Kopi Tangkuban Parahu Tembus Arab Saudi, 4 Ton Bernilai Rp 800 Juta

Kopi fermentasi nanas Lembang menembus pasar Riyadh dengan pesanan awal 25 ton.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kopi Tangkuban Parahu Tembus Arab Saudi, 4 Ton Bernilai Rp 800 Juta
(Foto: Ayobandung/Restu Nugraha/AI)

Kopi Tangkuban Parahu Tembus Arab Saudi, 4 Ton Bernilai Rp 800 Juta (Foto: Ayobandung/Restu Nugraha/AI)

Khabaroo.com – Produk kopi dari Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mulai menunjukkan daya saing di pasar internasional. Sebanyak 4 ton kopi arabika Gunung Tangkuban Parahu berhasil dikirim langsung ke pembeli di Riyadh, Arab Saudi, dengan nilai transaksi sekitar Rp 800 juta. Ekspor tersebut menjadi tonggak baru bagi petani kopi Lembang. Untuk pertama kalinya, mereka melakukan pengiriman secara mandiri ke pasar Timur Tengah, tanpa menggunakan perantara ekspor.

nilai transaksi tersebut setara dengan sekitar Rp 200 ribu per kilogram. Angka ini menunjukkan adanya nilai tambah yang cukup besar ketika kopi tidak hanya di jual sebagai komoditas mentah, tetapi di olah dengan karakter dan metode pascapanen tertentu.

Pesanan 25 Ton, Kapasitas Produksi Jadi Tantangan

Calon pembeli di Riyadh sempat memberikan pesanan awal sebanyak 25 ton. Namun, Tonas Kopi baru mampu memenuhi pengiriman perdana sebesar 4 ton. Artinya, masih terdapat potensi permintaan sekitar 21 ton yang belum dapat di penuhi. Kondisi tersebut memperlihatkan dua sisi sekaligus. Dari perspektif bisnis, permintaan sudah tersedia. Tetapi dari sisi produksi, kapasitas petani masih menjadi hambatan untuk memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal.

Manajer Tonas Kopi sekaligus petani milenial, Dikdik Ramdaniansyah, mengatakan pengembangan sektor pertanian dan pengolahan pascapanen telah di jalaninya sejak 2015. Baru pada 2026, ia mampu melakukan ekspor langsung dengan mengurus dokumen dan berbagai persyaratan perdagangan internasional secara mandiri.

Fermentasi Nanas Jadi Pembeda Produk

Keunggulan kopi tersebut tidak hanya terletak pada asal daerah, Tonas Kopi terlebih dahulu menguji beberapa metode fermentasi untuk mengetahui karakter yang paling sesuai dengan selera pasar. Sebanyak lima sampel dikirim kepada calon pembeli. Metodenya meliputi fermentasi menggunakan gula merah, stroberi, nanas, tanpa campuran, serta ragi.

Hasil pengujian menunjukkan kopi fermentasi nanas paling sesuai dengan spesifikasi pembeli di Arab Saudi, Strategi tersebut penting secara ekonomi. Petani tidak sekadar menjual biji kopi, tetapi menciptakan di ferensiasi melalui proses pascapanen. Dengan begitu, harga produk berpotensi lebih tinggi di bandingkan kopi yang hanya di jual sebagai komoditas standar.

Baca Juga :  Konsumsi Listrik SPKLU Meledak, 6 Bulan 2026 Sudah Lampaui Total 2025

Nilai Ekspor Rp 800 Juta

Pengiriman perdana sebanyak 4 ton memiliki nilai transaksi sekitar Rp 800 juta, Dengan volume tersebut, nilai rata-rata transaksi mencapai sekitar Rp 200 juta per ton atau Rp 200 ribu per kilogram. Namun, angka itu tidak otomatis menjadi keuntungan bersih petani. Nilai transaksi masih harus memperhitungkan berbagai biaya, seperti produksi, pengolahan, fermentasi, pengemasan, logistik, dokumen ekspor, hingga biaya transaksi internasional. peningkatan volume ekspor harus di ikuti efisiensi biaya. Semakin besar produksi, semakin penting menjaga konsistensi kualitas agar margin keuntungan tidak tergerus.

Potensi Nilai Transaksi Bisa Berlipat

Dikdik memperkirakan pesanan pada tahun depan dapat meningkat dua hingga tiga kali lipat jika kopi yang di kirim mampu memenuhi spesifikasi pembeli. Jika menggunakan nilai transaksi saat ini sebagai gambaran sederhana, peningkatan volume dua kali lipat menjadi sekitar 8 ton berpotensi menghasilkan transaksi sekitar Rp 1,6 miliar.

Sementara jika meningkat tiga kali lipat menjadi 12 ton, nilai transaksinya secara teoritis bisa mencapai sekitar Rp 2,4 miliar. Perhitungan tersebut bukan proyeksi pendapatan bersih. Nilainya sangat bergantung pada harga jual, kurs, biaya ekspor, kualitas produk, serta kesepakatan dengan pembeli.

Jepang Di bidik Setelah Arab Saudi

Pasar Timur Tengah bukan satu-satunya tujuan. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi pintu masuk menuju pasar ekspor lainnya, Jepang disebut sebagai salah satu pasar yang ingin di bidik pada tahun depan. Langkah tersebut dapat memperluas sumber permintaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu negara tujuan. Namun, setiap pasar memiliki standar kualitas, selera konsumen, sertifikasi, dan persyaratan impor yang berbeda. ekspansi tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Petani juga perlu memastikan konsistensi rasa, kualitas biji, ketertelusuran produk, dan kepatuhan terhadap persyaratan negara tujuan.

Baca Juga :  Investasi di Era AI Makin Cepat, Tuntun Sekuritas Ingatkan Jangan Abaikan Risiko

Dokumen Ekspor Jadi Pelajaran Penting

Ekspor mandiri juga memperlihatkan bahwa akses pasar bukan satu-satunya persoalan UMKM. Tonas Kopi harus mengurus sendiri berbagai dokumen yang di butuhkan untuk melakukan perdagangan internasional. Proses tersebut menjadi salah satu tantangan utama sebelum pengiriman dilakukan.

Pendampingan dari sejumlah pihak, termasuk Bank Indonesia, Bea Cukai, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, membantu petani memenuhi persyaratan ekspor. UMKM lain, pengalaman ini menunjukkan bahwa kemampuan administratif sama pentingnya dengan kemampuan menghasilkan produk berkualitas.

Peluang Besar, Risiko Produksi Harus Di kendalikan

Ekspor 4 ton tersebut memberikan sinyal positif bagi ekonomi kopi Bandung Barat. Petani mendapatkan akses langsung kepada pembeli luar negeri dan berpeluang memperoleh nilai tambah yang lebih besar.

Namun, terdapat risiko yang harus di perhitungkan. Pertama, kapasitas produksi masih terbatas. Pesanan 25 ton belum dapat di penuhi seluruhnya. Kedua, konsistensi kualitas menjadi kunci. Pembeli internasional dapat meningkatkan atau mengurangi pesanan berdasarkan kesesuaian produk dengan spesifikasi yang telah di sepakati. Ketiga, fluktuasi biaya dan kurs dapat memengaruhi margin keuntungan. Kenaikan biaya produksi maupun logistik bisa mengurangi keuntungan meski nilai ekspor meningkat. Keempat, ekspansi ke pasar baru seperti Jepang membutuhkan penyesuaian standar dan strategi pemasaran.

Peningkatan produksi sebaiknya dilakukan secara bertahap. Petani perlu memperkuat pasokan bahan baku, kapasitas pengolahan, standar mutu, serta kemampuan administrasi ekspor secara bersamaan. Bila tantangan tersebut dapat di atasi, kopi arabika dari kawasan Tangkuban Parahu tidak hanya berpeluang menjadi produk ekspor sesaat. Komoditas ini bisa berkembang menjadi salah satu sumber nilai tambah baru bagi petani dan UMKM di Bandung Barat.

(A/*)

Berita Terkait

Penghargaan TASPEN Jadi Modal Bank Aladin Syariah Perluas Layanan Digital
Antrean BBM Jadi Sorotan, Pertamina Tambah Nozzle di 12 SPBU Makassar
IHSG Jatuh 0,73%, Rupiah Melemah Saat Minyak Tembus US$100
Bitcoin Tertekan, Investor Malah Borong ETF hingga US$3,8 Miliar dalam 3 Pekan
Laba Naik 22,3 Persen, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, OJK Ungkap Risiko yang Mengintai
Indonesia Hadapi Ledakan AI, Jadi Pengguna atau Mulai Menciptakan?
Harga Keekonomian Pertamax Rp16.800, Kok Masih Dijual Rp15.950?
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 12:00 WIB

Antrean BBM Jadi Sorotan, Pertamina Tambah Nozzle di 12 SPBU Makassar

Sabtu, 12 September 2026 - 09:00 WIB

IHSG Jatuh 0,73%, Rupiah Melemah Saat Minyak Tembus US$100

Kamis, 10 September 2026 - 10:00 WIB

Bitcoin Tertekan, Investor Malah Borong ETF hingga US$3,8 Miliar dalam 3 Pekan

Rabu, 9 September 2026 - 10:00 WIB

Laba Naik 22,3 Persen, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun

Selasa, 8 September 2026 - 09:00 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, OJK Ungkap Risiko yang Mengintai

Berita Terbaru

Football Manager 27 Hadirkan Manajer Kursi Roda (Foto: duniagames)

Game

Football Manager 27 Hadirkan Manajer Kursi Roda

Rabu, 21 Okt 2026 - 09:07 WIB

Cheat NFS Most Wanted PC dan PS2 Lengkap (Foto: duniagames)

Game

Cheat NFS Most Wanted PC dan PS2 Lengkap

Rabu, 21 Okt 2026 - 07:02 WIB

Cheat GTA 3 PC dan PS2 Lengkap, Uang hingga Tank (Foto: duniagames)

Game

Cheat GTA 3 PC dan PS2 Lengkap, Uang hingga Tank

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:58 WIB

Agentic AI Makin Kompleks, AMD Andalkan EPYC Venice (Foto: telset/AI)

Teknologi

Agentic AI Makin Kompleks, AMD Andalkan EPYC Venice

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:00 WIB