Khabaroo.com – Di tengah derasnya arus unggahan media sosial, kabar yang belum teruji bisa memicu keresahan hanya dalam hitungan menit. Situasi itu menjadi perhatian Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Ia meminta masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya. Pesan tersebut di sampaikan Agus setelah mengikuti rapat koordinasi bersama pimpinan DPR dan sejumlah pejabat pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Rapat Bahas Isu Strategis
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, pimpinan Komisi I DPR, pimpinan Komisi III DPR, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hadir dalam rapat tersebut. Usai pertemuan, Agus menyoroti derasnya informasi yang beredar melalui media sosial. Menurut dia, tidak semua informasi tersebut dapat di pertanggungjawabkan.
Agus khawatir informasi semacam itu justru menimbulkan ketidaknyamanan dan keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta warga tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. “Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh beredarnya berita-berita di media sosial yang belum bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya.” Menurut Agus, informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memperkeruh situasi, terutama ketika di sebarkan secara masif tanpa pemeriksaan fakta.
TNI Siapkan Patroli di Sejumlah Wilayah
Imbauan tersebut berjalan beriringan dengan langkah pengamanan di lapangan, Agus memastikan TNI akan terus melakukan patroli di sejumlah wilayah. Langkah itu di tujukan untuk menjaga keamanan lingkungan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Pengamanan menjadi perhatian khusus karena Indonesia segera memasuki momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI.
“Mari kita sambut dengan bergembira perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, dan saya bertanggung jawab atas keamanan masyarakat di wilayah-wilayah di seluruh Indonesia,” ujar Agus. Patroli bukan hanya di tujukan untuk merespons potensi gangguan. Kehadiran aparat juga menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif ketika aktivitas masyarakat meningkat menjelang perayaan kemerdekaan.
TNI-Polri Akan Berkolaborasi
Agus mengatakan TNI akan berkoordinasi dengan Kepolisian serta elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi tersebut di siapkan agar pengamanan di setiap wilayah dapat berjalan sesuai kebutuhan dan prosedur.“Iya, jadi kita juga berkoordinasi dengan Kepolisian dan elemen masyarakat lainnya supaya dalam pelaksanaan kegiatan pengamanannya bisa berkolaborasi,” kata Agus.
Ia menegaskan setiap wilayah akan memiliki skema pengamanan dengan tetap mengacu pada standar operasional prosedur atau SOP yang berlaku.“Jadi tiap wilayah kita siapkan pengamanan. Tentunya secara SOP kita membantu Kepolisian,” ujarnya.
Hoaks tentang TNI Beredar Masif
Ketika di tanya mengenai kabar bohong yang menjadi perhatian institusi tersebut, Agus menyebut banyak informasi mengenai TNI beredar secara masif di media sosial. Masalahnya bukan semata-mata jumlah informasi yang beredar. Kecepatan penyebaran membuat kabar yang belum terverifikasi berpotensi lebih dahulu di percaya sebelum fakta sebenarnya di ketahui publik.
“Ya banyak, ya, tentang TNI dan sebagainya. Jadi berita itu kan beredar sangat masif dan tidak bisa di pertanggungjawabkan,” kata Agus. Karena itu, ia kembali meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi. Pesannya sederhana: periksa informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Di tengah persiapan pengamanan HUT Kemerdekaan, ketenangan masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.
(A/*)










