Khabaroo.com – Film Autopsy: Dead Body Can Talk mengangkat kisah nyata perjalanan Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F. Film ini membawa penonton melihat dunia forensik dan misteri di balik kematian.
Di produksi Karya Kreatif Utama tersebut mulai tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026. Ozan Ruz menyutradarai film ini. Sementara itu, M. Nurman Wadi bertindak sebagai penulis skenario. Masayu Anastasia memerankan karakter dr. Sumy Hastry. Ia beradu akting dengan Samuel Rizal, Teuku Rifnu Wikana, Ge Pamungkas, Riyuka Bunga, dan Indra Frimawan.
Kisah Nyata dr. Sumy Hastry
Sumy Hastry di kenal sebagai dokter spesialis forensik kepolisian Indonesia. Ia terlibat dalam penanganan sejumlah peristiwa besar. Kiprahnya antara lain mencakup Bom Bali I pada 2002, Bom Bali II pada 2005, gempa Yogyakarta 2006, bom JW Marriott pada 2009, hingga kecelakaan pesawat AirAsia pada 2014.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam film Autopsy: Dead Body Can Talk. Film ini menggambarkan bagaimana tubuh korban dapat menyimpan petunjuk penting. Jejak kematian kemudian membantu penyidik mencari fakta yang tersembunyi.
Sinopsis Autopsy: Dead Body Can Talk
Cerita membawa penonton masuk ke ruang otopsi. Di tempat tersebut, kematian justru menjadi awal pencarian kebenaran. Hastry, yang di perankan Masayu Anastasia, bekerja sebagai ahli patologi forensik. Ia mendedikasikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan dan bukti. Hastry terbiasa membaca berbagai tanda pada tubuh korban. Dari sana, ia berusaha menemukan fakta di balik sebuah kasus.
Namun, pekerjaannya tidak selalu berjalan sederhana. Di balik setiap tubuh yang di periksa, Hastry merasakan intuisi dan empati. Ia juga menemukan sejumlah petunjuk yang tidak selalu dapat di jelaskan melalui metode ilmiah.
Dilema antara Sains dan Intuisi
Keterlibatan Hastry dalam sejumlah kasus misterius membuatnya menghadapi dilema. Ia harus mempertahankan prinsip ilmu forensik. Di sisi lain, kepekaan terhadap korban terus memengaruhi cara pandangnya. Situasi tersebut perlahan menguji integritas dan keyakinannya. Kehidupan keluarga serta kredibilitas Hastry di mata penyelidik ikut terdampak.
Para penyelidik berpegang pada bukti konkret. Namun, dalam kondisi tertentu, bukti yang tersedia tidak cukup untuk menjelaskan seluruh kejadian. Hastry kemudian berusaha membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dan hati nurani dapat berjalan beriringan. Bagi Hastry, setiap korban memiliki cerita. Tubuh yang telah meninggal pun masih dapat memberikan petunjuk untuk menemukan kebenaran.
Melalui Autopsy: Dead Body Can Talk, penonton di ajak melihat bagaimana ilmu forensik bekerja sekaligus mengikuti perjuangan seorang dokter dalam mencari keadilan bagi mereka yang tidak lagi bisa bersuara.
(A/*)










