Depati Tujuh Coffee, Destinasi Ngopi di Atas Bukit yang Bikin Betah

Wisata kopi dengan panorama pegunungan, budaya Kerinci, dan pengalaman tradisional.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 19:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Depati Tujuh Coffee, Destinasi Ngopi di Atas Bukit yang Bikin Betah
Foto: Dok.pribadi
/AI)

Depati Tujuh Coffee, Destinasi Ngopi di Atas Bukit yang Bikin Betah Foto: Dok.pribadi /AI)

Khabaroo.com – Depati Tujuh Coffee di Desa Sumur Gedang, Kecamatan Pesisir Bukit. Destinasi ini menjadi salah satu lokasi yang ramai di pilih wisatawan saat masa liburan. Berada di ketinggian sekitar 1.453 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan tersebut menawarkan udara sejuk dan panorama alam pegunungan. Konsepnya tidak berhenti pada wisata alam, tetapi juga membawa pengunjung mengenal kopi dan budaya Kerinci.

Berawal dari Hobi, Berkembang Jadi Destinasi Wisata

Depati Tujuh Coffee mulai berdiri pada April 2019. Fajrul Izmi, General Manager Depati Tujuh Coffee, mengatakan pengembangan kawasan tersebut berawal dari hobi pemilik yang kemudian mendapat inspirasi setelah mengunjungi perkebunan kopi di Takengon. Dari sana, muncul gagasan mengembangkan potensi kopi arabika Kerinci menjadi bagian dari pengalaman wisata. Pengelola kemudian membangun kawasan secara bertahap hingga berkembang menjadi destinasi yang di kenal wisatawan.

Konsep yang di tawarkan cukup berbeda. Pengunjung bukan hanya datang untuk melihat pemandangan, tetapi juga bisa menikmati kopi dalam suasana perkebunan dan mengenal proses serta tradisi yang berkaitan dengan kopi. “Kawasan wisata ini juga berada tidak jauh dari Taman Nasional Kerinci Seblat, dengan jarak sekitar 15 kilometer atau 30–40 menit perjalanan dari pusat Kota Sungai Penuh,” kata Fajrul, Selasa (17/2/2026).

Budaya Kerinci Jadi Daya Tarik

Pengelola sengaja memasukkan unsur budaya lokal ke dalam kawasan wisata. Tujuannya agar pengalaman pengunjung tidak terasa seperti sekadar singgah di kedai kopi. Sejumlah fasilitas bernuansa tradisional tersedia di lokasi. Mulai dari miniatur alat pertanian, rumah adat, hingga peralatan tradisional yang digunakan untuk menumbuk kopi.

Baca Juga :  Cegah Kekerasan hingga Perkawinan Anak, Pemkot Sungai Penuh Perkuat Sinergi

Ada pula area kemping bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam lebih lama, Perpaduan tersebut membuat Depati Tujuh Coffee memiliki tiga kekuatan utama: alam, kopi, dan budaya. Ketiganya di kemas dalam satu kawasan dengan latar perbukitan Kerinci.

Dekat Kawasan Hutan, Udara Jadi Nilai Tambah

Depati Tujuh Coffee berada di kawasan yang berbatasan dengan hutan dan relatif dekat dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Dari pusat Kota Sungai Penuh, perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar 30–40 menit. Kondisi tersebut memberi pengalaman berbeda bagi wisatawan perkotaan. Udara pegunungan, bentang alam hijau, serta suasana yang jauh dari keramaian menjadi bagian dari daya tariknya.

Namun, potensi tersebut sekaligus menyisakan pekerjaan rumah. Pengelola menilai akses menuju kawasan masih perlu mendapat perhatian agar perjalanan wisatawan semakin nyaman.

Bukan Sekadar Tempat Minum Kopi

Pengelola juga mengembangkan kawasan tersebut sebagai ruang edukasi dan konservasi. Wisatawan dapat menikmati rekreasi sekaligus mengenal lingkungan perkebunan serta budaya yang melekat pada kehidupan masyarakat Kerinci. Konsep itu membuat Depati Tujuh Coffee berpotensi menjadi pilihan wisata keluarga. Orang tua dapat menikmati suasana alam, sementara anak-anak memiliki kesempatan mengenal alat pertanian, rumah adat, dan aktivitas tradisional. Di tengah tren wisata yang semakin mencari pengalaman, bukan sekadar lokasi untuk berfoto, model seperti ini menjadi peluang penting bagi pengembangan pariwisata lokal.

Baca Juga :  EIGER Nature, Destinasi Baru di Bogor yang Mengajak Wisatawan Lebih Dekat dengan Alam

Akses Jalan Jadi Tantangan

Popularitas destinasi wisata pada akhirnya tidak hanya di tentukan oleh daya tarik lokasi. Infrastruktur juga menjadi faktor penting. Pengelola berharap pemerintah daerah terus meningkatkan akses jalan menuju Depati Tujuh Coffee. Jalan yang lebih baik di nilai dapat membuat perjalanan wisatawan lebih aman dan nyaman.

Dampaknya cukup luas. Jika akses semakin mudah, peluang peningkatan kunjungan terbuka lebih besar. Pada saat yang sama, geliat wisata dapat ikut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. Depati Tujuh Coffee kini tidak sekadar menawarkan secangkir kopi. Destinasi ini mencoba menjual sebuah pengalaman: menikmati kopi arabika Kerinci di tengah udara pegunungan, mengenal budaya lokal, sekaligus merasakan suasana alam yang masih kuat. Jika akses dan pengelolaan terus di perkuat, kawasan tersebut berpeluang menjadi salah satu simpul penting wisata berbasis kopi di Kota Sungai Penuh dan Kerinci.

(A/*)

Berita Terkait

Bukit Khayangan Sungai Penuh, Negeri di Atas Awan yang Bikin Terpukau
Pesona Renah Pemetik, Air Terjun Eksotis yang Tersembunyi di TNKS
Kerinci Simpan Pesona Lain, 3 Danau dan Rawa Ini Punya Lanskap Spektakuler
Jelajahi 6 Air Terjun Eksotis di Kerinci, Ada yang Butuh Trekking 3 Jam
Liburan ke Banyuwangi? Ini 5 Destinasi Hits yang Wajib Dikunjungi
EIGER Nature, Destinasi Baru di Bogor yang Mengajak Wisatawan Lebih Dekat dengan Alam
Danau Kaco Kerinci, Pesona Aquarium Alami Tersembunyi di Tengah Hutan
Pesona Penglipuran Bali Mendunia, Masuk Daftar Kota Kecil Terindah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:00 WIB

Bukit Khayangan Sungai Penuh, Negeri di Atas Awan yang Bikin Terpukau

Selasa, 8 September 2026 - 19:00 WIB

Depati Tujuh Coffee, Destinasi Ngopi di Atas Bukit yang Bikin Betah

Minggu, 6 September 2026 - 19:00 WIB

Pesona Renah Pemetik, Air Terjun Eksotis yang Tersembunyi di TNKS

Selasa, 1 September 2026 - 19:00 WIB

Kerinci Simpan Pesona Lain, 3 Danau dan Rawa Ini Punya Lanskap Spektakuler

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Jelajahi 6 Air Terjun Eksotis di Kerinci, Ada yang Butuh Trekking 3 Jam

Berita Terbaru