UMKM Mendominasi QRIS, BI Ungkap Potensi Besar di Balik 96,68% Merchant

QRIS digunakan 65,77 juta pengguna; 96,68% merchantnya adalah UMKM.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

UMKM Mendominasi QRIS, BI Ungkap Potensi Besar di Balik 96,68% Merchant
(Foto: Dok. Bank Indonesia
/indowork/AI)

UMKM Mendominasi QRIS, BI Ungkap Potensi Besar di Balik 96,68% Merchant (Foto: Dok. Bank Indonesia /indowork/AI)

Khabaroo.com – Bank Indonesia (BI) menunjukkan skala adopsinya sudah sangat besar, Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS mencapai 65,77 juta. Sementara itu, terdapat 44,86 juta merchant yang telah menerima pembayaran melalui QRIS, Yang paling menarik, 96,68 persen merchant QRIS merupakan UMKM. Angka tersebut menunjukkan bahwa QRIS bukan hanya infrastruktur pembayaran digital. Bagi pelaku usaha kecil, QRIS mulai berfungsi sebagai pintu masuk menuju ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang lebih luas.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan QRIS kini telah berkembang melampaui fungsi awalnya sebagai alat pembayaran. “QRIS bukan lagi sekadar alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal, tetapi QRIS sudah menjadi pintu masuk utama, entry point, bagi UMKM ke dalam ekosistem keuangan digital.”

Dari Transaksi ke Akses Pembiayaan

Transaksi digital menghasilkan jejak data. Jika pencatatan usaha dilakukan secara konsisten dan dikelola dengan baik, data tersebut berpotensi membantu pelaku UMKM membangun rekam transaksi yang lebih rapi, Di sinilah digitalisasi menjadi penting.

Pelaku usaha, pencatatan yang baik dapat membantu mengetahui omzet, arus kas, serta pola transaksi. Bagi lembaga keuangan, informasi tersebut dapat menjadi bagian dari proses penilaian kelayakan pembiayaan, Dengan kata lain, digitalisasi dapat memperpendek jarak antara UMKM dan lembaga keuangan. Namun, peluang itu tidak otomatis terjadi hanya karena sebuah usaha sudah menggunakan QRIS. UMKM tetap membutuhkan kemampuan mengelola keuangan, mencatat transaksi, menjaga kualitas data, dan memahami produk pembiayaan.

Tiga Jalur BI Dorong UMKM Naik Kelas

BI mendorong transformasi digital UMKM melalui tiga pendekatan utama, yakni e-farming, e-commerce, dan e-financing.

1. E-Farming

Pada sektor pertanian, digitalisasi diarahkan melalui penerapan digital farming. Teknologi dapat membantu meningkatkan efisiensi proses produksi dan produktivitas. Bagi UMKM pertanian, efisiensi menjadi penting karena kenaikan biaya produksi dapat langsung menekan margin keuntungan.

2. E-Commerce

Melalui onboarding ke platform perdagangan digital, UMKM tidak hanya mengandalkan konsumen di sekitar lokasi usaha. Produk berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas. Perubahan ini penting karena persoalan UMKM bukan selalu soal produksi. Akses pasar juga menentukan seberapa besar usaha dapat tumbuh.

Baca Juga :  PNM dan Danantara Bidik Kesejahteraan 23,1 Juta Pengusaha Ultra Mikro

3. E-Financing

BI mendorong pemanfaatan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk membantu UMKM memperbaiki pencatatan keuangan. Pencatatan yang lebih tertib dapat memperkuat tata kelola bisnis sekaligus membantu UMKM ketika membutuhkan akses pembiayaan.

PIDI Jadi Penghubung Inovasi Digital

BI juga memperkuat ekosistem inovasi melalui Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). Platform ini mempertemukan talenta, inovator, industri, pemerintah, dan mitra strategis untuk menghasilkan solusi digital yang dapat diterapkan di sektor riil, termasuk UMKM.

Pelaku usaha kecil, pendekatan ini penting. Teknologi tidak cukup hanya inovatif. Solusinya harus mudah digunakan, relevan dengan kebutuhan usaha, dan dapat diterapkan dalam skala yang lebih luas. PIDI menjadi bagian dari sinergi BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta mitra strategis untuk mempercepat inovasi dan pengembangan talenta digital nasional.

Peluang Ekonomi: UMKM Bisa Lebih Produktif

Besarnya penggunaan QRIS menciptakan peluang ekonomi yang cukup signifikan. Pertama, transaksi menjadi lebih efisien. Pelaku usaha tidak harus selalu mengandalkan uang tunai. Kedua, pasar dapat diperluas. Integrasi dengan ekosistem digital membuka peluang bagi UMKM menjangkau konsumen di luar wilayah operasionalnya. Ketiga, pencatatan usaha berpotensi menjadi lebih rapi. Ini penting untuk pengelolaan bisnis maupun kebutuhan pembiayaan. Keempat, digitalisasi dapat meningkatkan daya saing UMKM ketika pelaku usaha mampu memanfaatkan data untuk mengambil keputusan. Dengan 96,68 persen merchant QRIS berasal dari UMKM, setiap peningkatan kualitas ekosistem digital berpotensi memberikan dampak langsung kepada kelompok usaha yang sangat besar.

Risiko: QRIS Saja Tidak Cukup

Digitalisasi juga memiliki sejumlah risiko, Penggunaan pembayaran digital tanpa diikuti kemampuan mengelola keuangan dapat membuat manfaat QRIS tidak maksimal. Pelaku UMKM juga perlu memahami keamanan transaksi dan perlindungan data.

Baca Juga :  Kopi Tangkuban Parahu Tembus Arab Saudi, 4 Ton Bernilai Rp 800 Juta

Masalah lainnya adalah kesenjangan kemampuan digital. Tidak semua pelaku usaha memiliki tingkat literasi teknologi yang sama. agenda berikutnya bukan sekadar menambah jumlah merchant QRIS, tetapi meningkatkan kualitas pemanfaatannya. Ukuran keberhasilan digitalisasi UMKM seharusnya bergerak dari sekadar jumlah pengguna menuju pertanyaan yang lebih substantif: apakah omzet meningkat, produktivitas membaik, pasar bertambah, pembiayaan semakin mudah, dan usaha mampu bertahan lebih lama?

Data Digital Menjadi Aset Ekonomi Baru

Data digital UMKM oleh industri perbankan juga perlu diperkuat, transaksi dan pencatatan keuangan yang berkualitas dapat membantu membangun informasi usaha yang lebih kredibel. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memperkuat hubungan UMKM dengan sektor keuangan formal. Namun, pemanfaatan data harus dibarengi tata kelola dan perlindungan yang memadai. Data usaha bukan sekadar kumpulan angka, tetapi aset yang harus dikelola secara aman dan bertanggung jawab.

BI Dorong UMKM Naik Level

Pada Jumat (21/8/2026), BI menggelar Innovation Talk bertajuk “Akselerasi Transformasi Digital UMKM: Integrasi Inovasi Digital Menuju UMKM Naik Level” sebagai bagian dari rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Forum tersebut menghadirkan Fitria Irmi Triswati dari Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, inovator muda finalis PIDI Irpan Rambe dan Fahrul Hadi Kusuma, serta Pipit Candra, founder Bernard Tani sekaligus UMKM binaan BI di sektor pertanian hortikultura.

Diskusi membahas pemanfaatan inovasi digital untuk meningkatkan kinerja usaha, memperluas pasar, membuka akses pembiayaan, serta mendorong UMKM naik kelas, Pesan ekonominya cukup jelas: QRIS adalah awal, bukan tujuan akhir. Dengan basis 44,86 juta merchant dan dominasi 96,68 persen UMKM, tantangan berikutnya adalah memastikan infrastruktur pembayaran tersebut terhubung dengan produktivitas, perdagangan digital, pencatatan keuangan, dan pembiayaan. integrasi itu berhasil, digitalisasi bukan hanya membuat transaksi lebih cepat. Ekosistem tersebut dapat menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat UMKM sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

(A/*)

Berita Terkait

Investor Kripto Mulai Serbu Futures, Ini Peluang dan Risiko Besarnya
Bitcoin Menguat Tajam, Transaksi Kripto Agustus Tembus Rp8,7 Triliun
Mulai Hari Ini! Harga Pertamax Green 95 Tembus Rp19.150 per Liter
Nilai LCT Tembus US$32,89 Miliar, BI Kini Resmi Gandeng Singapura
Sektor Kesehatan Mendominasi! 4 dari 7 Perusahaan Antre IPO di BEI
Kopi Tangkuban Parahu Tembus Arab Saudi, 4 Ton Bernilai Rp 800 Juta
Data Desil Bermasalah, DPR Khawatir Warga Miskin Kehilangan Bansos
Anggaran Karhutla Kalimantan Siap, BNPB Tinggal Ajukan Kebutuhan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 12:00 WIB

Bitcoin Menguat Tajam, Transaksi Kripto Agustus Tembus Rp8,7 Triliun

Rabu, 2 September 2026 - 12:00 WIB

Mulai Hari Ini! Harga Pertamax Green 95 Tembus Rp19.150 per Liter

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Nilai LCT Tembus US$32,89 Miliar, BI Kini Resmi Gandeng Singapura

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Sektor Kesehatan Mendominasi! 4 dari 7 Perusahaan Antre IPO di BEI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Kopi Tangkuban Parahu Tembus Arab Saudi, 4 Ton Bernilai Rp 800 Juta

Berita Terbaru