HUT RI Makin Meriah! Ini 3 Makanan Tradisional yang Jadi Favorit Saat 17 Agustus 2026

Tiga kuliner khas Nusantara yang menjadi simbol persatuan dan kebersamaan saat perayaan 17 Agustus.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

HUT RI Makin Meriah! Ini 3 Makanan Tradisional yang Jadi Favorit Saat 17 Agustus 2026
(Foto: iStock/detik
/AI)

HUT RI Makin Meriah! Ini 3 Makanan Tradisional yang Jadi Favorit Saat 17 Agustus 2026 (Foto: iStock/detik /AI)

Khabaroo.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tak pernah lepas dari semangat gotong royong. Di balik kemeriahan upacara bendera, perlombaan rakyat, hingga malam tirakatan, ada satu tradisi yang terus bertahan dari generasi ke generasi: menyajikan makanan khas daerah sebagai simbol kebersamaan. Tradisi itu bukan sekadar pelengkap acara. Di banyak daerah, hidangan khas menjadi bagian penting dari perayaan karena menghadirkan suasana hangat saat keluarga, tetangga, dan masyarakat berkumpul menikmati hasil perjuangan dalam suasana penuh syukur.

Mengutip informasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sejumlah makanan tradisional hampir selalu hadir dalam peringatan 17 Agustus. Setiap sajian membawa filosofi yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkuat nilai persatuan.

Tumpeng, Simbol Syukur yang Tak Pernah Absen

Di Pulau Jawa, tumpeng masih menjadi hidangan utama dalam berbagai perayaan, termasuk HUT RI. Nasi berbentuk kerucut itu biasanya di sajikan bersama ayam ingkung, telur pindang, urap sayur, hingga tempe orek. Kehadiran tumpeng bukan tanpa alasan. Bentuknya melambangkan rasa syukur kepada Tuhan, sedangkan lauk-pauknya menggambarkan keberagaman yang hidup berdampingan dalam satu kesatuan. Filosofi tersebut sejalan dengan semangat kemerdekaan yang menempatkan persatuan sebagai fondasi bangsa. Tak heran jika banyak lingkungan masyarakat menjadikan prosesi pemotongan tumpeng sebagai pembuka acara peringatan 17 Agustus.

Baca Juga :  Drama Klasik! Persib Singkirkan Persija dan Amankan Tiket Final Piala Presiden 2026

Rendang dan Gulai, Cita Rasa Rempah yang Menghangatkan Perayaan

Di Sumatera, terutama dalam tradisi masyarakat Minangkabau, rendang menjadi hidangan istimewa yang hampir selalu hadir pada momen besar. Saat perayaan kemerdekaan, rendang kerap di sandingkan dengan gulai kambing sebagai menu utama.

Keduanya di kenal memiliki cita rasa rempah yang kuat dan proses memasak yang panjang. Hal itu mencerminkan kesabaran, ketekunan, serta kekayaan rempah Nusantara yang telah menjadi identitas kuliner Indonesia. Di sajikan bersama nasi hangat, rendang dan gulai tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mempererat kebersamaan di meja makan.

Coto Makassar dan Pisang Ijo, Perpaduan Gurih dan Manis dari Timur Indonesia

Semangat kemerdekaan juga terasa di Sulawesi Selatan melalui sajian Coto Makassar dan pisang ijo. Kedua kuliner tersebut kerap hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat saat memperingati 17 Agustus.

Baca Juga :  Redmi 17 5G Siap Meluncur? Ini Bocoran Spesifikasi Lengkap yang Bikin Penasaran

Coto Makassar menawarkan kuah kaya rempah dengan cita rasa gurih yang khas. Sementara itu, pisang ijo memberikan sensasi segar lewat perpaduan pisang, sirup manis, dan kuah santan. Perpaduan hidangan gurih dan manis itu menjadi simbol keberagaman cita rasa Indonesia yang mampu menyatukan masyarakat dalam suasana penuh kehangatan.

Kuliner Tradisional Jadi Penjaga Warisan Budaya

Perayaan HUT RI bukan hanya tentang mengenang sejarah perjuangan bangsa. Momen ini juga menjadi ruang untuk menjaga tradisi yang di wariskan turun-temurun, termasuk melalui makanan khas dari berbagai daerah. Di tengah derasnya arus kuliner modern, keberadaan tumpeng, rendang, gulai, Coto Makassar, hingga pisang ijo menunjukkan bahwa warisan kuliner Nusantara tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Kehadirannya tidak hanya melengkapi perayaan, tetapi juga mengingatkan bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan yang menyatukan Indonesia.

(A/*)

Berita Terkait

Karhutla Mengancam, Komisi XII Minta Peringatan Dini Diperkuat
Bapanas Dapat Suntikan Rp16,79 Triliun untuk Jaga Harga Pangan 2027
Gelar Kehormatan Sejumlah Tokoh Dibahas Prabowo dan Fadli Zon di Hambalang
Fadli Zon Soroti 1.931 Konten Budaya: Museum dan Sejarah Kini Dibawa ke Media Sosial
Karhutla Mengganas, Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Masuk Kategori Berbahaya
Cara Sembunyikan File di Android dengan Mudah, Bisa Pakai Folder Aman
Karhutla Kalimantan Meluas, Polutan Diprediksi Bergerak ke Utara
Bukan Asli Jepang? Ini Jejak Sejarah Ramen hingga Mendunia
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 07:00 WIB

Karhutla Mengancam, Komisi XII Minta Peringatan Dini Diperkuat

Kamis, 3 September 2026 - 08:00 WIB

Bapanas Dapat Suntikan Rp16,79 Triliun untuk Jaga Harga Pangan 2027

Rabu, 2 September 2026 - 08:00 WIB

Gelar Kehormatan Sejumlah Tokoh Dibahas Prabowo dan Fadli Zon di Hambalang

Selasa, 1 September 2026 - 07:00 WIB

Fadli Zon Soroti 1.931 Konten Budaya: Museum dan Sejarah Kini Dibawa ke Media Sosial

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Karhutla Mengganas, Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Masuk Kategori Berbahaya

Berita Terbaru