Lari Tanpa Pelat, Adidas Hyperboost Edge Tawarkan Sensasi Baru

Sepatu lari harian ringan dengan bantalan responsif

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lari Tanpa Pelat, Adidas Hyperboost Edge Tawarkan Sensasi Baru
(Foto: adidas/rri
/AI)

Lari Tanpa Pelat, Adidas Hyperboost Edge Tawarkan Sensasi Baru (Foto: adidas/rri /AI)

Khabaroo.com – Adidas melalui Hyperboost Edge,  Sepatu lari terbaru ini di rancang untuk pelari yang menginginkan perpaduan kenyamanan dan responsivitas tanpa harus menggunakan pelat kaku seperti yang umum di temukan pada sejumlah sepatu lari performa tinggi. Dengan tiga teknologi utama—Hyperboost Pro, PRIMEWEAVE, dan LIGHTTRAXION—Hyperboost Edge membawa pendekatan berbeda ke segmen sepatu lari harian.

Mengandalkan Busa, Bukan Pelat

Hyperboost Edge menjadi sepatu lari ringan pertama adidas yang menggunakan konstruksi non-plated. Artinya, sepatu ini tidak mengandalkan pelat untuk menciptakan dorongan tambahan. Sebaliknya, adidas memanfaatkan teknologi busa terbaru yang di rancang mengikuti gerakan alami kaki ketika berlari. Pendekatan tersebut membuat pijakan terasa lebih fleksibel. Pelari tetap memperoleh respons energi tanpa kehilangan karakter gerakan kaki yang natural.

Bobotnya pun relatif ringan, yakni sekitar 255 gram. Bagi pelari, angka tersebut bukan sekadar spesifikasi. Sepatu yang lebih ringan dapat memberikan sensasi berbeda ketika digunakan untuk menempuh jarak lebih panjang, terutama saat kaki mulai terasa lelah. GM adidas Running, Patrick Nava, menyebut Hyperboost Edge sebagai bagian dari upaya adidas menggabungkan tiga elemen utama dalam satu sepatu: bantalan, energi, dan bobot ringan.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang benar-benar transformatif bagi para pelari,” ujar Patrick Nava dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026). Menurut dia, kombinasi tersebut membuat Hyperboost Edge terasa ringan saat digunakan, tetap responsif pada setiap langkah, sekaligus memberikan bantalan ketika kaki menyentuh permukaan. Adidas juga melihat teknologi Hyperboost Pro sebagai awal dari pengembangan produk performa lainnya.

Hyperboost Pro Jadi Jantung Performa

Teknologi Hyperboost Pro foam, Material busa ini menjadi bagian utama sistem bantalan Hyperboost Edge. Adidas mengadaptasi karakter midsole sepatu balap kelas elite, lalu mengembangkannya agar dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari latihan rutin hingga sesi lari dengan jarak tempuh tinggi. Midsole Hyperboost Edge memiliki tinggi sekitar 45 mm pada area tumit, dengan selisih ketinggian 6 mm antara bagian belakang dan depan kaki. Konfigurasi tersebut di rancang untuk memberikan bantalan yang empuk sekaligus menghadirkan sensasi pengembalian energi ketika kaki meninggalkan permukaan.

Baca Juga :  Lagi Cari Kuliner Nusantara? Ini 5 Restoran Indonesia Terbaik di Jakarta

Namun, adidas tidak hanya mengandalkan klaim teknologi. Pengembangan Hyperboost Pro melibatkan pengujian laboratorium adidas dan riset konsumen bersama German Sport University Cologne. Studi tersebut melibatkan 60 pelari. Sebanyak 73 persen pelari lebih menyukai kemampuan Hyperboost Edge dalam mengembalikan energi saat berlari. Kemudian, 77 persen peserta merasakan bantalan yang lebih lembut. Lebih dari separuh peserta juga memilih Hyperboost Edge karena tingkat kenyamanannya.

Mayoritas peserta menilai pengalaman berlari menggunakan sepatu tersebut lebih baik secara keseluruhan di bandingkan sepatu yang biasa mereka gunakan. Angka-angka itu memperlihatkan arah yang ingin di tuju adidas: membuat sepatu latihan yang tidak terasa berat, tetapi tetap mampu memberikan respons ketika tempo lari meningkat.

PRIMEWEAVE Membungkus Kaki

Teknologi Hyperboost Pro menjadi pusat perhatian, tetapi pengalaman berlari tidak hanya di tentukan oleh midsole. Adidas menyematkan PRIMEWEAVE pada bagian upper. Material ini di buat ringan dan lembut agar kaki tetap mendapatkan rasa nyaman sekaligus dukungan ketika bergerak, Di area tumit terdapat heel pods terintegrasi.

Fungsinya sederhana, tetapi penting. Komponen tersebut memberikan bantalan tambahan sekaligus membantu menjaga kaki tetap stabil di dalam sepatu. Dengan begitu, rasa nyaman tidak hanya muncul ketika sepatu pertama kali di kenakan. Dukungan tersebut di rancang tetap terasa ketika kaki mulai bekerja lebih keras.

LIGHTTRAXION Menjaga Pijakan

LIGHTTRAXION, Teknologi ini mengambil inspirasi dari sepatu balap adidas. Materialnya membentang dari area tumit hingga ujung kaki dengan konstruksi yang di buat ringan. Tujuannya adalah menjaga traksi sekaligus mempertahankan kestabilan pijakan.

Adidas mencoba membawa karakter performa lini Adizero ke sepatu lari harian. Hasilnya bukan sekadar outsole yang tipis, tetapi bagian bawah sepatu yang di rancang agar pelari tetap percaya diri ketika berpindah permukaan. Bagi pelari jalanan, detail seperti ini terasa penting. Sebab, rute lari tidak selalu sempurna. Ada aspal kasar, permukaan licin, perubahan tekstur, hingga tikungan yang memaksa kaki bekerja lebih keras.

Baca Juga :  Rekomendasi Sepatu Kiprun dengan Bantalan Empuk, Cocok untuk Pelari Pemula hingga Pro

Desain Tebal dengan Sentuhan Futuristis

Secara visual, Hyperboost Edge tampil cukup berbeda. Midsole berukuran besar dan mengembang mengambil inspirasi dari bentuk industrial. Teknologi Hyperboost Pro sengaja menjadi pusat perhatian di bawah kaki, Ada pula detail yang cukup mencolok. Untuk pertama kalinya pada sepatu lari adidas, ikon Three Stripes di tempatkan secara bertumpuk pada bagian midsole. Penempatan tersebut sekaligus menjadi penanda visual terhadap teknologi yang menjadi sumber performa sepatu.

Sementara itu, upper hadir dengan pendekatan lebih minimalis. Detailnya di buat bersih dengan lubang tali tersembunyi dan sejumlah elemen ringan yang direkatkan langsung. Kesannya modern, futuristis, tetapi tidak berlebihan. Sepatu ini seolah ingin mengatakan satu hal: teknologi tidak harus selalu tampil rumit untuk terlihat serius.

Harga Adidas Hyperboost Edge

Adidas Hyperboost Edge di banderol US$200, atau sekitar Rp3,6 juta berdasarkan kurs yang digunakan dalam informasi peluncuran. Untuk rilisan perdana, adidas menghadirkannya dalam pilihan warna merah. Pelari yang ingin mencobanya dapat memperoleh Hyperboost Edge melalui outlet resmi adidas maupun situs adidas.com. Adidas juga menyiapkan pilihan warna baru serta rangkaian peluncuran berikutnya untuk memperluas lini Hyperboost.

Pada akhirnya, Hyperboost Edge bukan sekadar upaya membuat sepatu yang lebih ringan. Adidas sedang menguji sebuah pertanyaan yang menarik: bisakah sepatu lari harian memberikan bantalan empuk dan pengembalian energi tanpa harus bergantung pada pelat? Hyperboost Edge menjadi jawabannya untuk saat ini. Dan bagi pelari yang terbiasa mengejar jarak di jalanan, jawabannya mungkin baru benar-benar terasa ketika langkah pertama mulai menyentuh aspal.

(A/*)

Berita Terkait

Cara Sembunyikan File di Android dengan Mudah, Bisa Pakai Folder Aman
Bukan Asli Jepang? Ini Jejak Sejarah Ramen hingga Mendunia
EIGER Nature, Destinasi Baru di Bogor yang Mengajak Wisatawan Lebih Dekat dengan Alam
Lagi Cari Kuliner Nusantara? Ini 5 Restoran Indonesia Terbaik di Jakarta
Update Harga HP OPPO Agustus 2026, Cek Reno16, Find X9 Ultra hingga A Series
Rekomendasi Sepatu Kiprun dengan Bantalan Empuk, Cocok untuk Pelari Pemula hingga Pro
HUT RI Makin Meriah! Ini 3 Makanan Tradisional yang Jadi Favorit Saat 17 Agustus 2026
Timothy Astandu Cetak Sejarah, Jadi Orang Indonesia Pertama yang Menjelajahi 197 Negara
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Cara Sembunyikan File di Android dengan Mudah, Bisa Pakai Folder Aman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Bukan Asli Jepang? Ini Jejak Sejarah Ramen hingga Mendunia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:00 WIB

EIGER Nature, Destinasi Baru di Bogor yang Mengajak Wisatawan Lebih Dekat dengan Alam

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Lari Tanpa Pelat, Adidas Hyperboost Edge Tawarkan Sensasi Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Lagi Cari Kuliner Nusantara? Ini 5 Restoran Indonesia Terbaik di Jakarta

Berita Terbaru