Khabaroo.com – Drama Korea punya banyak cerita tentang perjuangan hidup. Tidak semuanya berpusat pada romansa. Beberapa judul justru menampilkan realitas anak muda yang harus membangun karier dari bawah. Mereka menghadapi kegagalan, tekanan ekonomi, persaingan, hingga tuntutan keluarga. Cerita tersebut bisa menjadi suntikan motivasi bagi penonton yang sedang mengejar mimpi.
1. Start-Up (2020)
Start-Up membawa penonton ke dunia perusahaan rintisan Korea Selatan. Ceritanya berpusat pada Seo Dal-mi (Bae Suzy) dan Nam Do-san (Nam Joo-hyuk). Dal-mi ingin menjadi pengusaha teknologi sukses. Sementara itu, Do-san merupakan pendiri Samsan Tech yang punya kemampuan matematika, tetapi belum memahami dunia bisnis secara mendalam.
Perjalanan mereka tidak berjalan mulus. Mereka menghadapi penolakan investor, kegagalan bisnis, persaingan, hingga masalah dalam membangun tim. Drama ini menunjukkan bahwa ide bagus saja tidak cukup. Kesuksesan juga membutuhkan kerja sama, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan bangkit setelah gagal.
2. Fight for My Way (2017)
Fight for My Way mengikuti kehidupan empat sahabat yang berjuang mengejar cita-cita. Mereka bukan berasal dari keluarga kaya dan tidak memiliki koneksi besar. Ko Dong-man (Park Seo-joon) pernah mengejar karier sebagai atlet taekwondo. Namun, sebuah kejadian membuatnya meninggalkan dunia tersebut.
Di sisi lain, Choi Ae-ra (Kim Ji-won) bekerja di meja informasi sebuah department store. Ia tetap menyimpan mimpi untuk menjadi penyiar. Keduanya harus menghadapi cibiran dan kenyataan pahit. Namun, mereka memilih mencoba lagi. Drama ini mengingatkan bahwa memulai kembali bukan sebuah kegagalan. Selama masih punya kesempatan, seseorang bisa kembali mengejar mimpi.
3. Itaewon Class (2020)
Park Sae-ro-yi (Park Seo-joon) memulai hidup dari titik terendah. Ia kehilangan ayah, dikeluarkan dari sekolah, dan masuk penjara akibat konflik dengan keluarga pemilik Jangga Group. Setelah bebas, Sae-ro-yi membangun restoran kecil bernama DanBam di Itaewon.
Ia kemudian menghadapi persaingan keras dengan perusahaan kuliner besar. Sae-ro-yi memilih mempertahankan prinsipnya meski jalan yang ditempuh jauh lebih sulit. Itaewon Class menonjolkan pentingnya konsistensi dan integritas. Drama ini juga memperlihatkan bahwa membangun bisnis membutuhkan waktu, tim yang kuat, serta visi yang jelas.
4. Record of Youth (2020)
Record of Youth mengangkat perjuangan anak muda di industri hiburan. Sa Hye-jun (Park Bo-gum) memiliki impian menjadi aktor. Namun, ia kesulitan mendapatkan peluang karena keterbatasan finansial dan minimnya koneksi.
Ahn Jeong-ha (Park So-dam) juga berusaha membangun karier sebagai penata rias. Ia harus bertahan menghadapi tekanan di tempat kerja. Drama ini memperlihatkan sisi lain dunia hiburan yang tidak selalu glamor. Kesuksesan membutuhkan mental kuat, kerja keras, dan kesiapan menghadapi ketidakpastian.
5. Twenty-Five Twenty-One (2022)
Twenty-Five Twenty-One mengambil latar Korea Selatan saat Krisis Keuangan Asia menghantam pada akhir 1990-an. Na Hee-do (Kim Tae-ri) harus menghadapi pembubaran klub anggar sekolahnya akibat pemangkasan anggaran. Sementara itu, Baek Yi-jin (Nam Joo-hyuk) kehilangan kehidupan nyaman setelah keluarganya mengalami kebangkrutan.
Keduanya harus memulai kembali kehidupan dari kondisi yang jauh berbeda. Hee-do tetap mengejar prestasi di dunia anggar, sedangkan Yi-jin berusaha membangun karier sebagai jurnalis. Drama ini menunjukkan bahwa keadaan bisa mengubah rencana seseorang. Namun, perjuangan menghadapi perubahan tersebut dapat membentuk mental dan kedewasaan.
Bukan Sekadar Hiburan
Kelima drama Korea tersebut memiliki satu benang merah: mimpi tidak selalu datang bersama jalan yang mudah. Ada karakter yang gagal dalam bisnis. Ada pula yang kehilangan pekerjaan, keluarga, kesempatan, bahkan masa depan yang sudah direncanakan.
Namun, mereka tetap bergerak, Bagi penonton yang sedang berada di titik sulit, kisah-kisah tersebut bisa menjadi pengingat bahwa memulai dari nol bukan berarti tidak memiliki masa depan.
(A/*)










