Khabaroo.com – Pemerintah kembali membuka jalur sekolah kedinasan sebagai salah satu pintu masuk calon aparatur sipil negara (ASN). Tahun ini, 4.770 formasi disiapkan untuk peserta didik sekolah kedinasan di sembilan instansi pemerintah. Seleksi di jadwalkan mulai bergulir pada Agustus 2026. Pemerintah meminta calon peserta tidak hanya mengejar status sebagai ASN, tetapi juga mempersiapkan kemampuan, integritas, dan kedisiplinan sejak awal.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Rini Widyantini menegaskan bahwa seleksi sekolah kedinasan bukan sekadar perekrutan calon pegawai pemerintah. “Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat.” Pendaftaran nantinya dilakukan melalui portal SSCASN Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Sembilan Instansi Siapkan 4.770 Formasi
Sembilan instansi pemerintah yang membuka kebutuhan sekolah kedinasan pada 2026. Formasi terbesar berada di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan PKN-STAN.
Berikut rinciannya:
| Instansi | Sekolah Kedinasan | Formasi |
| Kemendagri | Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) | 1.410 |
| Kemenkeu | PKN-STAN | 1.000 |
| Kemenhub | 22 sekolah kedinasan | 891 |
| BPS | Polstat STIS | 564 |
| Kemenimipas | Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan | 375 |
| Kemenkum | Politeknik Pengayoman Indonesia | 250 |
| BMKG | STMKG | 130 |
| BIN | STIN | 100 |
| BSSN | Poltek SSN | 50 |
| Total | 9 instansi | 4.770 |
Angka tersebut menunjukkan peningkatan cukup besar di bandingkan 2025. Tahun lalu, pemerintah hanya menyediakan 3.257 formasi. Artinya, kuota 2026 bertambah 1.513 formasi, atau sekitar 46,5 persen. Kenaikan ini memperbesar peluang secara jumlah, tetapi tidak otomatis membuat persaingan menjadi ringan. Sekolah kedinasan tetap menjadi salah satu jalur pendidikan yang banyak di buru karena memiliki prospek karier di lingkungan pemerintahan.
Mengapa Formasinya Bertambah?
Penambahan kuota perlu di lihat dalam konteks kebutuhan aparatur pemerintah. Sekolah kedinasan memiliki fungsi khusus karena lulusannya di persiapkan untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia pada sektor tertentu.
IPDN, misalnya, berfokus pada bidang pemerintahan. PKN-STAN berkaitan erat dengan pengelolaan keuangan negara. Sementara itu, STMKG menyiapkan sumber daya manusia untuk bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
Begitu pula sekolah kedinasan di bawah Kemenhub, BPS, BIN, BSSN, Kemenkum, serta Kemenimipas yang memiliki kebutuhan kompetensi berbeda. Dengan demikian, tambahan 1.513 formasi bukan hanya soal jumlah kursi. Di baliknya terdapat kebutuhan pemerintah terhadap tenaga muda dengan keahlian yang lebih spesifik.
Seleksi Menggunakan Sistem CAT
Pemerintah tetap menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dalam proses seleksi. Sistem ini di rancang agar ujian berlangsung terukur dan hasil peserta dapat di bandingkan berdasarkan kemampuan yang di uji. CAT juga menjadi salah satu instrumen untuk mempersempit ruang praktik curang dalam seleksi CASN, termasuk penggunaan joki atau praktik “titipan”.
Rini meminta peserta tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan. “Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas.” Pesan tersebut penting karena bertambahnya kuota tidak menghapus risiko penipuan. Calon peserta tetap perlu mengandalkan informasi resmi dan menghindari pihak yang meminta uang dengan iming-iming kelulusan.
SKD Memuat Tiga Materi Utama
Tahap awal seleksi akan di hadapkan pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Materinya terdiri atas tiga bagian utama:
- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
- Tes Intelegensia Umum (TIU)
- Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Setelah SKD, peserta yang memenuhi ketentuan akan menghadapi seleksi lanjutan. Tahapan tersebut tidak sepenuhnya seragam karena jadwal dan mekanismenya di tentukan oleh masing-masing sekolah kedinasan. calon peserta tidak cukup hanya mempersiapkan SKD. Mereka juga perlu mempelajari persyaratan dan karakter seleksi lanjutan sekolah yang di tuju.
Jadwal Sekolah Kedinasan 2026
Berdasarkan informasi BKN yang dikutip pada Jumat, 14 Agustus 2026, rangkaian awal seleksi sekolah kedinasan 2026 di jadwalkan berlangsung mulai pertengahan Agustus.
Berikut jadwal yang perlu dicatat:
- Pengumuman seleksi: 15–24 Agustus 2026
- Pendaftaran seleksi: 18–30 Agustus 2026
- Seleksi administrasi: 18 Agustus–1 September 2026
- Pengumuman hasil seleksi administrasi: 2–3 September 2026
Dengan jadwal yang cukup rapat, calon peserta sebaiknya tidak menunggu hari terakhir untuk mendaftar. Kesalahan kecil pada dokumen atau data pendaftaran bisa berakibat fatal karena tahap administrasi menjadi pintu masuk menuju seleksi berikutnya.
Portal Resmi Jadi Kunci
Pendaftaran sekolah kedinasan dilakukan melalui portal SSCASN BKN. Calon peserta perlu memastikan seluruh informasi yang digunakan berasal dari kanal resmi pemerintah. Persiapan paling aman di mulai dari sekarang: periksa persyaratan, siapkan dokumen, pelajari materi SKD, dan pahami ketentuan sekolah kedinasan yang di pilih. Orangtua juga di minta memberikan dukungan kepada calon peserta. Dukungan keluarga di nilai penting agar peserta mampu menghadapi proses seleksi secara sehat dan percaya diri.
Pada akhirnya, tambahan kuota 2026 memang memberikan ruang yang lebih besar. Namun, 4.770 kursi tetap harus di perebutkan melalui proses seleksi yang kompetitif. Bagi calon peserta, kesempatan itu bukan sekadar soal mendapatkan status ASN. Ini adalah tahap awal untuk membuktikan kompetensi sebelum memasuki birokrasi yang menuntut integritas dan tanggung jawab publik.
(A/*)










