Fadli Zon Soroti 1.931 Konten Budaya: Museum dan Sejarah Kini Dibawa ke Media Sosial

1.931 karya video mengangkat budaya Indonesia ke ruang digital.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 07:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fadli Zon Soroti 1.931 Konten Budaya: Museum dan Sejarah Kini Dibawa ke Media Sosial
(Foto: apakabar/Andrey
/AI)

Fadli Zon Soroti 1.931 Konten Budaya: Museum dan Sejarah Kini Dibawa ke Media Sosial (Foto: apakabar/Andrey /AI)

Khabaroo.com – Sebanyak 1.931 konten video dari berbagai daerah di Indonesia ikut meramaikan lomba kreatif bertema “Aku dan Budayaku”. Karya peserta tidak sekadar menampilkan kebudayaan, tetapi mencoba mengemas warisan sejarah Indonesia dengan bahasa yang lebih dekat dengan pengguna media sosial. Konten tersebut di publikasikan melalui tiga platform utama, yakni YouTube, Instagram, dan TikTok. Pesertanya terbagi dalam kategori pelajar, mahasiswa, dan umum. Jumlah tersebut menunjukkan satu hal: ruang digital kini menjadi medan baru untuk memperkenalkan kebudayaan.

Budaya Tak Lagi Hanya Di pamerkan di Museum

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan peserta lomba di minta mengangkat sisi kebudayaan dari daerah masing-masing. Pendekatan yang digunakan pun beragam, Ada karya yang di kemas serius. Ada pula yang tampil futuristik, menggunakan musik, bahkan memasukkan gaya rap. Menurut Fadli, kreativitas tersebut menjadi kekuatan untuk membuat masyarakat lebih tertarik mengenal museum dan kawasan cagar budaya. “Para pemenang sangat kreatif mengundang orang untuk datang ke museum, cagar budaya,” ujar Fadli di Museum Nasional, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

Di titik ini, lomba tersebut tidak hanya berbicara soal kompetisi video. Ada target yang lebih besar: mengubah cara masyarakat melihat kebudayaan. Museum yang selama ini identik dengan ruang pamer dan benda bersejarah di tantang masuk ke lini masa media sosial. Begitu pula kawasan cagar budaya yang harus bersaing dengan jutaan konten hiburan setiap hari.

1.931 Konten Menunjukkan Potensi Besar Kreator Budaya

Ribuan konten yang terkumpul menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan informasi kebudayaan, Pasalnya, media sosial memungkinkan sebuah cerita tentang sejarah atau budaya daerah di temukan masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses langsung ke museum maupun situs budaya. Fadli berharap kompetisi tersebut dapat memicu lebih banyak kreator untuk membuat konten mengenai budaya, sejarah, dan peradaban Indonesia.

Baca Juga :  Museum Bing Slamet Resmi Dibuka, Jejak Maestro Komedi Jadi Warisan Budaya

“Kita berharap dengan hadirnya lomba konten video budaya ini, akan lebih banyak masyarakat yang tertarik. Kita berharap konten kreator menghasilkan lebih banyak konten budaya, sejarah, dan peradaban Indonesia,” katanya, Persoalannya kemudian bukan lagi sekadar berapa banyak konten yang di buat. Yang lebih penting adalah apakah konten tersebut mampu membuat masyarakat datang, membaca, memahami, dan ikut menjaga warisan budaya.

Kreativitas Menjadi Jembatan Generasi Muda

Bagi generasi yang tumbuh bersama TikTok, Instagram, dan YouTube, informasi budaya harus mampu bersaing dengan konten lain yang bergerak cepat. Setiap kreator memiliki kebebasan menghadirkan sudut pandang sesuai karakter museum atau cagar budaya yang mereka angkat. Formatnya pun dapat di sesuaikan dengan karakter masing-masing platform.

Strategi ini membuka peluang agar sejarah tidak berhenti sebagai materi pembelajaran formal. Sejarah bisa hadir dalam bentuk video pendek, musik, narasi visual, hingga gaya komunikasi yang lebih populer. Dengan cara tersebut, kebudayaan memiliki peluang menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini mungkin tidak terlalu dekat dengan museum.

Tantangan Berikutnya: Jangan Berhenti Setelah Lomba

Fadli menekankan agar kreativitas peserta tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Dorongan tersebut penting karena persoalan terbesar dalam ekosistem konten budaya bukan hanya produksi, melainkan keberlanjutan. Satu lomba dapat menghasilkan ribuan konten. Namun, ruang digital membutuhkan pasokan cerita secara terus-menerus.

Baca Juga :  Sejarah Naskah Asli Proklamasi Ternyata Sempat Dibuang ke Tempat Sampah

Para kreator di harapkan tetap memproduksi konten mengenai sejarah, budaya, dan perjalanan peradaban Indonesia setelah lomba selesai. Jika konsisten, konten semacam ini dapat menjadi pintu masuk baru bagi masyarakat untuk mengenal berbagai museum dan situs cagar budaya di Indonesia.

Di usulkan Berlangsung Rutin

Fadli bahkan membuka peluang agar program “Aku dan Budayaku” dilaksanakan secara berkala, Formatnya bisa di gelar satu kali atau dua kali dalam setahun dengan sudut pandang yang berbeda. “Kalau bisa dilaksanakan setahun dua kali, setahun sekali, supaya mengisi ruang-ruang digital. Program ini di harapkan turut mendorong kemajuan kebudayaan nasional melalui kreativitas masyarakat,” ujarnya. Gagasan tersebut memperlihatkan perubahan pendekatan dalam promosi kebudayaan. Pemerintah tidak hanya mengandalkan institusi budaya untuk berbicara tentang sejarah, tetapi juga mendorong masyarakat menjadi bagian dari proses tersebut.

Dengan 1.931 konten yang sudah lahir dari kompetisi ini, tantangan berikutnya justru lebih besar: bagaimana membuat cerita tentang kebudayaan Indonesia terus hidup di ruang digital, bukan hanya ramai ketika lomba berlangsung. Jika konsistensi itu terjaga, museum dan cagar budaya tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan masa lalu. Keduanya bisa menjadi sumber cerita yang terus di temukan oleh generasi baru.

(A/*)

Berita Terkait

Prabowo Lantik Kristomei Sianturi, BNPB Hadapi Tantangan Bencana
Ketua Baru Ombudsman Nuzran Joher Tegaskan Sikap Independen
Museum Bing Slamet Resmi Dibuka, Jejak Maestro Komedi Jadi Warisan Budaya
Pesan Keras Mentan Amran untuk Mahasiswa UMRI: Jauhi Korupsi
TNI Siapkan Latihan Besar ASEAN Plus, Bencana dan Siber Jadi Skenario
Penyaluran Bantuan Beras Disorot, Amran Turun Langsung ke Banggai
Prabowo dan AHY Satu Panggung, Ini Pesan Politik di HUT Demokrat
Kodam Jaya Bergerak Cepat, 147 Water Tank Semprot Jalan yang Dipenuhi Debu Vulkanik
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Prabowo Lantik Kristomei Sianturi, BNPB Hadapi Tantangan Bencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Ketua Baru Ombudsman Nuzran Joher Tegaskan Sikap Independen

Senin, 28 September 2026 - 08:00 WIB

Museum Bing Slamet Resmi Dibuka, Jejak Maestro Komedi Jadi Warisan Budaya

Sabtu, 19 September 2026 - 08:00 WIB

Pesan Keras Mentan Amran untuk Mahasiswa UMRI: Jauhi Korupsi

Minggu, 13 September 2026 - 08:00 WIB

TNI Siapkan Latihan Besar ASEAN Plus, Bencana dan Siber Jadi Skenario

Berita Terbaru

Football Manager 27 Hadirkan Manajer Kursi Roda (Foto: duniagames)

Game

Football Manager 27 Hadirkan Manajer Kursi Roda

Rabu, 21 Okt 2026 - 09:07 WIB

Cheat NFS Most Wanted PC dan PS2 Lengkap (Foto: duniagames)

Game

Cheat NFS Most Wanted PC dan PS2 Lengkap

Rabu, 21 Okt 2026 - 07:02 WIB

Cheat GTA 3 PC dan PS2 Lengkap, Uang hingga Tank (Foto: duniagames)

Game

Cheat GTA 3 PC dan PS2 Lengkap, Uang hingga Tank

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:58 WIB

Agentic AI Makin Kompleks, AMD Andalkan EPYC Venice (Foto: telset/AI)

Teknologi

Agentic AI Makin Kompleks, AMD Andalkan EPYC Venice

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:00 WIB