Sekolah Kedinasan 2026 Buka 4.770 Formasi, Pendaftaran Dimulai 18 Agustus

4.770 formasi sekolah kedinasan 2026 dibuka, naik 46,5% dari tahun lalu.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Kedinasan 2026 Buka 4.770 Formasi, Pendaftaran Dimulai 18 Agustus
(Foto: ANTARA/Raisan Al-Farisi/detik/AI)

Sekolah Kedinasan 2026 Buka 4.770 Formasi, Pendaftaran Dimulai 18 Agustus (Foto: ANTARA/Raisan Al-Farisi/detik/AI)

Khabaroo.com – Pemerintah kembali membuka jalur sekolah kedinasan sebagai salah satu pintu masuk calon aparatur sipil negara (ASN). Tahun ini, 4.770 formasi disiapkan untuk peserta didik sekolah kedinasan di sembilan instansi pemerintah. Seleksi di jadwalkan mulai bergulir pada Agustus 2026. Pemerintah meminta calon peserta tidak hanya mengejar status sebagai ASN, tetapi juga mempersiapkan kemampuan, integritas, dan kedisiplinan sejak awal.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Rini Widyantini menegaskan bahwa seleksi sekolah kedinasan bukan sekadar perekrutan calon pegawai pemerintah. “Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat.” Pendaftaran nantinya dilakukan melalui portal SSCASN Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sembilan Instansi Siapkan 4.770 Formasi

Sembilan instansi pemerintah yang membuka kebutuhan sekolah kedinasan pada 2026. Formasi terbesar berada di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan PKN-STAN.

Berikut rinciannya:

Instansi Sekolah Kedinasan Formasi
Kemendagri Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) 1.410
Kemenkeu PKN-STAN 1.000
Kemenhub 22 sekolah kedinasan 891
BPS Polstat STIS 564
Kemenimipas Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan 375
Kemenkum Politeknik Pengayoman Indonesia 250
BMKG STMKG 130
BIN STIN 100
BSSN Poltek SSN 50
Total 9 instansi 4.770

Angka tersebut menunjukkan peningkatan cukup besar di bandingkan 2025. Tahun lalu, pemerintah hanya menyediakan 3.257 formasi. Artinya, kuota 2026 bertambah 1.513 formasi, atau sekitar 46,5 persen. Kenaikan ini memperbesar peluang secara jumlah, tetapi tidak otomatis membuat persaingan menjadi ringan. Sekolah kedinasan tetap menjadi salah satu jalur pendidikan yang banyak di buru karena memiliki prospek karier di lingkungan pemerintahan.

Baca Juga :  Pemerintah Ketatkan Pajak Ekspor Perhiasan, Modus Akal-akalan Emas Diburu

Mengapa Formasinya Bertambah?

Penambahan kuota perlu di lihat dalam konteks kebutuhan aparatur pemerintah. Sekolah kedinasan memiliki fungsi khusus karena lulusannya di persiapkan untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia pada sektor tertentu.

IPDN, misalnya, berfokus pada bidang pemerintahan. PKN-STAN berkaitan erat dengan pengelolaan keuangan negara. Sementara itu, STMKG menyiapkan sumber daya manusia untuk bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Begitu pula sekolah kedinasan di bawah Kemenhub, BPS, BIN, BSSN, Kemenkum, serta Kemenimipas yang memiliki kebutuhan kompetensi berbeda. Dengan demikian, tambahan 1.513 formasi bukan hanya soal jumlah kursi. Di baliknya terdapat kebutuhan pemerintah terhadap tenaga muda dengan keahlian yang lebih spesifik.

Seleksi Menggunakan Sistem CAT

Pemerintah tetap menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dalam proses seleksi. Sistem ini di rancang agar ujian berlangsung terukur dan hasil peserta dapat di bandingkan berdasarkan kemampuan yang di uji. CAT juga menjadi salah satu instrumen untuk mempersempit ruang praktik curang dalam seleksi CASN, termasuk penggunaan joki atau praktik “titipan”.

Rini meminta peserta tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan. “Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas.” Pesan tersebut penting karena bertambahnya kuota tidak menghapus risiko penipuan. Calon peserta tetap perlu mengandalkan informasi resmi dan menghindari pihak yang meminta uang dengan iming-iming kelulusan.

SKD Memuat Tiga Materi Utama

Tahap awal seleksi akan di hadapkan pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Materinya terdiri atas tiga bagian utama:

  1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
  2. Tes Intelegensia Umum (TIU)
  3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

Setelah SKD, peserta yang memenuhi ketentuan akan menghadapi seleksi lanjutan. Tahapan tersebut tidak sepenuhnya seragam karena jadwal dan mekanismenya di tentukan oleh masing-masing sekolah kedinasan. calon peserta tidak cukup hanya mempersiapkan SKD. Mereka juga perlu mempelajari persyaratan dan karakter seleksi lanjutan sekolah yang di tuju.

Baca Juga :  SPHP Jagung Tembus 127 Ribu Ton, Kementan Pastikan Peternak Kebagian

Jadwal Sekolah Kedinasan 2026

Berdasarkan informasi BKN yang dikutip pada Jumat, 14 Agustus 2026, rangkaian awal seleksi sekolah kedinasan 2026 di jadwalkan berlangsung mulai pertengahan Agustus.

Berikut jadwal yang perlu dicatat:

  • Pengumuman seleksi: 15–24 Agustus 2026
  • Pendaftaran seleksi: 18–30 Agustus 2026
  • Seleksi administrasi: 18 Agustus–1 September 2026
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 2–3 September 2026

Dengan jadwal yang cukup rapat, calon peserta sebaiknya tidak menunggu hari terakhir untuk mendaftar. Kesalahan kecil pada dokumen atau data pendaftaran bisa berakibat fatal karena tahap administrasi menjadi pintu masuk menuju seleksi berikutnya.

Portal Resmi Jadi Kunci

Pendaftaran sekolah kedinasan dilakukan melalui portal SSCASN BKN. Calon peserta perlu memastikan seluruh informasi yang digunakan berasal dari kanal resmi pemerintah. Persiapan paling aman di mulai dari sekarang: periksa persyaratan, siapkan dokumen, pelajari materi SKD, dan pahami ketentuan sekolah kedinasan yang di pilih. Orangtua juga di minta memberikan dukungan kepada calon peserta. Dukungan keluarga di nilai penting agar peserta mampu menghadapi proses seleksi secara sehat dan percaya diri.

Pada akhirnya, tambahan kuota 2026 memang memberikan ruang yang lebih besar. Namun, 4.770 kursi tetap harus di perebutkan melalui proses seleksi yang kompetitif. Bagi calon peserta, kesempatan itu bukan sekadar soal mendapatkan status ASN. Ini adalah tahap awal untuk membuktikan kompetensi sebelum memasuki birokrasi yang menuntut integritas dan tanggung jawab publik.

(A/*)

Berita Terkait

Prabowo Bertemu Dubes AS di Hambalang, Stabilitas ASEAN Jadi Sorotan
Karhutla Mengancam Satwa Kalbar, Pencegahan Jadi Benteng Utama
Karhutla Mengancam, Komisi XII Minta Peringatan Dini Diperkuat
Bapanas Dapat Suntikan Rp16,79 Triliun untuk Jaga Harga Pangan 2027
Gelar Kehormatan Sejumlah Tokoh Dibahas Prabowo dan Fadli Zon di Hambalang
Fadli Zon Soroti 1.931 Konten Budaya: Museum dan Sejarah Kini Dibawa ke Media Sosial
Karhutla Mengganas, Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Masuk Kategori Berbahaya
Karhutla Kalimantan Meluas, Polutan Diprediksi Bergerak ke Utara
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 07:00 WIB

Prabowo Bertemu Dubes AS di Hambalang, Stabilitas ASEAN Jadi Sorotan

Jumat, 4 September 2026 - 07:00 WIB

Karhutla Mengancam, Komisi XII Minta Peringatan Dini Diperkuat

Kamis, 3 September 2026 - 08:00 WIB

Bapanas Dapat Suntikan Rp16,79 Triliun untuk Jaga Harga Pangan 2027

Rabu, 2 September 2026 - 08:00 WIB

Gelar Kehormatan Sejumlah Tokoh Dibahas Prabowo dan Fadli Zon di Hambalang

Selasa, 1 September 2026 - 07:00 WIB

Fadli Zon Soroti 1.931 Konten Budaya: Museum dan Sejarah Kini Dibawa ke Media Sosial

Berita Terbaru