi Batch 2 Regional Sumatera yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Ballroom Hotel Radisson Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026) malam. Gubernur Jambi Al Haris hadir langsung menerima penghargaan tersebut. Pemprov Jambi dinilai berprestasi dalam kategori implementasi Program 3 Juta Rumah, salah satunya melalui program bedah rumah sebanyak 250 unit.

Penghargaan itu bukan sekadar seremoni. Di balik angka 250 rumah, terdapat persoalan mendasar yang sedang coba di jawab pemerintah daerah: bagaimana memastikan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki tempat tinggal yang lebih layak. Al Haris menilai capaian tersebut patut disyukuri. Namun, ia mengingatkan jajarannya agar tidak menjadikan penghargaan sebagai alasan untuk berhenti bekerja. “Tentu ini menjadi motivasi dan semangat untuk kami semua untuk bekerja lebih giat ke depannya.”

Bukan Hanya Soal Rumah

Menurut Al Haris, pekerjaan pemerintah daerah masih jauh dari selesai. Akses pendidikan, layanan bagi masyarakat miskin, lingkungan hidup hingga persoalan persampahan menjadi sejumlah bidang yang harus terus di benahi. Ia menegaskan penghargaan nasional tersebut justru harus menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pemerintah Provinsi Jambi, kata dia, akan mempertahankan capaian yang telah di raih sekaligus mencari ruang perbaikan di lapangan. Langkah itu membutuhkan kerja bersama, bukan hanya mengandalkan pemerintah provinsi. “Ke depan, kita kembali membenahi apa-apa yang perlu di benahi di lapangan nantinya menyangkut apa-apa yang menjadi urgent di tengah masyarakat.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penghargaan di tempatkan sebagai titik evaluasi, bukan garis akhir.

Kota Jambi, Sungai Penuh, dan Kerinci Ikut Berprestasi

Capaian Jambi pada ajang tersebut tidak berdiri sendiri. Sejumlah pemerintah daerah di Provinsi Jambi juga memperoleh apresiasi. Kota Jambi, Kota Sungai Penuh, dan Kabupaten Kerinci menjadi daerah yang turut menerima penghargaan. Al Haris secara khusus menyampaikan apresiasi kepada ketiga daerah tersebut. Ia menyebut kerja pemerintah kabupaten dan kota menjadi bagian penting dari capaian Jambi secara keseluruhan.

Baca Juga :  Cegah Kekerasan hingga Perkawinan Anak, Pemkot Sungai Penuh Perkuat Sinergi

Khusus Kota Sungai Penuh, penghargaan tersebut menjadi capaian yang kembali terulang. “Saya juga bangga dengan Kota Sungai Penuh, Kota Jambi dan Kerinci yang bekerja luar biasa sehingga menerima apresiasi. Ini Kota Sungai Penuh sudah yang kedua kalinya.” Pemprov Jambi, keberhasilan daerah tidak cukup di ukur dari satu penghargaan. Tantangan berikutnya adalah memastikan kinerja tersebut terasa dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Mengapa Program Rumah Menjadi Sorotan?

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi Ariansyah menjelaskan, penghargaan untuk Pemprov Jambi berkaitan dengan komitmen dan kinerja daerah dalam mendukung implementasi Program 3 Juta Rumah. Fokusnya adalah penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat. Penilaian tidak hanya melihat jumlah rumah yang di bangun atau di perbaiki. Ada beberapa aspek yang menjadi perhatian, mulai dari dukungan kebijakan daerah, percepatan penyediaan perumahan hingga tata kelola pembangunan permukiman yang berkelanjutan.

“Inovasi daerah menjadi nilai tambah dalam menghadirkan solusi penyediaan hunian yang kolaboratif dan berdampak,” kata Ariansyah. Artinya, pemerintah daerah di tuntut tidak sekadar menjalankan program secara administratif. Kebijakan perumahan harus menghasilkan perubahan nyata bagi warga yang membutuhkan.

Kemendagri Dorong Persaingan Sehat Antar-Daerah

Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian mengatakan pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah berprestasi merupakan bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar daerah terus meningkatkan kinerja. Menurut Tito, pemerintah membutuhkan mekanisme yang mampu menyeimbangkan evaluasi dengan penghargaan. Daerah yang menunjukkan kinerja terbaik perlu mendapatkan pengakuan agar dapat menjadi pemacu bagi daerah lainnya.

Baca Juga :  Bunda PAUD Sungai Penuh Bacakan Cerita, Dorong Anak Gemar Membaca Sejak Dini

“Ini dalam rangka memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang berprestasi,” ujar Tito. Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni menjelaskan bahwa ajang tersebut juga di rancang untuk mendorong kompetisi sehat antarpemerintah daerah.

Penilaian dilakukan secara regional. Tujuannya agar daerah dapat di bandingkan secara lebih adil dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal masing-masing. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah tidak hanya di dorong mengejar penghargaan. Mereka juga di tuntut memperbaiki kualitas pelayanan publik dan memastikan pembangunan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Penghargaan Jadi Modal, Bukan Garis Akhir

Capaian Pemprov Jambi dalam ajang nasional tersebut memberikan sinyal bahwa sejumlah program daerah mulai mendapat pengakuan di tingkat nasional, Namun, pekerjaan rumah tetap besar. Bedah 250 unit rumah merupakan bagian dari upaya memperluas akses hunian layak. Setelah penghargaan di terima, tantangan berikutnya adalah menjaga kesinambungan program, memperluas manfaat, dan memastikan masyarakat yang paling membutuhkan tidak tertinggal.

Di sisi lain, penghargaan bagi Kota Jambi, Kota Sungai Penuh, dan Kabupaten Kerinci menunjukkan bahwa kinerja pembangunan di Jambi tidak hanya bertumpu pada pemerintah provinsi, Sinergi antardaerah menjadi faktor penting. Al Haris pun memilih menjadikan penghargaan tersebut sebagai penyemangat untuk bekerja lebih keras. Pesannya jelas: prestasi boleh di rayakan, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti.

(A/*)

Berita Terkait

Bunda PAUD Sungai Penuh Bacakan Cerita, Dorong Anak Gemar Membaca Sejak Dini
Razia Pajak Kendaraan Mulai Digelar di Kerinci, Ini Jadwal dan Lokasinya
Cegah Stunting dari Sekolah, SMPN 8 Sungai Penuh Sudah 8 Kali Salurkan Bantuan 3S
Dua Siswa SMP Kerinci Tembus OSN Nasional, Buktikan Talenta Daerah Tak Kalah
Kejuaraan Menembak di Kerinci Buka Jalan Bibit Muda Jambi Menuju Panggung Nasional
Monadi Tegaskan APBD Kerinci Tak Boleh Berhenti di Atas Kertas
Swasembada Pangan Dikebut, DPKPP Sungai Penuh Fokus Perluas Lahan Tanam
Kejari Sungai Penuh Kunci 2 Tersangka Kasus Damkar, Kerugian Negara Capai Rp1,37 Miliar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 11:00 WIB

Bunda PAUD Sungai Penuh Bacakan Cerita, Dorong Anak Gemar Membaca Sejak Dini

Kamis, 3 September 2026 - 10:00 WIB

Razia Pajak Kendaraan Mulai Digelar di Kerinci, Ini Jadwal dan Lokasinya

Rabu, 2 September 2026 - 10:00 WIB

Cegah Stunting dari Sekolah, SMPN 8 Sungai Penuh Sudah 8 Kali Salurkan Bantuan 3S

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

Dua Siswa SMP Kerinci Tembus OSN Nasional, Buktikan Talenta Daerah Tak Kalah

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Kejuaraan Menembak di Kerinci Buka Jalan Bibit Muda Jambi Menuju Panggung Nasional

Berita Terbaru