Khabaroo.com – PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian kapasitas pelayanan BBM di Kota Makassar. Langkah ini dilakukan dengan mengubah konfigurasi kapasitas pengisian dan menambah nozzle BBM subsidi di 12 SPBU. Kebijakan tersebut di arahkan untuk menjawab kebutuhan pelayanan di lapangan. Dengan kapasitas pengisian yang di sesuaikan, Pertamina berharap proses pengisian BBM bisa berlangsung lebih cepat dan waktu antrean masyarakat dapat di tekan.
Kapasitas SPBU Di sesuaikan dengan Kebutuhan
Penyesuaian konfigurasi bukan sekadar penambahan fasilitas. Pertamina Patra Niaga menyesuaikan kapasitas pengisian pada SPBU berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing lokasi. Dari sisi ekonomi, langkah ini berkaitan langsung dengan efisiensi waktu. Antrean yang lebih pendek berarti masyarakat dapat mengurangi waktu yang terpakai untuk menunggu pengisian BBM.
Bagi pengguna kendaraan, waktu menjadi bagian dari biaya ekonomi sehari-hari. Karena itu, peningkatan kapasitas pelayanan dapat memberikan manfaat meski tidak secara langsung mengubah harga BBM.
25 SPBU Makassar Kini Beroperasi 24 Jam
Optimalisasi pelayanan juga dilakukan melalui penambahan jam operasional. Saat ini, total 25 SPBU di Kota Makassar beroperasi selama 24 jam. Operasional sepanjang hari memberikan pilihan waktu yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan BBM. Beban pelayanan juga dapat tersebar ke waktu yang berbeda sehingga masyarakat memiliki alternatif selain membeli BBM pada jam-jam sibuk. Langkah ini melengkapi penyesuaian konfigurasi kapasitas dan penambahan nozzle di 12 SPBU.
Distribusi BBM Dipantau Secara Dinamis
Pertamina Patra Niaga memperkuat monitoring stok dan penyaluran BBM di wilayah Makassar. Distribusi dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kebutuhan pada masing-masing SPBU. Artinya, penyaluran tidak hanya melihat kebutuhan secara umum di satu wilayah. Kondisi setiap SPBU menjadi pertimbangan agar distribusi dapat di sesuaikan dengan situasi lapangan. Bagi masyarakat, ketersediaan stok menjadi faktor penting. Penambahan nozzle tidak akan optimal jika pasokan BBM tidak mampu mengikuti kebutuhan.
Pertamina Evaluasi Kondisi Lapangan
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan perusahaan terus mengevaluasi kondisi operasional dan melakukan penyesuaian berdasarkan situasi aktual. “Penyesuaian konfigurasi kapasitas dan penambahan nozzle BBM Subsidi di 12 SPBU Makassar merupakan salah satu langkah yang kami lakukan untuk mengoptimalkan kapasitas pelayanan dan mendukung kelancaran masyarakat dalam mendapatkan BBM,” ujar Kitty.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa strategi pelayanan Pertamina tidak berhenti pada satu kebijakan. Kapasitas, jam operasi, pelayanan, hingga distribusi terus di evaluasi berdasarkan perkembangan kebutuhan masyarakat.
Peluang Efisiensi, Risiko Tetap Ada
Dari perspektif ekonomi, penambahan kapasitas pelayanan membuka peluang efisiensi di tingkat konsumen. Semakin lancar proses pengisian, semakin kecil waktu yang terbuang akibat antrean. Namun, efektivitas kebijakan tetap bergantung pada keseimbangan antara kapasitas pelayanan dan kebutuhan BBM. Jika permintaan meningkat lebih cepat daripada kapasitas, tekanan terhadap layanan dapat kembali muncul.
Karena itu, monitoring stok dan distribusi menjadi bagian penting. Penambahan nozzle harus berjalan bersama pengelolaan pasokan agar kapasitas tambahan benar-benar bisa di manfaatkan masyarakat.
Masyarakat Di minta Membeli Sesuai Kebutuhan
Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Imbauan tersebut penting untuk menjaga distribusi BBM tetap berjalan sesuai kebutuhan. Pembelian berlebihan berpotensi memengaruhi kelancaran akses bagi masyarakat lain. Untuk informasi dan layanan lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.
(A/*)










