Khabaroo.com – Presiden Prabowo Subianto menyebut kinerja pemerintah selama hampir dua tahun berjalan dengan hasil yang positif. Ia menilai sejumlah program prioritas mulai menghasilkan capaian konkret, terutama dalam menjaga ketahanan pangan, energi, serta mempercepat pembangunan infrastruktur. Pernyataan itu di sampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Agustus 2026.
Di hadapan para tamu, Prabowo bahkan menggunakan istilah “rapor” untuk menggambarkan perjalanan pemerintahannya. “Terus terang, dua tahun ini kita baru berprestasi, tapi saya kira dua tahun boleh lah, rapor kita oke menurut saya.”
Menurut Prabowo, berbagai capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menghadapi tekanan yang datang dari luar negeri. Pemerintah, kata dia, kini memiliki kepercayaan diri lebih besar karena sejumlah kebijakan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi mulai terlihat hasilnya.
Pangan Jadi Salah Satu Ukuran Keberhasilan
Sektor pangan menjadi salah satu poin yang paling di tekankan Prabowo. Ia menilai peningkatan produksi beras telah memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi potensi krisis pangan global. pemerintah, ketersediaan stok bukan sekadar persoalan ekonomi. Ketahanan pangan juga dipandang sebagai bagian dari ketahanan nasional.
Prabowo menyatakan pemerintah tidak lagi menghadapi persoalan pangan dengan posisi yang sama seperti sebelumnya. Ia meminta masyarakat melihat langsung kondisi gudang pangan sebagai salah satu indikator capaian tersebut. “Kita penuh dengan kepercayaan diri karena kita telah membuktikan bahwa kita berhasil dengan nyata, swasembada pangan nyata. Periksa gudang semua, ancaman di dunia, kita siap.” Pernyataan itu muncul di tengah situasi global yang masih di bayangi ketidakpastian pasokan pangan. Karena itu, peningkatan produksi domestik menjadi penting untuk mengurangi kerentanan Indonesia terhadap gejolak pasar internasional.
Energi Di uji Konflik Timur Tengah
Sektor energi, Gejolak harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah menjadi ujian terhadap kemampuan pemerintah menjaga pasokan energi nasional. Prabowo mengatakan koordinasi pemerintah bersama Pertamina membuat distribusi BBM tetap terjaga meskipun kondisi pasar energi global berfluktuasi.
Stabilitas pasokan tersebut menjadi penting karena perubahan harga minyak dunia dapat merembet ke berbagai sektor. Transportasi, industri, hingga daya beli masyarakat berpotensi ikut terdampak ketika biaya energi meningkat. kemampuan menjaga pasokan energi di nilai pemerintah sebagai bagian dari upaya mempertahankan stabilitas nasional.
Danantara Masih Menunggu Audit
Prabowo juga menyinggung perkembangan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Presiden menyebut kinerja lembaga tersebut menunjukkan perkembangan positif. Namun, ia memberikan catatan penting: hasil tersebut masih menunggu proses audit.
Menurut Prabowo, laporan sementara menunjukkan adanya kenaikan pendapatan yang signifikan dalam setahun terakhir. Karena audit belum selesai, angka dan capaian tersebut masih perlu di lihat secara lebih komprehensif setelah proses pemeriksaan rampung. audit ini menjadi penting untuk memastikan klaim peningkatan kinerja dapat di uji berdasarkan laporan keuangan dan indikator yang terukur.
Hampir 2.500 Jembatan dan Target 70 Ribu Sekolah
Pembangunan infrastruktur menjadi bagian lain yang di soroti Presiden, Pemerintah mengklaim telah membangun hampir 2.500 jembatan untuk memperkuat konektivitas desa. Infrastruktur tersebut di arahkan untuk membuka akses masyarakat sekaligus memperlancar mobilitas barang dan orang dari wilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses.
Pekerjaan pemerintah juga menyasar fasilitas pendidikan. Program rehabilitasi sekolah terus di percepat dengan target 70 ribu sekolah selesai di perbaiki hingga akhir 2026. Pemerintah juga berencana mempercepat pembangunan fasilitas publik lain, termasuk sekolah dan puskesmas. Target tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya di arahkan pada proyek berskala besar. Pemerintah ingin fasilitas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat ikut menjadi prioritas.
Modal Kepercayaan Diri, Tetapi Tantangan Belum Selesai
Prabowo menilai pemerintah memiliki bekal untuk menghadapi tantangan berikutnya. Ia mengatakan pemerintah kini dapat berdiri di hadapan rakyat dengan keyakinan bahwa sejumlah program telah menghasilkan kemajuan nyata. Namun, capaian hampir dua tahun pemerintahan tetap akan di uji oleh pelaksanaan di lapangan. Ketahanan pangan harus mampu bertahan ketika tekanan global meningkat. Stabilitas energi harus tetap terjaga ketika harga minyak bergejolak. Sementara itu, pembangunan ribuan jembatan dan puluhan ribu sekolah membutuhkan pengawasan agar target tidak berhenti sebagai angka.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya seberapa banyak program yang di umumkan. Dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat akan menjadi penentu apakah “rapor oke” yang di sampaikan Presiden benar-benar di rasakan hingga tingkat desa. Prabowo sendiri menegaskan pembangunan fasilitas publik akan terus di percepat agar manfaatnya dapat di rasakan langsung oleh masyarakat.
(A/*)










