Khabaroo.com – Pesona Bukit Khayangan, destinasi wisata alam yang berada di kawasan Gunung Raya, Kota Sungai Penuh, Jambi. Karena panorama tersebut, tempat ini lama di kenal dengan julukan “Negeri di Atas Awan”. Namun, daya tarik Bukit Khayangan bukan sekadar soal foto dengan latar kabut. Letaknya yang berada di kawasan pegunungan membuat pengunjung dapat menikmati lanskap alam dari sudut pandang berbeda.
Sekitar 8 Kilometer dari Pusat Kota
Bukit Khayangan berada di Desa Sungai Jernih, sekitar 8 kilometer dari pusat Kota Sungai Penuh. Lokasinya berada di kawasan barisan Gunung Raya dan berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Posisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa panorama dari atas bukit terasa begitu luas. Pepohonan, perbukitan, lembah, hingga permukiman di kejauhan dapat terlihat dari ketinggian.
Dengan elevasi sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), suhu udara di kawasan ini juga terasa lebih sejuk di bandingkan wilayah perkotaan. Perjalanan menuju lokasi akhirnya bukan sekadar perpindahan tempat. Pengunjung seperti di ajak meninggalkan suasana kota sedikit demi sedikit, lalu masuk ke lanskap pegunungan yang lebih tenang.
Tak Selalu Bisa Melihat “Negeri di Atas Awan”
Ada satu hal yang membuat pengalaman di Bukit Khayangan sulit di prediksi, Hamparan awan tidak selalu muncul setiap kali pengunjung datang. Kondisi cuaca menjadi penentu utama. Ketika kabut dan awan berada pada posisi yang tepat, pemandangan dari atas bukit berubah drastis. Daratan di bawah seolah menghilang dan tertutup lapisan putih.
Pada momen seperti itulah julukan “Negeri di Atas Awan” terasa bukan sekadar slogan wisata. Sebaliknya, ketika cuaca cerah, pengunjung mendapatkan pengalaman berbeda. Lanskap pegunungan dan kawasan di sekitar Sungai Penuh justru terlihat lebih jelas dari ketinggian. Dua kondisi tersebut membuat Bukit Khayangan menawarkan karakter panorama yang tidak selalu sama.
Pernah Jadi Dataran Tinggi Terpopuler
Nama Bukit Khayangan tidak hanya di kenal di kalangan wisatawan lokal. Destinasi ini pernah di nobatkan sebagai dataran tinggi terpopuler di Indonesia pada 2017 dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API). Penghargaan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan pariwisata Bukit Khayangan. Popularitasnya semakin memperkuat posisi destinasi ini sebagai salah satu tujuan wisata alam yang patut di perhitungkan di kawasan Sungai Penuh dan Kerinci. Di balik penghargaan itu, ada modal alam yang memang sulit direkayasa: ketinggian, lanskap pegunungan, udara sejuk, dan peluang menikmati awan dari atas bukit.
Potensi Wisata yang Belum Selesai
Bukit Khayangan memiliki modal pemandangan yang kuat, tetapi keberlanjutan destinasi tetap bergantung pada pengelolaan kawasan, akses, kebersihan, keselamatan pengunjung, serta perlindungan lingkungan. Apalagi lokasinya berada di kawasan pegunungan yang berdekatan dengan bentang alam penting di sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat. Artinya, peningkatan kunjungan harus berjalan beriringan dengan kesadaran menjaga lingkungan. Semakin populer sebuah tempat, semakin besar pula tekanan yang berpotensi muncul jika tidak di kelola dengan baik.
Bukit Khayangan bukan hanya tempat untuk mengejar matahari terbit atau mengabadikan lautan awan. Destinasi ini menyimpan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus menjadi wajah pariwisata alam daerah. Dan ketika kabut perlahan tersibak, satu hal kembali terlihat jelas: pesona Bukit Khayangan memang berada pada ketinggiannya, tetapi masa depan wisata ini di tentukan oleh bagaimana manusia menjaganya.
(A/*)










