Penyaluran Bantuan Beras Disorot, Amran Turun Langsung ke Banggai

Penyaluran bantuan beras di Sulawesi Tengah baru mencapai 51,61 persen.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 07:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyaluran Bantuan Beras Disorot, Amran Turun Langsung ke Banggai
(Foto: Bapanas/rri
/AI)

Penyaluran Bantuan Beras Disorot, Amran Turun Langsung ke Banggai (Foto: Bapanas/rri /AI)

Khabaroo.com – Penyaluran bantuan pangan beras di Sulawesi Tengah mendapat perhatian langsung dari Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman. Ia turun ke Kabupaten Banggai untuk memastikan beras yang di alokasikan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.

Amran mengecek penyaluran tersebut di Kantor Desa Tirta Sari, Kabupaten Banggai, Kamis, 10 September 2026. Di lokasi itu, ia bertemu langsung dengan masyarakat penerima bantuan pangan. Langkah tersebut bukan sekadar pemeriksaan administrasi. Pemerintah ingin memastikan jumlah bantuan yang di terima masyarakat sesuai ketentuan. “Ini bantuan dari Bapak Presiden. Membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan,” ujar Amran.

88 Penerima Dapat 2.640 Kilogram Beras

Di Desa Tirta Sari, terdapat 88 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Untuk periode Juli hingga September 2026, pemerintah mengalokasikan 2.640 kilogram beras. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan. Dengan demikian, total yang di terima masing-masing PBP mencapai 30 kilogram untuk tiga bulan.

Penyaluran di Tirta Sari merupakan bagian dari program bantuan pangan yang menjangkau wilayah Kecamatan Toili. Di tingkat kecamatan, jumlah penerimanya jauh lebih besar. Sebanyak 2.053 PBP masuk dalam sasaran bantuan dengan total pagu 61.590 kilogram beras. Sementara itu, Kabupaten Banggai mendapat alokasi untuk 38.892 PBP. Total beras yang di siapkan mencapai 1.167 ton.

Baca Juga :  Jelang 17 Agustus, TNI Perkuat Patroli, Panglima Minta Warga Tak Percaya Hoaks

Sulawesi Tengah Dapat 12.162 Ton Beras

Sulawesi Tengah mendapatkan alokasi bantuan pangan beras untuk 405.404 PBP. Total pagunya mencapai 12.162 ton untuk periode tiga bulan. Dengan pola penyaluran 10 kilogram per bulan, setiap penerima memperoleh total 30 kilogram selama Juli, Agustus, dan September 2026.

Namun, persoalannya bukan hanya seberapa besar bantuan yang sudah di alokasikan. Kecepatan distribusi juga menjadi bagian penting dari pengawalan pemerintah. Hingga saat ini, realisasi penyaluran bantuan pangan beras di Sulawesi Tengah baru mencapai 51,61 persen. Angka tersebut menunjukkan masih ada bagian dari alokasi bantuan yang harus terus di kejar agar sampai kepada penerima sesuai sasaran.

Stok Beras Mencapai 13.604 Ton

Pemerintah memastikan persoalan stok tetap mendapat perhatian. Bulog saat ini mengelola stok beras sebanyak 13.604 ton di wilayah Sulawesi Tengah. Pemerintah juga menyiapkan tambahan pasokan dari dua provinsi sekitar. Sebanyak 5.000 ton di rencanakan berasal dari Sulawesi Selatan. Sementara 3.000 ton lainnya akan di datangkan dari Sulawesi Tenggara.

Baca Juga :  Sekolah Kedinasan 2026 Buka 4.770 Formasi, Pendaftaran Dimulai 18 Agustus

Jika tambahan pasokan tersebut terealisasi, stok beras Sulawesi Tengah di proyeksikan mencapai sekitar 21.604 ton. Artinya, pemerintah tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan bantuan pangan yang sedang berjalan. Ketersediaan cadangan juga di siapkan untuk menjaga keberlanjutan intervensi pangan.

Amran Tekankan Stok Harus Di ikuti Distribusi

Bagi Amran, ketersediaan beras di gudang belum cukup menjadi jaminan. Persediaan harus bergerak dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, distribusi menjadi titik penting dalam pengawasan pemerintah. Stok yang besar tanpa penyaluran yang lancar berpotensi membuat intervensi pangan tidak berjalan optimal.

“Stok pangan harus selalu kita jaga, sekaligus distribusinya kita pastikan berjalan dengan baik,” ucap Amran. Pemerintah kini menghadapi dua pekerjaan sekaligus di Sulawesi Tengah: menjaga stok tetap aman dan mempercepat penyaluran bantuan yang realisasinya baru mencapai 51,61 persen. Pengawasan langsung seperti yang dilakukan Amran di Banggai menjadi bagian dari upaya memastikan dua hal tersebut berjalan beriringan. Bantuan tidak berhenti sebagai angka dalam pagu, tetapi benar-benar di terima masyarakat sesuai ketentuan.

(A/*)

Berita Terkait

TNI Siapkan Latihan Besar ASEAN Plus, Bencana dan Siber Jadi Skenario
Prabowo dan AHY Satu Panggung, Ini Pesan Politik di HUT Demokrat
Kodam Jaya Bergerak Cepat, 147 Water Tank Semprot Jalan yang Dipenuhi Debu Vulkanik
Hadapi El Nino, Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP Mulai Oktober
Prabowo Bertemu Dubes AS di Hambalang, Stabilitas ASEAN Jadi Sorotan
Karhutla Mengancam Satwa Kalbar, Pencegahan Jadi Benteng Utama
Karhutla Mengancam, Komisi XII Minta Peringatan Dini Diperkuat
Bapanas Dapat Suntikan Rp16,79 Triliun untuk Jaga Harga Pangan 2027
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 08:00 WIB

TNI Siapkan Latihan Besar ASEAN Plus, Bencana dan Siber Jadi Skenario

Sabtu, 12 September 2026 - 07:00 WIB

Penyaluran Bantuan Beras Disorot, Amran Turun Langsung ke Banggai

Kamis, 10 September 2026 - 08:00 WIB

Prabowo dan AHY Satu Panggung, Ini Pesan Politik di HUT Demokrat

Rabu, 9 September 2026 - 08:00 WIB

Kodam Jaya Bergerak Cepat, 147 Water Tank Semprot Jalan yang Dipenuhi Debu Vulkanik

Selasa, 8 September 2026 - 07:00 WIB

Hadapi El Nino, Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP Mulai Oktober

Berita Terbaru

Marc Marquez Menang Sprint MotoGP San Marino 2026
(Foto: AFP/liputan6
/AI)

Otomotif

Marc Marquez Menang Sprint MotoGP San Marino 2026

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:00 WIB