Kodam Jaya Bergerak Cepat, 147 Water Tank Semprot Jalan yang Dipenuhi Debu Vulkanik

TNI kerahkan armada bersihkan debu vulkanik.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 08:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kodam Jaya Bergerak Cepat, 147 Water Tank Semprot Jalan yang Dipenuhi Debu Vulkanik
(Foto: purnamanews
/AI)

Kodam Jaya Bergerak Cepat, 147 Water Tank Semprot Jalan yang Dipenuhi Debu Vulkanik (Foto: purnamanews /AI)

Khabaroo.com – Debu vulkanik menyelimuti sejumlah wilayah dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kodam Jaya merespons kondisi tersebut dengan mengerahkan 147 unit water tank untuk mempercepat proses pembersihan. Pengerahan armada dilakukan serentak pada Selasa, 8 September 2026. Prajurit TNI turun langsung menyemprot ruas jalan, terutama kawasan yang menjadi jalur padat kendaraan dan aktivitas warga.

Langkah ini bukan sekadar membersihkan permukaan jalan. Penyiraman juga di arahkan untuk mengurangi debu vulkanik yang kembali beterbangan akibat pergerakan kendaraan maupun aktivitas masyarakat.

147 Water Tank Di kerahkan ke Wilayah Terdampak

Kodam Jaya mengerahkan kekuatan lintas satuan dalam operasi tersebut. Personel berasal dari Satuan Tempur (Satpur), Satuan Bantuan Tempur (Banpur), Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil), hingga Badan Pelaksana (Balak). Personel dari satuan pendidikan juga di gerakkan menuju lokasi yang membutuhkan penanganan. Mereka bekerja bersama unsur terkait untuk memastikan titik-titik yang menjadi prioritas segera di tangani.

Armada water tank kemudian di fokuskan pada ruas jalan yang ramai di lalui masyarakat. Air di semprotkan langsung ke permukaan jalan untuk mengikat material debu sehingga tidak mudah kembali terangkat ke udara.

Baca Juga :  Kunjungan Perdana PM Thailand ke Markas ASEAN Setelah 17 Tahun, Sekjen Sebut Momen Bersejarah

Penyemprotan Dilakukan di Tengah Arus Lalu Lintas

Pemandangan operasi terlihat di sejumlah ruas jalan kawasan DKI Jakarta. Kendaraan warga tetap melintas ketika armada penyemprot air menjalankan tugasnya di sisi jalan. Truk merah berlogo TNI Angkatan Darat menjadi salah satu armada yang digunakan. Dari atas kendaraan, prajurit mengoperasikan selang bertekanan untuk membasahi permukaan jalan.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa pembersihan dilakukan di tengah aktivitas masyarakat yang masih berjalan. Karena itu, koordinasi lapangan menjadi bagian penting agar operasi tidak mengganggu mobilitas secara berlebihan.

Debu Vulkanik Jadi Persoalan Setelah Erupsi

Material vulkanik yang jatuh di permukaan jalan dapat kembali beterbangan ketika tertiup angin atau terkena turbulensi kendaraan. Kondisi ini membuat pembersihan tidak cukup dilakukan dengan menyapu secara kering. Penyiraman air menjadi salah satu langkah praktis untuk menekan debu di permukaan. Dengan demikian, material dapat di kendalikan sebelum mengganggu lingkungan publik dan aktivitas warga.

Baca Juga :  Prabowo Bertemu Dubes AS di Hambalang, Stabilitas ASEAN Jadi Sorotan

Kodam Jaya memprioritaskan jalur dengan mobilitas tinggi. Pendekatan tersebut penting karena jalan raya menjadi salah satu lokasi yang paling mudah menghasilkan debu kembali akibat lalu lintas kendaraan.

TNI Perkuat Respons Darurat

Pengerahan 147 water tank sekaligus memperlihatkan skala respons yang di siapkan Kodam Jaya. Personel tidak hanya berasal dari satu unit, tetapi melibatkan berbagai unsur untuk mempercepat penanganan di lapangan. Prajurit juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memantau perkembangan kondisi. Titik pembersihan dapat di sesuaikan berdasarkan situasi dan kebutuhan di lapangan.

Percepatan pembersihan menjadi penting agar ruas jalan dan fasilitas umum dapat kembali di gunakan dengan lebih aman dan nyaman. Kodam Jaya menyatakan kehadiran personel di lapangan merupakan bagian dari kesiapsiagaan dalam mendukung pemerintah daerah menghadapi kondisi darurat. Operasi pembersihan di harapkan mampu mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat setelah wilayah terdampak debu vulkanik.

(A/*)

Berita Terkait

Hadapi El Nino, Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP Mulai Oktober
Prabowo Bertemu Dubes AS di Hambalang, Stabilitas ASEAN Jadi Sorotan
Karhutla Mengancam Satwa Kalbar, Pencegahan Jadi Benteng Utama
Karhutla Mengancam, Komisi XII Minta Peringatan Dini Diperkuat
Bapanas Dapat Suntikan Rp16,79 Triliun untuk Jaga Harga Pangan 2027
Gelar Kehormatan Sejumlah Tokoh Dibahas Prabowo dan Fadli Zon di Hambalang
Fadli Zon Soroti 1.931 Konten Budaya: Museum dan Sejarah Kini Dibawa ke Media Sosial
Karhutla Mengganas, Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Masuk Kategori Berbahaya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 07:00 WIB

Hadapi El Nino, Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP Mulai Oktober

Minggu, 6 September 2026 - 07:00 WIB

Prabowo Bertemu Dubes AS di Hambalang, Stabilitas ASEAN Jadi Sorotan

Sabtu, 5 September 2026 - 08:00 WIB

Karhutla Mengancam Satwa Kalbar, Pencegahan Jadi Benteng Utama

Jumat, 4 September 2026 - 07:00 WIB

Karhutla Mengancam, Komisi XII Minta Peringatan Dini Diperkuat

Kamis, 3 September 2026 - 08:00 WIB

Bapanas Dapat Suntikan Rp16,79 Triliun untuk Jaga Harga Pangan 2027

Berita Terbaru