Omzet UMKM Binaan Pertamina Tembus Rp8,57 Miliar, Akses Pasar Jadi Kunci

Akses pameran, sertifikasi, pelatihan, dan pendampingan mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Omzet UMKM Binaan Pertamina Tembus Rp8,57 Miliar, Akses Pasar Jadi Kunci
(Foto: Pertamina
/tvonenews/AI)

Omzet UMKM Binaan Pertamina Tembus Rp8,57 Miliar, Akses Pasar Jadi Kunci (Foto: Pertamina /tvonenews/AI)

Khabaroo.com – Kinerja UMKM binaan Pertamina sepanjang semester I 2026. Pelaku usaha yang mengikuti berbagai pameran regional, nasional, hingga internasional mencatatkan omzet Rp8,57 miliar. Angka tersebut menunjukkan nilai ekonomi dari pembukaan akses pasar bagi UMKM. Pameran bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga menjadi ruang untuk mencari konsumen baru, bertemu calon mitra bisnis, membangun jaringan, sekaligus menguji kemampuan produk bersaing di pasar yang lebih luas. Bagi pelaku UMKM, dampaknya bisa berlanjut setelah pameran selesai. Pertemuan dengan pembeli atau mitra baru berpotensi membuka transaksi lanjutan, kerja sama distribusi, hingga perluasan pasar.

Bukan Hanya Soal Penjualan

Salah satu UMKM yang merasakan manfaat pendampingan tersebut adalah Sambal Ning Niniek, usaha yang dirintis Sri Wahyuni. Menurut Sri, dukungan Pertamina membantu usahanya memperkuat fondasi bisnis. Pada 2023, Sambal Ning Niniek memperoleh bantuan modal Rp35 juta yang digunakan untuk memperkuat operasional dan meningkatkan kapasitas produksi. Kesempatan berkembang juga datang melalui program pengembangan usaha. Sambal Ning Niniek berhasil menjadi salah satu dari 30 finalis Pertamina Aggregator 2025.

“Bagi saya, setiap tahap yang kami lalui adalah bagian dari proses untuk terus berkembang,” ujar Sri Wahyuni. Ia menilai pelatihan melalui UMK Academy serta kesempatan mengikuti berbagai pameran turut meningkatkan kemampuan usaha sekaligus memperluas jaringan pemasaran. Dari sisi ekonomi, pengalaman tersebut memperlihatkan satu hal penting: akses modal saja tidak cukup untuk membuat UMKM naik kelas.

Modal perlu diikuti peningkatan kapasitas produksi, kemampuan pemasaran, legalitas, kualitas produk, serta jaringan distribusi. Tanpa itu, tambahan modal justru berisiko tidak menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

2.822 Sertifikasi Jadi Modal Memasuki Pasar Lebih Besar

Salah satu tantangan UMKM ketika ingin memperluas pasar adalah pemenuhan standar dan legalitas produk. Hingga akhir Juni 2026, Pertamina telah memfasilitasi 2.822 sertifikasi bagi UMKM binaannya. Sertifikasi memiliki fungsi ekonomi yang cukup penting. Selain membantu memenuhi persyaratan legalitas dan standar produk, dokumen tersebut dapat meningkatkan kepercayaan konsumen serta menjadi salah satu modal ketika pelaku usaha ingin masuk ke pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Laba BUMN Meledak di Semester I 2026, Timah Tumbuh Fantastis 804,7 Persen

Sederhananya, produk yang sudah memenuhi standar akan memiliki peluang lebih besar untuk diterima oleh konsumen maupun mitra bisnis yang menerapkan persyaratan tertentu. Namun, sertifikasi juga harus dibarengi dengan konsistensi kualitas. Jika permintaan meningkat tetapi kapasitas produksi dan pengelolaan usaha tidak siap, pertumbuhan penjualan justru dapat menjadi tekanan baru bagi pelaku UMKM.

579 Pelatihan untuk Memperkuat Kapasitas Usaha

Pertamina juga memperkuat kemampuan pelaku usaha melalui pelatihan, Sepanjang semester I 2026, sebanyak 579 pelatihan diselenggarakan melalui Rumah BUMN Pertamina. Materinya mencakup pemasaran digital, legalitas, peningkatan kualitas dan daya saing produk, hingga pengelolaan bisnis. Fokus tersebut penting karena persaingan UMKM kini tidak hanya terjadi di pasar fisik. Kanal digital membuat pelaku usaha dari berbagai daerah dapat menjangkau konsumen yang sama. Artinya, kemampuan membuat produk saja tidak lagi cukup. UMKM perlu memahami pemasaran digital, pengelolaan keuangan, branding, pelayanan konsumen, serta strategi mempertahankan pelanggan.

414 Pameran Membuka Jalan ke Pasar Baru

UMKM binaan Pertamina telah difasilitasi mengikuti 414 pameran berskala regional, nasional, hingga internasional. Sejumlah agenda yang diikuti antara lain Food & Hospitality Indonesia, Indonesia International Furniture Expo (IFEX), Indonesia International Motor Show (IIMS), dan INACRAFT 2026. Jika dilihat dari sisi bisnis, pameran memberikan manfaat yang lebih luas daripada transaksi langsung.

Pelaku usaha dapat mengukur respons pasar terhadap produknya. Mereka juga bisa mengetahui harga kompetitor, melihat tren produk, mencari distributor, serta mengidentifikasi kebutuhan konsumen. Dengan demikian, pameran dapat berfungsi sebagai semacam laboratorium pasar bagi UMKM.

Strategi Naik Kelas: Modal, Standar, dan Pasar Harus Terhubung

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan dukungan terhadap UMKM di arahkan agar pelaku usaha memiliki bekal dan kesempatan untuk berkembang secara mandiri. “Di balik setiap produk UMKM, ada keringat dan kerja keras. Namun, langkah mereka sering terhenti oleh keterbatasan ruang untuk berkembang,” ujar Baron.

Menurut dia, dukungan tersebut mencakup pelatihan, sertifikasi dan legalitas, akses pasar, serta perluasan jejaring, Pendekatan tersebut penting karena persoalan UMKM biasanya saling berkaitan. Produk berkualitas tanpa pasar akan sulit berkembang. Pasar yang besar tanpa kapasitas produksi juga berisiko mengecewakan konsumen. Sementara itu, peningkatan penjualan tanpa pengelolaan keuangan yang baik belum tentu menghasilkan bisnis yang sehat. ekosistem pendampingan perlu menghubungkan seluruh aspek tersebut dalam satu rantai pertumbuhan.

Baca Juga :  Google Ternyata Lahir dari Mimpi Dua Mahasiswa, Ini Kisahnya pada 4 September 1998

Peluang dan Risiko di Balik Pertumbuhan UMKM

Capaian omzet Rp8,57 miliar menunjukkan adanya peluang ekonomi ketika UMKM memperoleh akses pasar. Semakin luas pasar yang bisa di jangkau, semakin besar pula peluang peningkatan produksi, pendapatan, dan penciptaan lapangan kerja.

Namun, pertumbuhan juga membawa risiko. Ketika pesanan meningkat, UMKM harus memastikan ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi, kualitas produk, arus kas, hingga ketepatan pengiriman. Tanpa kesiapan tersebut, peningkatan permintaan dapat berubah menjadi persoalan operasional. Karena itu, indikator keberhasilan UMKM sebaiknya tidak berhenti pada omzet. Pertumbuhan yang sehat juga perlu di lihat dari kemampuan menjaga margin keuntungan, memperluas pelanggan, meningkatkan kapasitas produksi, serta mempertahankan kualitas.

Momentum Hari UMKM Nasional

Momentum Hari UMKM Nasional menjadi pengingat bahwa pengembangan usaha kecil membutuhkan ekosistem yang mendukung pertumbuhan jangka panjang. Pertamina menempatkan diri sebagai enabler melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, fasilitasi sertifikasi, dan pembukaan akses pasar. Program tersebut juga di kaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), terutama Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Pengembangan UMKM juga sejalan dengan Asta Cita ketiga melalui penguatan kewirausahaan, industri kreatif, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Pada akhirnya, angka Rp8,57 miliar bukan sekadar catatan transaksi. Di baliknya terdapat proses panjang untuk membawa UMKM dari sekadar mampu memproduksi barang menuju usaha yang lebih siap menghadapi persaingan. Tantangannya kini bukan hanya bagaimana meningkatkan omzet, tetapi bagaimana memastikan pertumbuhan tersebut berkelanjutan, menguntungkan, dan mampu membuat UMKM berdiri lebih mandiri di pasar yang semakin kompetitif.

(A/*)

Berita Terkait

Investor Kripto Mulai Serbu Futures, Ini Peluang dan Risiko Besarnya
Bitcoin Menguat Tajam, Transaksi Kripto Agustus Tembus Rp8,7 Triliun
Mulai Hari Ini! Harga Pertamax Green 95 Tembus Rp19.150 per Liter
Nilai LCT Tembus US$32,89 Miliar, BI Kini Resmi Gandeng Singapura
Sektor Kesehatan Mendominasi! 4 dari 7 Perusahaan Antre IPO di BEI
Kopi Tangkuban Parahu Tembus Arab Saudi, 4 Ton Bernilai Rp 800 Juta
Data Desil Bermasalah, DPR Khawatir Warga Miskin Kehilangan Bansos
Anggaran Karhutla Kalimantan Siap, BNPB Tinggal Ajukan Kebutuhan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 12:00 WIB

Bitcoin Menguat Tajam, Transaksi Kripto Agustus Tembus Rp8,7 Triliun

Rabu, 2 September 2026 - 12:00 WIB

Mulai Hari Ini! Harga Pertamax Green 95 Tembus Rp19.150 per Liter

Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB

Nilai LCT Tembus US$32,89 Miliar, BI Kini Resmi Gandeng Singapura

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Sektor Kesehatan Mendominasi! 4 dari 7 Perusahaan Antre IPO di BEI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Kopi Tangkuban Parahu Tembus Arab Saudi, 4 Ton Bernilai Rp 800 Juta

Berita Terbaru