Khabaroo.com – Presiden Prabowo Subianto tidak membiarkan kerja keras para petugas upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlalu begitu saja. Dua hari setelah upacara kenegaraan digelar di Istana Merdeka, Prabowo mengundang para petugas yang terlibat dalam rangkaian peringatan kemerdekaan ke kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 19 Agustus 2026.
Pertemuan itu menjadi momen khusus. Bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk penghargaan langsung Kepala Negara kepada mereka yang berada di balik suksesnya rangkaian perayaan kemerdekaan.
Dari Lapangan Upacara ke Hambalang
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo secara langsung menyampaikan rasa terima kasih dan bangga kepada para petugas. Menurut Teddy, Presiden mengapresiasi kedisiplinan serta dedikasi mereka selama menjalankan tugas. “Presiden Prabowo Subianto bersilaturahmi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih. Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa bangganya kepada para petugas upacara yang terlibat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” tulis Teddy melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Rabu, 19 Agustus 2026.
Pesan Prabowo tidak berhenti pada ucapan terima kasih, Presiden meminta para petugas mempertahankan semangat kebersamaan dan rasa bangga setelah menjalankan tugas dalam peringatan kemerdekaan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara. “Dalam pertemuan ini, Presiden menyampaikan pesan untuk terus menjaga semangat. Pesan menjaga kebersamaan dan kebanggaan sebagai bagian dari peringatan kemerdekaan,” kata Teddy.
Siapa Saja yang Diundang?
Para petugas yang hadir berasal dari berbagai unsur. Mereka bukan hanya anggota Paskibraka. Teddy menyebut komandan upacara, penerbang, penerjun, serta pelaku seni dan budaya juga menjadi bagian dari kelompok yang mendapat apresiasi Presiden. Mereka bekerja di balik sebuah pertunjukan kenegaraan yang disaksikan masyarakat dari berbagai daerah.
“Para petugas upacara yang terdiri dari anggota Paskibraka, komandan upacara, penerbang, penerjun, serta para pelaku seni dan budaya telah memberikan kontribusi dan dedikasi terbaiknya untuk menyukseskan upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi serta seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan,” ujar Teddy. Di titik inilah apresiasi tersebut memiliki arti lebih luas. Peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang Presiden sebagai inspektur upacara, tetapi juga tentang ribuan orang yang memastikan setiap rangkaian berjalan sesuai peran masing-masing.
Momen Komandan Upacara Sudah Mendapat Perhatian Prabowo
Apresiasi Prabowo sebenarnya sudah terlihat sejak pelaksanaan upacara pada 17 Agustus 2026. Presiden secara khusus menyoroti kinerja para petugas, termasuk Komandan Upacara Kolonel Inf Priyo Handoyono. Sesaat setelah upacara, Prabowo bahkan meminta komandan upacara bersama para komandan kesatuan untuk menghadap dirinya.
“Sesudah ini komandan upacara dengan semua komandan kesatuan menghadap saya. Lanjutkan,” ujar Prabowo selaku Inspektur Upacara. Pernyataan itu menjadi penanda awal bahwa Presiden memberikan perhatian khusus kepada para personel yang menjalankan tugas di lapangan. Dua hari kemudian, penghargaan tersebut berlanjut dalam pertemuan di Hambalang.
Upacara Berjalan Khidmat, Disaksikan Jutaan Orang
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026 berlangsung tertib dan khidmat. Namun, skala acaranya jauh lebih besar daripada seremoni di halaman Istana. Rangkaian perayaan kemerdekaan juga menjadi tontonan masyarakat luas. Teddy menyebut kontribusi para petugas membuat keseluruhan rangkaian dapat berlangsung dengan baik sekaligus menghibur jutaan masyarakat yang menyaksikannya. “Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi serta seluruh rangkaian perayaan kemerdekaan yang berjalan sangat khidmat, tetap menghibur jutaan pasang mata yang menyaksikan,” ujar Teddy.
Dampaknya pun bukan hanya soal kelancaran acara, para petugas, pengalaman menjalankan tugas dalam peringatan kemerdekaan tingkat nasional menjadi pengalaman penting. Bagi pemerintah, apresiasi Presiden menjadi pesan bahwa kedisiplinan, kerja kolektif, dan kontribusi di balik layar tetap mendapat perhatian. Pertemuan di Hambalang akhirnya menjadi penutup dari rangkaian panjang tugas mereka. Dari lapangan upacara pada 17 Agustus, kemudian bertemu langsung dengan Presiden dua hari berselang. Sebuah bentuk penghargaan yang menempatkan para petugas bukan sekadar pelaksana seremoni, melainkan bagian penting dari wajah peringatan kemerdekaan Indonesia.
(A/*)










